
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Silahkan masuk, Tuan. Anda sudah di tunggu di dalam"
"Terima kasih" sahut Rendra yang langsung masuk saat ia sudah di buka kan pintu oleh pria berjas hitam yang menyambutnya di lobby perusahaan Rahardian Group.
Rendra menghentikan langkahnya sejenak saat Samudera bangun dari kursi kebesarannya. Keduanya saling melempar senyum terbaik mereka..
"Maaf, saya terlambat" ucap Rendra sedikit tak enak hati.
"Tak apa, anda pastu sibuk di toko."
"Ya, hari ini ada banyak barang yang masuk"
Rendra dan Samudera duduk saling berhadapan di sofa ruang kerja sang direktur utama. Tempat yang begitu megah dan mewah sampai Rendra merasa tak pantas berada di sana.
"Bagaimana? bisa kita bertemu dengan Tuan Lee esok hari?" tanya Sam memastikan karna sebelumnya mereka hanya berbicara lewat sambungan telepon saja.
"Jam berapa kita berangkat?" Rendra balik bertanya karna belum bisa menjanjikan apapun. Baginya ini sungguh sangat mendadak dan berharap hanya mimpi semata.
__ADS_1
"Usai makan siang, saya tunggu di bandara"
Rendra hanya tersenyum kecil, sulit baginya ia mengiyakan ajakan pria yang tak lain adalah ayah dari gadis yang di cintai putranya.
"Saya paham perasaanmu. Ini tentu tak sulit karna keluarga kami pun pernah ada di posisimu. Tapi percayalah jika Tuan Lee adalah orang baik dan tak mungkin melakukan hal di luar batas. Ia yang hidup sendiri tentu Keanu lah harapannya. Saya yakin, ada banyak hal yang ingin di sampaikan Tuan Lee pada Keanu nantinya"
Rendra mengangguk paham, ia tentu sadar jika sesungguhnya tak baik mempertahankan yang sebenarnya bukan miliknya. Ada yang jauh lebih berhak atas anak itu yaitu keluarga kandung Keanu.
Sesayang apapun ia pada sang putra, darah tentu jauh lebih kental.
"Bagaimana saya bisa membuat istri saya lebih berbesar hati, sedangkan kami tak memiliki anak selain Keanu. Hatinya pasti hancur jika Keanu di ambil oleh keluarganya" lirih Rendra, istrinya tentu yang paling utama ia pikirkan.
"Tapi bagaimana jika Keanu yang ingin pergi? sedangkan syarat dari Anda Keanu harus mrmbawa keluarga aslinya" tanya Rendra yang kini sorot matanya begitu lain.
"Saya mohon maaf untuk ini, jika saya tak tahu mungkin semua berjalan dengan baik-baik saja. Tapi semua terlanjur terkuak, Keanu harus jelas saat bersanding dengan putri saya. Ada nama dan orangtua lain yang akan di ucapkannya saat mengikrarkan janji suci kelak" tegas Samudera tak main-main.
Rendra menghela napas berat, memang benar yang di katakan Samudera jika Keanu pasti memiliki nama asli yang ia dan istri tak tahu terlebih ada nama orang tua juga yang tak kalah penting saat mungkin saja hari sakral itu tiba.
"Semua terasa berat, maju salah mundur pun tak bisa" ucap Rendra setelah membuang napas kasar.
__ADS_1
"Semua pasti baik baik saja. Tak perlu ada yang harus kalian khawatirkan"
"Saya pun berharap begitu. Baiklah kita bertemu besok siang di bandara" pamit Rendra sambil bangun dari duduknya.
Samudera tentu melakukan hal yang sama, ia juga membalas uluran tangan pria yang tak lain calon besannya sendiri.
"Saya permisi, selamat siang, Tuan"
"Ya, selamat siang juga dan sampai bertemu esok"
Belum keduanya melepas jabatan tangan, mereka harus di kagetkan dengan suara pintu terbuka.
.
.
.
Phiu.....
__ADS_1