Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Sayap ayam


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Air yang berada di atas ranjangnya sedang sekuat tenaga menahan tawa karna pria itu takut Embun bangun dari tidurnya yang terlihat begitu sangat lelap.


"Apa sih, kak?" tanya Hujan yang duduk di kursi meja rias sambil memainkan ponselnya.


"Bul-Bul dapat chat, aku yang bales Moy" sahut Air di sela gelak tawanya.


"Jangan suka macam-macam, Kak. Itu kan ponsel Embun" ucap Hujan mengingatkan, tapi Air hanya tersenyum kecil.


Embun bergeliat pelan, ia tertidur di kamar papAy dan MiMoynya karna sedang merajuk pada Biru. Jadilah Air yang membalas pesan dari Keanu saat pria itu pulang bekerja.


"Cantik, papAy cuma harap kamu selalu bahagia ya. Lakukan apapun yang bisa bikin kamu selalu tersenyum" Air terus saja mengelus kepala Embun yang sedang terbuai mimpi. Kasih sayangnya pada siang cucu tak terbatas. Di banding Rain, Embun memang lebih dekat dengannya. Bahkan Air sengaja membeli beberapa saham perusahaan yang sengaja untuk Embun kelak di masa depannya nanti.


.


.


.


Lain dirumah utama yang mewah dan megah, lain juga di rumah sang kurir paket yang sederhana namun tetap hangat. Keluarga penuh cinta dan kasih sayang itu sedang berkumpul di halaman samping usai sarapan di hari libur.

__ADS_1


Rendra sedang sibuk memberi makan ayam-ayam peliharannya, tak lupa ia juga membersihkan beberapa kandang burungnya yang tergantung di depan rumah.


"Hari ini mau kemana, Nu?" tanya Cheryl.


"Gak kemana-mana, Umma mau kemana?" Keanu malah balik bertanya.


"Antar Umma ke pasar ya"


"Iya, Nunu selesai in cuci motor dulu" sahut si bujang tampan yang dua puluh tahun lalu di temukan di dalam dus rumah kosong.


"Pake mobil aja, pake motor panas" timpal Rendra yang sedari mendengar perbincangan anak dan istrinya.


Wanita berusia tiga puluh delapan tahun itu memang tak seperti ibu dan anak jika sedang jalan berdua dengan Keanu, tubuhnya yang mungil membuat siapapun akan mengira mereka sepasang kekasih atau kaak dan adik.


Rendra hanya tersenyum kecil, istrinya tak pernah berubah sejak mereka menikah secara mendadak di kantor kepala desa malam itu.


.


.


Usai memandikan si putih, kendaraan roda dua milik Keanu yang ia beli dengan hasil tabungannya dari uang jajan saat SMA dulu, ia pun bergegas mengantar Cheryl ke pasar modern dekat rumah. Sepanjang jalan mereka terus di sapa entah oleh ibu ibu atau juga para gadis dari yang beli hingga dewasa.

__ADS_1


"Umma tuh bosen, dari jaman kamu bayi begini terus" oceh Cheryl, bayangan saat membawa Keanu bermain atau ke posyandu telintas lagi di benaknya.


"Umma yang sabar ya punya anak ganteng" kekeh Keanu yang masih mengendarai motornya.


Sampai di jalan raya, Keanu menambah kecepatan motornya karna hari minggu memang jauh terasa lebih lengang dari biasanya. Hingga lima belas menit berlalu, keduanya pun sampai di pasar yang di tuju.


"Nunu tunggu disini ya, gak apa-apa kan?" ucap Keanu saat sampai di parkiran motor.


"Gak apa, Umma cuma mau beli sayap ayam aja sama beberapa sayuran" jawab Cheryl yang di balas anggukan dan senyum simpul dari putranya.


Keanu berjingkrak dalam hati, karna sayap ayam memang makanan kesukaannya selama ini dan wajib ada setiap hari.


Ia yang menunggu di parkiran sambil memainkan ponsel pun harus di kejutkan oleh sapaan seorang wanita.


.


.


.


Nu, disini juga?

__ADS_1


__ADS_2