
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Oeeeek---"
Embun bangun setelah ia mendorong suaminya yang masih menyatukan tubuh mereka. Ia berlari langsung ke kamar mandi tanpa memakai apapun di badannya.
Semua yang ada dalam perut Embun tumpah semua ke wastafel, keringat dingin yang membanjiri keningnya di hapus oleh Keanu yang ikut menyusul ke kamar mandi.
"Sayang, kamu sakit?" tanya Keanu panik.
"Entah, Bang. Aku mual banget"
Dirasa tak ada lagi yang harus di muntah kan Keanu langsung menarik tubuh lemas sang istri untuk ia peluk sambil di ciumi pucuk kepalanya penuh sayang.
"Aku bantu membersihkan dirimu ya"
"Abang kan belum--?"
"Gak apa-apa, liat kamu kaya gini mana bisa aku mikirin pelepasan, Yang" ucap Keanu penuh pengertian
Keduanya segera membersihkan diri, lalu berpakaian rapih karna tak lama lagi masuk jam makan malam dan biasanya Tuan Lee akan ikut ke ruang makan jika ada Embun berbeda jika hanya berdua saja dengan Keanu.
"Yakin mau turun?"
"Iya, aku gak apa-apa kok. Gak enak sama Kakek, Bang" sahut Embun yang sudah menurunkan satu kakinya dari ranjang.
Keanu tak bisa melarangnya lagi, meski sepuluh menit lalu wanita cantik itu mengeluh pusing dan sangat mual.
__ADS_1
Embun berjalan sambil memeluk Sang suami menuju ruang makan, Kakek yang ternyata sudah ada disana pun sedikit terkejut.
"Embun, kenapa?"
"Gak apa-apa, sedikit pusing aja Kek" sahut Embun sambil duduk setelah Keanu menarik kursi untuknya.
"Istrimu pusing dan kamu diam saja, Ar?!" ucap kakek melirik kearah cucu semata wayangnya.
"Udah istirahat, Kek. Mau ku bawa ke dokter belum mau" jawab Keanu sedikit membela diri.
"Tak perlu kamu bawa, cukup minta dokter untuk datang!" tegas kakek sedikit kesal.
Embun langsung memegang tangan pria baya itu meyakinkan sang tuan besar Lee jika keadaannya baik baik saja, tak perlu sama sekali ada yang harus di khawatirkan tapi kakek tetap bersikeras meminta cucu mantunya di periksa, ia pun langsung meminta orang kepercayaannya untuk memanggil dokter pribadi keluarga.
Keanu dan Embun hanya pasrah, percuma juga untuk menolak kemauan kakek yang memang terlihat sangat khawatir.
"Kakek makan yang banyak ya."
"Aku siapkan dulu" ucap Embun yang langsung melayani kakek dan suaminya secara bergantian. Embun tak perlu belajar banyak hal mengenai bagaimana mengurus suami karna ia sudah terbiasa sejak kecil melihat bagaimana Mimoy dan Mhiunya begitu sangat berbakti pada pasangan mereka.
Ketiganya makan begitu lahap begitu pun dengan Embun meski sesekali harus di selingi dengan air putih hangat agar tak mual.
"Lagi, Bang?" tawar Embun saat melihat makanan di piring suami sisa sedikit.
"Cukup, aku kenyang"
Belum sempat mereka beranjak dari ruang makan dokter pun datang. Embun menyambutnya dengan ramah dan sopan seperti biasa.
__ADS_1
"Silahkan lakukan pemeriksaan, kakek tunggu hasilnya di kamar" ucap Tuan Lee setelah mereka sedikit berbasa basi.
"Iya, kek. Doakan aku baik baik saja. Aku hanya sedikit lelah"
"Semoga, Nak"
Tuan Lee di bawa orang kepercayaannya menuju kamar pribadinya sedangkan Dokter diajak langsung menuju kamar Embun dan Keanu.
Di dalam sana Wanita yang memakai jas putih itu sudah menyiapkan segala keperluannya untuk memeriksa termasuk memintanya Nyonya Lee itu untuk berbaring.
"Keluhannya hanya pusing dan mual?" tanya dokter pribadi Lee.
"Iya, baru tadi sore, tapi ku anggap itu biasa karna siang tadi baru sampai dari ibu kota" jelas Embun.
"Oh, habis perjalanan jauh juga?"
Embun langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Tekanan darahnya normal, Nyonya. Semua juga baik, tapi---"
"Tapi apa, Dok?" tanya Keanu saat dokter wanita itu menggantung ucapannya dengan tangan sedikit menekan perut sang istri yang juga terlihat kebingungan.
.
.
.
__ADS_1
Lebih pastinya, silahkan datang kerumah sakit ya, Tuan. Nanti saya buatkan jadwal untuk bertemu langsung dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi..