Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
ATM Berjalan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Yakin gak mau ikut?" tanya Keanu lagi memastikan saat ia dan sang istri ada di dalam mobil menuju bandara.


"Nanti aja, aku nyusul lusa"


Keanu hanya mengangguk, ia tak pernah memaksa Embun selalu ikut dengannya ke kota A jika tak mau, karna ia pun tahu alasan sang istri tak ingin melakukannya.


"Aku tunggu ya, kabari jika mau kesana biar aku bisa cepat selesaikan semua pekerjaanku"


"Iya, Bang."


"Makasih ya, udah mau nemenin Umma selama aku gak ada. Bersyukur Tuhan kasih jodoh sebaik kamu yang tentunya yang gak mikirin perihal tentang aku dan kamu tapi kita semua" ucap Keanu yang langsung menciumi seluruh wajah cantik wanita halalnya.


Embun memang memlih tetap tinggal, bukan karna tak ingin bersama tapi ada yang harus ia jaga yaitu Surganya sang pemilik hati. Sebagai seorang wanita dan akan menjadi ibu juga, Embun paham perasaan Umma, wanita yang kurang beruntung itu pasti sangat akan merasa kehilangan jika mereka pergi berdua. Cukup anaknya yang jauh tapi tidak menantunya.


Awalnya Cherryl merasa tak enak hati, karna bagaimana pun istri harus tetap mendampingi suami. Tapi perlahan ia paham jika sikap adil tak semua harus di bagi rata.


"Sama-sama, Bang. Umma itu Ummanya aku, kalau Mhiu ada di posisi Umma aku juga pasti akan ikut sedih. Abang kerja aja di sana, jangan banyak mikirin yang disini ya. Biar Umma sama Abi aku yang temenin."

__ADS_1


Embun melepas sang suami pergi dengan senyum semanis mungkin, ia sudah tahu sejak awal jika pernikahannya tak akan bisa terus satu atap hingga beberapa bulan mendatang. Wanita cantik itu hanya bisa berdoa kelak semua urusan suaminya selesai dan kembali bersamanya.


.


.


.


Sepulang dari bandara, Embun langsung kerumah mertuanya. Hal yang sudah sangat biasa ia lakukan selama Keanu sering keluar Kota mengurus perusahaan dan menemani Tuan Lee yang kondisinya tak juga jauh lebih baik.


Embun di sambut baik oleh Umma, wanita baya itu selalu senang dengan kedatangan sang menantu di rumah untuk mengusir rasa bosannya jika sendiri tapi suaminya. Akan banyak yang di lakukan mereka termasuk masak bersama.


"Sudah, ia tak sempat mampir karna tak ada waktu lebih lagi. Dari sini Abang harus langsung rapat" jawab Embun.


"Tak apa, semalam kan Nunu sudah pamit. Umma paham" sahutnya sambil mengelus tangan Embun.


Rencana mereka kali ini adalah membuat beberapa kue dan cemilan, semua itu akan mereka bagikan pada orang-orang di sekitaran jembatan dan pinggiran kota. Umma tak menyangka jika menantunya itu memiliki anak dan adik asuh yang begitu banyak, semua itu ia tahu karna tak sengaja bertemu dengan Embun di salah satu perkampungan kumuh.


"Kita antar makannya sore aja ya, Umma. Jadi bikinnya santai aja" ucap Embun saat membereskan semua bahan yang akan ia oleh bersama ibu mertuanya.

__ADS_1


"Apa ini juga salah satu alasanmu untuk tetap tinggal disini?" tanya Umma.


"Enggak, Umma. Suamiku tetap prioritas utama."


"Kebaikan apa yang di perbuat Keanu sampai harus berjodoh denganmu, Nak"


"Jangan berlebihan, aku tak sebaik itu. Aku hanya senang berbagi dengan tanganku sendiri. Apa yang aku miliki sebagian adalah hak mereka yang kurang mampu" jawab Embun.


"Lakukan dan teruskan kesenanganmu itu, Umma bangga padamu, Nak"


.


.


.


Iya, Umma selama tiga ATM berjalanku masih bernapas aku akan terus melakukannya.


__ADS_1


__ADS_2