
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Astaghfirullah, itu manusia yang kamu pacarin Buy?" tanya Keanu benar-benar terkejut saat mendengar pengakuan gadis di sebelahbya tersebut.
Plaaaak..
"Bukan! anak tuyul" jawab Embun ketus karna rasa malu yang ia rasakan.
Keanu tertawa sebab ia kaget dan lucu meski tak heran memang jika Embun bisa melakukan hal tersebut, selain cantik dan kaya gadis itu baik hati juga tak sombong. Embun berbeda dengan gadis kaya raya lainnya yang terkadang berlaku seenaknya pada orang lain karna merasa beruang.
"Jahara sekali anda abang kurir paket!"
Tawa Keanu semakin pecah, apalagi saat Embun merengek manja meminta pria itu berhenti meledeknya.
"Stop ketawa gak?"
"Aw... aw... Iya ampun! Buy" tawa Keanu kini berganti menjadi jerit kesakitan karna tangannya di gigit oleh Embun.
"Sakit kan? sini aku tiupin" Embun menarik tangan putih Keanu untuk ia tiup bekas gigitannya barusan.
Huft... huft... huft...
"Masih sakit gak?" tanya embun sedikit khawatir karna bekas giginya jelas terlihat di kulit putih Keanu.
"Enggak, dingin" sahutnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Plaaaak...
"Kok di pukul lagi?" protes Keanu karna ia masih ingin menikmati raut wajah menggemaskan Embun yang merasa kasihan padanya.
"Nyebelin ah!"
Keanu mengusap kepala Embun dengan sangat lembut, keduanya tersenyum tanpa saling berkata apapun meski ada begitu banyak yang ingin mereka ungkapkan.
"Aku pulang ya, gak enak udah malam" pamit Keanu yang tak di jawab oleh Embun.
"Besok pagi aku akan meneleponmu" tambahnya lagi, tapi Embun tetap bergeming.
"Kenapa? gak mau di tinggal Abang ganteng ya?"
Astaga! cium boleh gak sih!!!!
Kini Embun lah yang balik tertawa, Raut takut Keanu tak sedikitpun mengurangi ketampanannya.
"Pulang lah, tapi janji pagi nanti menelepon ku, Ok"
"Iya, aku akan membangunkan mu dari mimpi yang terlalu indah"
"Mana mungkin, mimpi indahku kan kamu, Abang paketek" jawab Embun sambil terkekeh.
Ia menghukum Embun dengan mencubit kecil hidung mancung sang Ratu Rahardian, lalu bangun dari duduk sambil memakai jaketnya untuk menahan rasa dingin udara malam saat membelah jalan raya ibu kota yang ramai lancar.
__ADS_1
"Aku pamit, masuk dan istirahatlah" pesan Keanu yang sudah bersiap kearah garasi tempat motornya terparkir.
"Iya, hati hati di jalan. Dan...."
"Dan apa?" tanya Keanu.
"Bersabarlah untuk satu bulan." ujar Embun.
"Aku tak menyuruhmu melakukan hal itu, Buy. Jika kamu suka menjalankannya aku tak masalah. Tapi maaf, aku tak akan mengajakmu untuk main keluar lagi" tegas Keanu, sebagai laki-laki ia pun tentu tak ingin pacarnya pergi dengan orang lain.
"Itulah, makanya Buy minta Abang buat tunggu satu bulan. Biar Buy bisa putusin semua tapi satu satu ya gak bisa semuanya sekaligus" kata Embun.
Keanu yang sudah berdiri hanya tersenyum simpul, ia mengangguk kan kepala tanda pasrah untuk ikut dengan kemauan Embun. Keanu yang sebenarnya bingung antara senang atau tak enak hati hanya bisa menyerahkan semuanya.
"Boleh aku tanya?"
"Tanya Apa Abang Paketek" sahut Embun.
"Kenapa harus satu satu?" tanya Keanu, ia benar benar di buat penasaran dengan Embun yang di rasa sungguh sangat luar biasa.
.
.
.
__ADS_1
***Kan Buy harus ikutin urutannya biar adil, Bang
Dari satu sampe sembilan itu Buy lupa siapa aja***!!