Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Hargai aku


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Assalamu'alaikum"


Suara lembut namun ceria Embun membuat dua orang berlawanan jenis di meja makan harus menoleh secara bersama. Keanu yang kaget tentu langsung bangun dari duduknya, sedangkan Rista yang sedang menyiapkan makanan untuk Keanu hanya tersenyum simpul.


"Sayang--" tanpa pikir panjang pria itu tentu langsung datang menghampiri dan siap untuk memeluk, rasa rindunya sudah sangat meluap dalam dada.


"Diam disitu!" titah Embun sambil mundur satu langkah saat Keanu sudah merentangkan tangan.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Keanu, bingung.


Ia sepertinya lupa jika perempuan adalah masuk perasa yang memakai hati, berbeda dengan pria yang seolah semua memakai logikanya. Apa yang menurut Keanu biasa ternyata itu hal luar biasa bagi Embun.


"Kamu udah sampe rumah, dan gak bilang sama aku. Padahal aku nunggu kabar kamu. Tapi apa?"


"Maaf, aku ganggu acara makan kalian" Embun bicara dengan senyum kecewa, matanya yang merah sedang ia tahan untuk tidak mengeluarkan cairan bening.


Keanu yang baru sadar tentu langsung menoleh ke belakang. Rista, pasti gadis itu yang membuat wanita istimewanya merajuk seperti ini.


"Dengerin aku dulu, Yang"


"Aku pulang, aku datang cuma mau mastiin kamu sampai rumah dengan baik. Assalamu'alaikum"


Belum Embun memutar tubuhnya, ternyata Keanu sudah menarik tangan lalu pinggang gadis itu agar masuk kedalam dekapannya. Keanu memeluk dengan begitu erat, perasaannya mulai berkecamuk saat Embun tak juga membalas.


"Sayang, aku merindukanmu. Ku mohon jangan begini ya" bisik Keanu yang akhirnya membuat Embun tak kuat lagi menahan air mata.


Lama Keanu mendekap, sampai akhirnya Embun mendorong tubuh tinggi itu saat melihat Cherly datang.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Umma" sapanya yang langsung meraih punggung tangan wanita tersebut.


"Waalaikum salam, udah dari tadi?" tanya Cheryl dengan tak enak hati karna ia tahu apa yang terjadi dengan putra dan dua wanita yang kini ada di rumahnya.


"Enggak, baru sampe kok. Embun pamit ya, Umma"


"Loh, kenapa?" Cheryl bertanya namun dengan sorot mata kearah Keanu.


"Cuma mau mastiin Keanu udah sampai rumah aja, ternyata udah" jawab Embun dengan senyum manis seperti biasa.


"Nanti aja pulangnya, di luar mendung sebentar lagi pasti hujan. Gak baik bawa mobil saat hujan" cegah Cheryl, hatinya tentu sudah bisa menerima gadis itu, bukan karna memang baik tapi Keanu terus saja mendesaknya untuk memberi restu.


"Gak apa-apa, udah biasa. Pamit ya, Umma"


Cheryl bergeming, ia tahu ini bukan sikap Embun. Ia terus mencari jawaban dari Keanu yang malah menunduk kan kepala.


"Gak usah. Kamu pasti cape, lagi makan juga kan?" tolak Embun yang pergelangan tangannya terus di pegang erat Keanu, pria itu seolah tak berniat sama sekali melepasnya.


"Aku anter pulang! dan aku gak mau di bantah!" tegas Keanu tak main-main. Keduanya langsung keluar setelah berpamitan pada Cheryl.


Keanu berjalan satu langkah di depan Embun dengan tidak sama sekali melepas genggamannya. Rasa lelah ia kesampingkan lebih dulu demi gadis yang seharusnya kini sedang tersenyum bersamanya.


"Mana kunci mobilnya?" pinta Keanu saat di depan mobil mewah Embun.


Dengan susah payah Embun merogohnya, kemudian benda yang terdapat gantungan berbentuk love itu pun di serahkan pada Keanu.


Embun masuk kedalam kendaraannya setelah di buka kan pintu oleh Keanu.


Selama perjalan kerumah utama tak ada perbincangan diantara mereka, Embun diam tak mengeluarkan sepatah kata pun, begitu juga dengan Keanu yang tetap fokus pada jalan di depannya.

__ADS_1


.


.


Gerbang yang tinggi menjulang kini sudah terbuka, saatnya kereta besi sang Ratu Rahardian masuk kedalam garasi kedalam bangunan bak istana.


"Pulanglah, aku gak akan minta Abang mampir"


"Kamu gak kangen?" tanya Keanu tanpa menoleh, ia menyandarkan punggung dan kepalanya di jok mobil dengan mata terpejam.


"Lain kali kita bahas ini lagi" jawab Embun.


"Tapi aku kangen, Buy" lirih Keanu sambil menoleh.


"Nikmati saja sendiri, aku gak perduli"


"Kamu marah?" tanya Keanu.


"Aku gak ada alasan buat marah"


"Kamu cemburu?" kini pertanyaan Keanu memancing Sang Buaya untuk menoleh lalu menggeleng kan kepalanya.


.


.


.


Tentu, dan satu yang harus kamu ingat. Jangan terlalu dekat dengan siapapun, hargai aku yang masih mencoba bertahan untukmu.

__ADS_1


__ADS_2