Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Sebuah alasan


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cheryl yang masuk kedalam kamar di temani oleh Rendra. Pasangan suami istri itu kini sedang berbaring di atas kasir berukuranh king size dengan posisi saling memeluk.


"Jangan terlalu di fikirkan, kesehatanmu jauh lebih penting, sayang" ucap Rendra sambil menciumi pucuk kepala sang istri berkali-kali. Hidup sendiri sejak remaja membuat pria itu begitu takut kehilangan Cheryl.


"Tapi aku tak bisa diam saja, Bi."


"Dari awal kita tahu, mungkin hal ini akan datang. Bukankah aku sudah memintamu untuk bersiap berbesar hati sejak saat kamu terus bersikeras tak mau membawanya ke panti asuhan" ucap Rendra yang membuat Cheryl menitikan lagi air matanya.


"Darinya aku tahu rasanya menjadi seorang ibu. Aku rela bertengkar dengan tetangga yang selalu gemas saat mencubit pipinya hingga menangis. Aku ikut sakit saat itu, Bi. Aku menyayanginya lebih dari apapun. Apalagi saat dokter memvonis ku tak bisa lagi memberimu keturunan karna kandungan ku yang lemah, sungguh hanya Nunu harapanku" lirih Cheryl sambil terisak sedih.


Rendra mengeratkan pelukannya, ia mengerti dengan apa yang di rasakan oleh istrinya. Kehidupan remaja mereka tak seindah orang lain. Keduanya kabur dari rumah karna masalah orang tua yang tak perduli. Hingga keduanya bertemu dan menikah secara mendadak, perlahan timbulah rasa nyaman dan tak ingin melepaskan karna memang saling membutuhkan.


"Bagaimana jika Keanu memilih orangtuanya? rumah ini akan sepi. Apa kamu akan bertahan denganku yang tak sempurna ini?" tanya Cheryl mendongak kan wajahnya.


"Hey, kamu bicara apa? mana mungkin aku pergi meninggalkanmu. Kamu wanita yang selalu ada untukku. Kamu yang bertahan di sisiku saat aku tak punya apa-apa. Kamu ingat, bagaimana aku harus bekerja keras untuk biaya hidup kita dulu di kontrakan satu petak?" balas Rendra yang di jawab anggukan kepala oleh Cheryl dengan derai air mata.

__ADS_1


Bayangan dua puluh tahun pun kembali menari di otak keduanya. Saat bagaimana mereka harus sepintar mungkin menyiasati uang yang mereka punya. Mulai dari kontrakan, makan hingga Keperluan Keanu. Rendra yang seorang pekerja keras dan Cheryl yang memiliki tingkat kehematan luar biasa akhirnya sedikit demi sedikit bisa bangkit. Tangan yang saling menggenggam adalah kunci sukses nya pasangan itu sampai detik ini.


.


.


.


Sementara di ruang makan masih ada Keanu dan Embun. Pria tampan itu masih senang menggoda buaya betinanya. Ia belum mengizinkan Embun pulang karna masih ingin bersama.


"Baru jam sembilan, ada tiga pulih menit lagi, Buy"


"Abang emang gak kuliah?" tanya Embun mulai mencari alasan lain.


"Kuliah, tapi gak sepagi biasanya. Kenapa?"


"Takut abang kesiangan, kan tadi pulang kerja juga."

__ADS_1


"Kalau Abang bangunnya kesiangan berarti lagi mimpiin kamu"


"Eh, ini kadal jantan minta di cium kayanya ya" kekeh Embun, pria yang dulu di anggap nya dingin dan acuh entah kenapa sekarang begitu hangat dengan rayuan.


"Jangan, peluk aja sini"


Keanu menarik tubuh Embun lagi, sepertinya ia mulai ketagihan mendekap Buaya Betinanya yang begitu harum.


"Tetaplah begini, aku tak butuh yang lain lagi" bisik Keanu yang membuat bulu halus Embun meremang. Suara lembut dengan napas hangat itu membuat Embun hanya bisa mengangguk kecil.


.


.


.


Terima kasih, sudah menjadi alasanku tersenyum....

__ADS_1


__ADS_2