Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Nasib tiga pria


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi hari di Rumah utama.


Biru yang bertemu dengan Hujan di ujung tangga kebingungan dengan yang terjadi pada suami-suami mereka, pasalnya jam tiga pagi keduanya di bangunkan secara mendadak hanya untuk mengurus para pria itu yang terus mual dan muntah.


"Apa mungkin keracunan, Moy?" pikir Biru setelah ibu mertuanya menceritakan hal yang sama dengan yang ia alami juga semalam.


"Memang makan apa? kan cuma makan mie rebus, Bee"


"Hem, iya juga sih" Jawab Biru sambil manggut-manggut sendiri.


"Sam masih muntah?"


"Udah enggak sih, cuma semalam cukup parah sampai keluar keringat"


"Sama, PapAy juga gitu. Ya sudah, kita tunggu dokter datang saja ya. Biar tahu pasti kenapa mereka bisa kompak sakit begitu"


Biru hanya mengangguk, lalu kembali ke kamarnya untuk melihat kondisi sang suami yang tadi di tinggalkan dalam keadaan tidur.


Cek lek


"Bee, sarapan ya?" tawar Biru sambil mengusap kepala Samudera yang hanya menggeliat kecil di balik selimutnya.


"Mual, Bee. Kepalaku pusing"


"Tunggu sebentar lagi dokter datang ya, minum air hangat, mau?"


"Enggak, aku gak mau apa-apa. Maunya di peluk kamu" pinta Sam dengan suara lemas nya.

__ADS_1


Biru yang tak tega langsung meringsek naik keatas ranjang, ikut berbaring di balik selimut sembari mengelus sayang suaminya yang bagai anak kucing milik Rain.


.


.


Sementara di kamar sang Tuan besar Rahardian, ia yang di temani oleh Hujan masih berdiri di depan Wastafel untuk mengeluarkan semua isi perut yang sebenarnya hanya ada air dan cairan biasa sebab tak ada makanan yang bisa masuk kedalam perutnya sejak semalam.


"Lemes aku, Moy" keluh bayi buaya cengeng.


"Pasti gegara makan sayur nih"


"Entah, mual banget. Baru kali ini aku begini"


Hujan mengusap kening Air yang berkeringat, memang benar yang di katakan suaminya barusan. Ini jugalah yang di lihat Hujan untuk pertama kali. Air yang beberapa tahun ini sangat menjaga kesehatan paling hanya mengeluh sakit perut jika salah makan atau pusing sedikit jika sedang lelah. Hidupnya di buat sesimple mungkin karna tak ada lagi yang di pikirkan.Hidupnya sudah sangat bahagia bersama sang istri, anak dan dua cucunya.


"Istirahat ya, kita tunggu dokter datang. Sam juga belum keluar kamar"


"Tinggal lemesnya, sekarang lagi istirahat semoga kalian lekas sehat lagi ya"


"Aamiin moy, tapi ini rasanya luar biasa. Perut ku...perutku--- Oeeeeeekkkk"


.


.


.


Lain di rumah utama, lain juga di rumah sang besan Rahardian Wijaya. Ada Cheryl yang sedang menatap aneh suaminya.

__ADS_1


"Abi mau kemana, wangi banget?" tanya wanita itu sambil mengendus tubuh suaminya yang tampil berbeda pagi ini.


"Ke toko, kenapa? wangi ya?" jawabnya dengan bangga.


"Tumben, ganteng banget lagi. Abi gak macem macem, kan?" selidik Cheryl dengan tangan sudah berada di pinggang.


Rendra justru tertawa, ia menciumi wajah cantik alami istrinya yang tampak tak berbeda jauh kecuali lebih dewasa dari dua puluh lima tahun sebelumnya.


"Bagus dong ganteng, biar bangga pas di gandeng"'


Rendra merangkul bahu Cheryl menuju ruang makan untuk sarapan, hari ini jadwalnya cukup sibuk karna harus mengecek toko yang baru di buka satu minggu lalu.


" Umma masak apa?"


"Cuma nasi goreng, Badanku cape banget bekas semalam." keluh Cheryl.


.


.


.


.


Hem, maaf ya Umma. Akhir akhir ini bawanya pengen nambah ibadah terus...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Abi soleh ku kebagian yang enak 🤣🤣🤣

__ADS_1


Yang dua onoh laknat sih 😆😆😆


kalo bertiga kumpul seru gak ya?


__ADS_2