Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Kamar yuk..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tiga tahun bukan waktu yang cepat untuk Keanu dan Embun jalani. Perasaan yang terus tumbuh di iringi rasa rindu sungguh membuat hati terasa terkoyak pedih. Tak mau menerima kabar apapun ternyata tak membuat Embun lupa dengan sosok yang pria tampan yang di sebut nya malaikat saat pertama kali bertemu.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"


Seorang wanita langsung menjawab salam dan membuka pintu saat tahu ada tamu di depan pintu sana, siapalagi kalau bukan Embun yang masih sering berkunjung ke rumah berlantai dua milik orangtua Keanu.


"Ayo, masuk. Sudah Umma bilang kalau datang buka aja pintunya gak usah nunggu Umma bukain" ucap Cheryl yang hanya di balas senyum kecil dari Embun.


Dua wanita cantik beda usia itupun langsung masuk ke ruang makan, tempat dimana mereka bisa jadi diri sendiri. Sejak Embun tak ingin tahu tentang Keanu, Cheryl tak sekalipun menyinggung soal putranya. Ia akan membungkam mulut nya rapat-rapat seolah meski banyak yang ingin ia ceritakan apalagi saat pria itu sedang jatuh sakit jauh disana.


"Umma beli sayap ayam lagi?" tanya Cheryl saat ia melihat isi sebuah wajan di atas kompor.


"Hem, iya. Abi pengen goreng sayap ayam" jawab Cheryl dengan senyum di paksakan.


"Oh.."


Tangan cekatan Embun langsung sibuk dengan para bahan masakan, sayap ayam yang tadinya hanya akan di goreng saja justru berubah haluan menjadi masakan lain dan Cheryl membiarkan gadis itu melakukan apapun yang ia inginkan dalam dapur minimalisnya itu.

__ADS_1


Cheryl sesekali memperhatikan Embun yang menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Entah apa yang di rasakan gadis itu seolah ada sesak dalam dadanya.


"Umma, sampai satu minggu depan aku gak bisa kesini"


"Kenapa?" tanya Cheryl dengan kening sedikit mengkerut.


"Ada banyak acara yang harus ku urus"


"Umma akan rindu bertarung panci denganmu, Buy" ucap Cheryl yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.


Semenjak Keanu pergi dan pulang tak tentu waktu, hanya Embun teman bicara Cheryl. Dua wanita itu semakin dekat karna banyak bertukar cerita dan hal lainnya yang perlahan memberi rasa nyaman.


Meski tak pernah membahas soal Keanu, tapi tak membuat Keduanya kehabisan bahan obrolan, tak. jarang mereka juga pergi bersama menghabiskan waktu.


"Lakukan apapun yang membuat mu bisa tersenyum bebas. Doa Umma tetap sama, ingin selalu melihatmu bahagia"


"Makasih, Umma."


Menjelang sore, Embun pamit untuk pulang di tambah Rendra pun sudah kembali dari toko furniturenya.


"Terima kasih sudah sering menemani Umma ya" ucap Rendra setelah Embun mencium takzim punggung tangannya.

__ADS_1


"Iya, Bi. Aku punya banyak waktu kok buat sering kesini, asal kalian gak bosen aja"


Ketiganya pun tertawa lalu saling memeluk, Embun tersenyum lebar sambil melambaikan tangan sebelum masuk kedalam mobil mewahnya yang setiap tahun selalu ganti.


"Assalamu'alaikum, Umma, Abi"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"


Rendra dan Cheryl melepas kepergian Embun di depan pintu gerbang, sampai kendaraan itu tak lagi terlihat barulah mereka masuk kedalam rumah yang kini terasa begitu sepi.


"Kamar yuk, Umma" ajak Rendra dengan tangan masih merengkuh bahu sang istri.


"Duluan, aku mau beresin dapur dulu"


"Ayolah...." Rendra yang sedikit memaksa sambil menarik tangan Cheryl harus menoleh saat mendengar suara pintu terbuka.


.


.


.

__ADS_1


Hayo.... kalian mau apa?


__ADS_2