
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Phiu mau kemana?" tanya Embun saat ia baru saja keluar dari kamarnya.
Hari libur, biasanya pria itu tak pernah memakai kemeja tapi kali ini justru ia melakukan itu. Jalan tergesa dengan raut panik tentu membuat Embun kebingungan.
"Doakan semua yang terbaik, Phiu pergi dulu" pesan Sam yang masih di ingat oleh Embun sebelum hilang dari pandangan.
"Biar nanti ku tanya Mhiu" gumam si cantik sambil menuruni tangga.
Sepi, itu yang dirasakan oleh Embun saat sampai di lantai bawah rumah utama. Jika ia tak salah ingat akhir pekan ini harusnya mereka berlibur mengajak Rain ke kebun binatang. Pemuda manja itu masih senang kesana tak perduli tubuhnya kini sudah menjulang tinggi.
Tapi, melihat Phiu nya tadi pergi, ia rasa semua akan urung di lakukan. Lalu dimana Rain dan Mhiu?
Embun mengedarkan pandangan, ini masih terlalu pagi untuk dua orang itu pergi ke luar.
"Mhiu mana, Mbak?" tanya Embun pada salah satu pelayan.
"Ada di halaman belakang, sedang menemani Tuan Muda di kandang hewan"
"Oh, makasih ya"
"Sama-sama, Nona muda" sahutnya lagi sambil menunduk sopan.
__ADS_1
Embun berjalan santai menuju tempat yang di beritahu pelayan barusan dan benar saja, ada dua orang kesayangannya disana sedang berjongkok di depan kandang besi yang cukup besar.
"Mhiu" panggil Embun yang kini sudah berdiri di belakang Biru dan Rain.
"Kak, ada apa, sayang?"
"Bum ko gak di panggil?" protes si tampan dengan bibir mengerucut.
"Pagi Rainerly" ledek Embun, dan ia langsung di balas oleh picingan mata dari sang adik yang malah membuat Embun tertawa.
"Bum-Bum!"
"Iya, ini Bum-Bum. Rain mah gak ada lagi ke pasar" bela Biru sambil memeluk putra semata wayangnya yang manja.
"Beli utel utel ya, Bum" sahut Biru yang ikut tertawa. Sedangkan Rain merengek manja karna terus di goda oleh dua wanita tersayangnya.
.
.
Tak ada yang mereka lakukan di ruang tengah kecuali menggoda Rain. Anak remaja yang baru menuju dewasa itu masih saja merajuk karna tak jadi jalan-jalan seperti yang sudah mereka rencanakan.
"Memang Phiu kemana? aku ketemu sih tadi cuma gak bilang apa-apa. Aku pikir Phiu ke kantor" tanya Embun.
__ADS_1
"Ada urusan mendadak di luar kota. Semoga tak terjadi apa-apa dan Phiu bisa cepat kembali" jawab Biru sambil ter senyum, sikapnya aneh karna sembari mengusap tangan sang putri.
"Abis pulang dari sana kita jalan-jalan kan, Mhiu"
"Iya, Rain. Eh, Bum-Bum maksudnya." kekeh Biru.
Embun yang merasa tiba-tiba tak enak hati akhirnya memilih kembali ke kamarnya. Tak ada yang ia lakukan juga di ruangan besar itu kecuali berguling di atas kasur sambil bertukar pesan dengan Shena. Embun tak menghubungi Keanu karna pria itu sudah memberi tahu akan kerja di pagi hari untuk mengganti hari liburnya saat Umma sakit kemarin.
"Andai punya pacar, nasib gue gak gini ya"
Embun melempar ponselnya, rasa jenuh mulai ia rasakan karna sudah menebak jika hari ini tak ada aktivitas apapun yang di lakukannya.
Tapi, Embun yang sedang menatap langit langit kamar di buat menoleh saat mendengar notifikasi pesan yang ia hafal karna suaranya berbeda dari yang lain.
"Abang! tumben chat, apa udah ngirim barang ya?" gumamnya sambil meraih dan membaca satu pesan yang di kirim Keanu.
.
.
.
Sayang, aku pergi ya!
__ADS_1