Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Masih menarik hati...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ceklek...


Keanu membuka pintu kamar Tuan Lee setelah ia mengetuknya beberapa kali, Ia baru berani melangkah saat di persilahkan.


"Kakek"


"Sudah ke makam orangtuamu?" tanya Tuan Lee.


"Sudah, Kek" jawab Keanu sambil terus berjalan mendekat, pria tampan rupawan itu lalu duduk di sisi ranjang dekat sang kakek yang bersandar di punggung ranjang.


"Kek, bisa ceritakan semuanya padaku? aku ingin tahu bagaimana aku bisa ada di rumah kosong itu" pinta Keanu, ia memang akan selalu uring uringan saat pulang dari makam orangtuanya, dan itu bukan terjadi sekali.


"Sakit rasanya jika harus ingat hal itu lagi, Ar" lirih Tuan Lee, matanya terpejam dengan hembusan napas berat.


"Maaf, tapi aku hanya ingin tahu."


"Kakek mengerti perasaanmu. Rasa ingin tahumu cukup besar" ucap Tuan Lee sambil meraih tangan cucu satu-satunya tersebut.


"Kamu hanya korban dari keserakahan orang-orang yang gila harta, Ar"


Keanu menunduk, Kakeknya benar-benar tak pernah mau cerita lebih detail tentang orangtuanya membuat Keanu akhirnya pasrah untuk menutup mata tak lagi bertanya. Mungkin ada luka yang sudah sangat rapih ditutup pria baya itu sampai enggan mengulik nya lagi.

__ADS_1


"Aku pulang besok, Kek. Tak apa 'kan aku tinggal lagi?" tanya Keanu yang sebenarnya berat hati, ada rasa tak tega jika harus mendengar keluhan rindu keluar dari mulut kakeknya.


"Tak apa, tapi sebisa mungkin pulang lah jika ada waktu dan ajak calon cucu mantu kakek kemari"


"Iya, Kek"


Keduanya hanya melakukan perbincangan kecil di dalam kamar sebelum akhirnya Keanu pamit keluar karna Abinya menelepon.


.


.


.


Esok tiba, kini saatnya Keanu pulang ke ibu kota karna tugas kuliahnya sudah sangat menumpuk, tapi itu tentu tak sebarapa di banding rasa rindunya pada sang Embun. Berbeda dengan awal kedatangan ke kota A dengan pesawat pribadi Rahardian, kini Keanu justru pulang pergi dengan helikopter milik perusahaan Ar Media Group. Ia tak pernah menyangka hidupnya akan berubah seratus delapan puluh derajat. Rasa khawatir, takut dan tak ingin tahu tak bisa ia hindari saat seorang pria kebanggaannya berkata


Entah ikhlas seperti apa yang harus keanu berikan untuk sadar diri jika ia bukan anak kandung dari Umma dan Abinya, dua orang asing yang ternyata begitu berjasa dalam hidupnya selama ini.


Perjalanan yang cukup panjang pun akhirnya sampai di rumah orang tuanya, sebuah bangunan yang selama lima belas tahun di huninya setelah pindah dari kontrakan petak.


"Assalamu'alaikum" sapa Keanu saat masuk.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh"

__ADS_1


Keanu mengernyit dahi saat ia mendengar sahutan justru dari suara dua wanita yang jelas ia hapal siapa mereka.


"Gantengnya Umma sudah pulang, kamu pasti capek" ucap Cheryl menyambut kedatangan sang putra kesayangan yang tubuhnya lebih tinggi darinya.


"Iya, Umma." jawab Keanu yang justru kedua matanya melirik dingin kearah seorang gadis berdiri sambil tersenyum di sisi meja makan.


"Hai, Key. Udah lama banget gak ketemu. Aku chat atau telepon pun sering tak di angkat. Ke gudang pun kamu sering tak ada" keluh Rista dengan tatapan penuh kerinduan pada sosok pria cinta pertamanya.


"Aku sibuk, Ris" jawab Keanu singkat. Ia menarik kursi meja makan dan itu langsung di lakukan juga oleh Rista.


"Aku dan Umma sudah masak menu makanan kesukaanmu, masih suka sayap ayam, kan?" tanya Rista yang masih mencoba menarik hati Keanu.


"Ya, Aku suka makan sayap ayam atau apapun itu kecuali satu hal" tegas Keanu.


"Apa?" tanya Rista.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Makan temen sendiri..


__ADS_2