
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Embun yang baru sampai di parkiran kampus langsung masuk kedalam gedung universitas. Langkah kakinya sedikit tergesa menuju kelas yang di mana pasti sudah ada shena dan Rista disana, dan benar saja jika dua shahabat Embun sudah duduk manis di kursinya masing-masing.
"Pagi, Buy" sapa Shena saat Embun mendekat lalu menarik kursinya.
"Pagi, sayang" sahutnya sambil terkekeh membuat Shena mencibir kearah gadis kesayangan keluarga Rahardian tersebut.
"Ris..." panggil Embun pada Rista yang duduk di depannya.
"Hem, kenapa?" sahut si manis dengan senyum kecil di ujung bibirnya yang merah muda karna lipbalm.
"Aku lagi chatan sama Keanu, mau titip salam gak? Oh ya, kamu udah sembuh? bukannya kemarin lagi sakit?" sambung Rista lagi.
Shena melirik kearah Embun dan Rista secara bergantian, ia juga menyenggol tangan Embun yang seolah tertegun saat mendengar ucapan Rista.
"Buy, kenapa? kemarin lo sakit" tanya Shena penasaran.
"Hem, enggak! kemarin agak kurang enak badan aja, tapi udah minum vitamin kok makanya sekarang udah jauh lebih baik" jelas Embun sambil tersenyum.
Belum sempat Shena menyahut, Dosen datang dan memulai kelas mereka.
.
__ADS_1
.
.
Tiga jam berlalu, Rista bangun lebih dulu dari duduknya ia pergi begitu saja tanpa mengajak Embuh dan Shena seperti biasa.
"Dia kenapa? dari pagi loh" ujar Shena, bingung dengan sorot mata kearah Rista.
"Mana gue tahu, lo yang dateng duluan" jawab Embun, ia mencoba menyingkirkan pikiran buruk yang sempat terlintas dalam benaknya.
Sampai dikantin pun Rista tetap acuh, hanya bersuara saat kedua temannya itu bertanya. Selebihnya akan diam seribu bahasa sibuk dengan ponselnya.
"Nanti malem kita kerumah Rista yuk, Bul" ajak Shena saat ia merasa tak nyaman dengan diamnya Rista juga Embun.
"Embun udah dateng, tinggal kamu yang belum" sahut Rista, dari nada bicaranya seolah ia tak ingin Embun datang cukup Shena saja.
Shena terus mengoceh, berharap suasana di antara mereka bertiga tak laku dan hangat seperti biasa. Embun yang biasanya pecicilan dan berisik entah kenapa hanya sesekali melempar senyum saja.
Jam kedua mata kuliah tiba, semuanya kembali masuk kedalam kelas. Embun yang sedikit melamun beberapa kali di tegur oleh dosen yang memperhatikannya.
Shena yang semakin curiga pun akhirnya menahan Embun saat jam kuliah selesai.
"Pada kenapa sih kalian berdua?" tanya Shena penuh selidik.
__ADS_1
Embun yang masih diam melepas tangan Shena. Ia melangkah keluar menuju parkiran mobilnya.
.
.
.
"Tunggu, Buy" suara Rista yang tepat di belakang Embun membuat gadis itu cepat membalikkan badan, padahal tangannya sudah siap membuka pintu mobil.
"Ada apa? ada yang mau di omongin?" tanya Embun.
"Iya, aku cuma mau kasih tau yang kedua kalinya sama kamu" ujar Rista dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Apa?"
"Aku Mencintai Keanu, kenapa kalimat itu kok kayanya susah banget nyampe di otak kamu sih Buy? kamu pinter kan, masa iya gak ngerti, gak paham, gak peka, dan gak sadar? atau emang kamu gak ngerti perasaan aku? kamu sengaja masih deketin Keanu padahal sahabat kamu ini suka lebih dulu, kenal lebih dulu sama Keanu!" tegas Rista penuh penekanan, ia juga menekan dada kiri Embun dengan jari telunjuk nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Terus aku harus apa? harus bilang WOW gitu?