Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Kemarahan Cheryl.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Umma, bisa kita bicara berdua di kamar?" ajak Rendra pelan pada istrinya. Tentu itu membuatCheryl maupun Keanu bingung.


"Apa tak bisa disini saja, Umma sedang menemani Nunu makan" sahut Cheryl mencoba menolak.


"Ini urusanmu denganku, ada saatnya juga Nunu tahu tapi tidak sekarang, Umma" balas Rendra.


"Aku? ada apa denganku?" Tanya Keanu semakin bingung karna tampang Abinya yang biasa begitu hangat penuh senyum wibawa kini justru dingin dan khawatir, ada juga gurat takut di sana yang bisa sangat jelas di lihat oleh Keanu.


"Abi tak bisa mengatakannya sekarang. Tapi nanti kita bicarakan bersama ya" sahut Rendra mengusap lembut kepala putranya, Keanu lah yang membuat rumah tangganya selalu utuh selama ini.


Rendra masuk kedalam kamarnya lebih dulu, ia hempaskan bo kongnya di tepi ranjang sambil menunggu Sang istri datang. Rendra pun sedang mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan Cheryl lakukan, seperti menangis atau mungkin mengamuk tak Terima.


Cek lek..


Cheryl melangkah santai menghampiri pria yang menikahinya tengah malam waktu itu, ia duduk di sisi Rendra dengan perasaan yang teramat penasaran.


"Ada apa, Bi? apa ada masalah di toko?" tanya Cheryl menebak masalah yang sedang di hadapi oleh sang suami karna memang biasanya tak pernah jauh dari perkara penjualan, untung, rugi dan nakalnya karyawan tentu sudah biasa mereka bicarakan.


"Toko baik-baik saja. Bahkan tadi pagi ada beberapa pembeli" sahut Rendra sambil meraih tangan istrinya.

__ADS_1


"Terimakasih sudah merawat ku dan Nunu dengan baik selama ini dengan tanganmu sendiri, Umma"


Cheryl mengernyitkan dahi, jarang sekali pria itu berkata manis jika bukan diatas ranjang menjelang tidur. Rendra bukan type laki-laki romantis, ia cenderung lebih memilih bertindak langsung di banding merayu.


"Ada apa, Bi. Itu tugasku, jangan berterima kasih" balas Cheryl.


"Ada yang ingin ku bicarakan, dengarkan baik-baik ya, Sayang. Jangan dulu memotong ucapanku jika belum selesai. Paham!" Rendra menarik napas setelah ia memberi peringatan keras karna ia tahu Cheryl seringkali menyelak ucapannya jika sedang marah.


"Bicaralah, aku akan mendengarnya"


Rendra membuang napas kasar, bohong rasanya jika semua ini tak menyesakkan dada. Bahkan kepalanya seolah hampir pecah saat ia membayangkan Keanu yang mungkin saja memihak pada keluarga kandungnya.


"Abi sudah tahu siapa keluarga Nunu yang sebenarnya, Abi harap Umma bisa berbesar hati"


Bagai di hantam ribuan suara halilintar Cheryl langsung lemas seakan tak bertulang, tubuhnya limbung jika Rendra tak menahan bahunya.


"Apa maksud Abi? keluarganya hanya kita. Hanya Umma dan Abi, tak ada lagi" teriak Cheryl sambil menangis.


Rendra langsung memeluk istrinya untuk di coba di tenangkan karna ia takut Keanu mendengar teriaka Umma nya.


"Sabar dulu, sayang. Aku belum selesai"

__ADS_1


"Aku tak ingin mendengarnya, cukup Bi!" lanjut Cheryl masih dengan teriakan kerasnya.


Kali ini Rendra tak marah saat sangat istri menaikan nada bicaranya, ia paham betul apa yang sedang dirasakan Cheryl kali ini. Ia justru membiarkan bidadari hatinya itu menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.


"Sudah ku bilang, jangan mencari tahu apapun tentang putraku. Bukankah kamu tahu, jika selama ini aku tak bisa memberimu keturunan, Bi. Jika Nunu pergi dan memilih keluarganya lalu kita dengan siapa? Apa Abi tak memikirkan hal itu. Aku belum siap berhenti menjadi seorang ibu" lirih Cheryl yang terus saja terisak.


"Bukan aku, Umma. Akupun sama terkejutnya sepertimu" jawab Rendra, Cheryl yang mendengar pejelasan sang suami tentu langsung menatap pria itu dengan aneh, ia hapus air matanya seraya berucap....


.


.


.


.


Siapa yang sudah berani mengusik keluarga kita, akan ku patahkan lehernya dan ku sobek mulutnya sekarang juga!!!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Si tutut lagi cari perkara 🤣🤣🤣

__ADS_1


Sini Tut, ngumpet di dalem daster gue, di jamin adem semriwing 😆😆😆


Gak bakal ketauan, keh... asal noh emak emak kaga berisik aje oey.. 😂


__ADS_2