Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Embun vs Rain


__ADS_3

"Lexa"


"Embun, senang bisa mengenalmu" balas sang Ratu Rahardian saat ia berkunjung ke kamar hotel tempat Tuan Lee menginap.


"Lebih senang saya, Nona. Biasanya saya hanya mendengar nama anda di sebut Tuan Muda berkali-kali tapi kali ini saya justru berkesempatan untuk bertemu anda"


"Mau apa si ganteng ini menyebutku terus menerus?" goda Embun yang berdecak pinggang di hadapan Keanu.


"Semua itu ku lakukan agar kamu mengingatku"


"Tanpa kamu menyebut namaku, kamu gak akan aku lupa, Bang"


Lexa menggigit bibir bawahnya, hari ini ia benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa pria yang ia harapkan begitu manis memperlakukan wanita yang di cintainya selama ini. Aaron Lee yang tiga tahun ia dampingi dalam suka dan duka seakan merasa dunia hanya milik mereka berdua saat Embun sedang bersamanya. Rasanya baru kemarin pria itu menangis sesegukan memukul dadanya sendiri jika sedang merindu tapi detik ini senyum itu begitu menghiasi wajah tampannya.


"Terima kasih kamu mau datang, semoga kamu bisa merasakan apa yang kami rasakan saat ini" ucap Keanu dengan Embun berada dalam rangkulan nya.


"Tentu, aku akan bahagia asal kamu berjanji untuk bahagia juga" jawab Lexa.


"Bahagiaku sederhana, cukup melihatnya tersenyum."


Ketiganya tertawa bersama, Embun bisa tahu ada rasa lain dalam tutur kata Lexa. Sorot matanya Lebih dari seorang asisten atau teman. Tapi Embun enggan mencecar Keanu dengan banyak pertanyaan di waktu menjelang hari bahagianya ini.

__ADS_1


.


.


.


"Umpetin kucing kamu, Buuuuuuuum!" teriak Embun saat lima kucing peliharaan sang adik keluar dari kandang.


"Dia seneng loh kalo banyak orang" sahut Rain sambil mengejar si popo, kucing hitam yang minggu lalu baru merayakan ulang tahunnya.


"Tapi besok ada acara lamaran, awas kalo sampe tuh kucing berkeliaran!" ancam Embun tak main main.


"Ya udah, Bum minta buat sewa penjaga" ucapnya sambil menadahkan tangan di hadapan si sulung.


"Ya udah, nanti Bum buka semua kandangnya. Biar besok lari lari muterin tamu" Rain balik mengancam dengan tangan melipat di dada.


"Astaga!!! nih anak bisa di masukin lagi gak sih ke dalam perut Mhiu? biar aku bisa jadi anak perempuan tunggal kaya raya!"


"Emang kakak mau ngurus perusahaan? pengen jadi anak tunggal?" tanya Rain.


"Eh iya! enggak jadi deh, gak apa apa punya ade maski tukang palak duit asal mau gantiin Phiu nantinya"

__ADS_1


Perdebatan dua anak itu di saksikan oleh orang tuanya, mereka saling pandang dengan tangan saling menggengam juga.


"Kamu beneran gak mau ambil alih perusahaan, kak?" tanya Sam, pertanyaan yang entah sudah berapa kali dilayangkan Sang Presdir Rahardian Group.


"Enggak, duit ku masih banyak. Di tambah nafkah dari Abang nantinya. Phiu jangan nambahin beban aku ya"


"Cih, kemarin sombong banget gak mau nafkah dari bang Nunu" sindir Rain.


"Kalo di transfer ya abisin lah. Itu beda cerita, yang penting kakak gak minta" balas Embun.


"Lalu kantor gimana? Phiu udah buatkan ruangan untukmu sesuai yang kamu ingin, Sayang" ucap Sam lagi.


"Biarin aja, nanti kapan-kapan Buy dateng numpang tidur disana. Kalau tidur doang di gaji gak?" tanya Embun polos.


Samudera membuang napas kasar, sedangkan Biru malah tertawa meliat ekspresi suaminya.


.


.


.

__ADS_1


Bee.... bikin anak lagi yuk...


__ADS_2