
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Assalamu'alaikum"
Embun mengucap salam di depan pintu rumah Keanu, hatinya lega karna motor dan mobil si penghuni rumah itu berjejer di garasi menandakan si pemilik ada di dalam.
"Waalaikum salam"
Rendra yang sedikit terkejut melihat Embun langsung mempersilahkan masuk dan meminta gadis itu menunggu di ruang tamu sedangkan Rendra memanggil putranya di kamar.
Cek lek
"Ada apa, Bi?"
"Ada Embun dibawah, temui dulu sana" jawab Rendra memberi tahu maksudnya datang ke kamar Keanu.
"Embun? ada apa ya, kok kesini gak bilang Nunu"
Keanu lekas turun ke lantai bawah, ia yang hanya mengenakan kaos hitam dan celana pendek selutut benar-benar terlihat santai tapi tak mengurangi ketampanannya.
"Buy---Sayang" seru Keanu dari arah tangga.
"Kok gak bilang mau kesini, Ada apa?" tanya Keanu.
"Gada apa-apa, kamu udah makan?"
Keanu menggeleng cepat, perutnya memang belum terisi apapun karna memang tak ingin makan apa-apa hari ini.
__ADS_1
"Aku masakin ya, aku bawa sayap ayam"
"Kamu mau ngajakin aku terbang?" sahut Keanu sambil terkekeh.
"Hahaha, Boleh. Yuk kita terbang" ajak Embun
"Kemana?" goda Keanu.
"Awang-awang, eh... enggak deh. Kita ke KUA aja"
Keduanya tertawa, Keanu lupa dengan rasa sedihnya saat Embun datang. Gadis cantik itu benar-benar tahu caranya menghibur meski hanya dengan candaan receh.
"Umma ada?"
"Ada di kamar, yuk kesana" ajak Keanu yang di balas anggukan kepala.
"Assalamu'alaikum, Umma" sapa Embun yang berjalan satu langkah di belakang Keanu.
"Waalaikum salam"
"Umma sudah baikan?" tanya Embun basa basi.
"Ya, sudah jauh lebih baik."
"Embun buatkan makan untuk kalian, Umma tak boleh telat makan harus lekas sembuh, Ok"
Cheryl mengulas senyum, ia tak bisa berkata apa pun pada gadis itu selain mengucapkan banyak Terima kasih, sudah di perhatikan saja rasanya cukup senang.
__ADS_1
.
.
.
Dengan tangan yang sangat cekatan Embun mengolah semua bahan makan dan bumbu yang pasti akan menjadi nikmat di lidah. Ia memang jarang sekali turun ke dapur tapi bukan berarti lupa dan tak bisa. MiMoynya yang memang tak bisa masak sejak dulu hanya menggandalkan Mhiunya saja untuk di dapur tapi itu ia lakukan saat remaja karna ketika masuk kuliah ia tak lagi sempat melakukan hal menyenangkan tersebut.
Deretan panjang kekasihnya saja sudah membuatnya pusing, tentu Embun tak ada waktu untuk berperang dengan wajan warna warni milik Ammanya yang masih tertata rapih di dapur bersih.
"Aku gak nyangka kamu bisa masak seenak kemarin, Buy" ucap Keanu yang malah memeluk Embun dari belakang saat gadis itu sedang mencuci bekas masaknya.
"Aku bisa segalanya, Bang" kekeh Embun membanggakan dirinya sendiri.
"Baguslah, tapi aku tak pernah menuntut apapun pada istriku jika aku menikah nanti" bisik Keanu tepat di telinga Embun, ia tentu sampai merinding geli karna napas hangat Keanu.
"Wanita punya kodratnya masing-masing. Lagipula jika bisa dikerjakan bersama aku rasa itu jauh lebih baik, Kan?" sahut Embun, hidung Keanu malah bermain di leher jenjangnya dan itu sontak melemaskan tubuh Embun.
"Ya, apapun jika di kerjakan bersama memang indah, Sayang"
"Abang mengatakan semuanya padaku, Abang serius kah dengan hubungan ini?" tanya Embun.
.
.
.
__ADS_1
Perihal kita, aku tak pernah bercanda atau main main. Membahagiakanmu selalu ku usahakan dengan serius sedang mendoakanmu selalu ku panjatkan dengan tulus.