Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Alasan!!


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Cek lek...


Embun yang baru pulang dari rumah sakit langsung masuk kedalam kamar papAy dan MiMoynya, Pasangan baya yang baru saja ingin berbumbu di sofa akhirnya menoleh.


"Buy..."


Embun tersenyum simpul sambil terus melangkah mendekat. Sebaik apapun ia menutupi masalahnya ia tahu, jika sang Buaya cengeng pasti akan menebaknya dan itu pasti akan tepat sasaran.


"Putus cinta?" goda Hujan.


"Orang jomblo, apa yang putus cinta" timpal Air sambil terkekeh.


"Di tolak?" sambung Hujan lagi.


"Sepertinya yang ini benar, Moy"


"Aaaaaaa... kalian jahat!!!" teriak Embun yang langsung berhambur memeluk Air dan Hujan.


"Kenapa pulang? gak nungguin pangeran bermotor putih?" tanya Air sambil mengelus kepala cucu kesayangannya.


"Orangtuanya sudah datang, pAy"


"Jaga bareng-bareng dong, sambil pendekatan sama calon mertua" kekeh Hujan yang malah membuat Embun membuang napas kasar.


Jika saja bisa, ia juga ingin melakukan hal tersebut. Tapi awal pertemuan saja ternyata membuat suasana tak nyaman meski Embun tetap berpikir jika semua itu karna rasa khawatir Orang tua Keanu. Hati ibu mana yang tak terluka saat melihat putranya terbaring lemah dengan beberapa luka lebam akibat pukulan.

__ADS_1


"Mau di buat apa si Rival?" tawar Air.


"Bikin jadi perkedel, pAy. Nanti Bul-Bul yang cincang, Ok" sahut sang Ratu Rahardian sambil menaik turunkan alisnya.


Air dan Hujan langsung tertawa sembari mencium pipi si mantan Buaya betina yang mempunyai sejuta pesona. Ia masih saja menggemaskan meski sudah beranjak dewasa.


.


.


.


#22.35.


Embun yang berbaring di atas kasur kamarnya masih berselancar di dunia maya untuk mengusir rasa bosan karna belum mengantuk. Semenjak hubungan ia dan Rista merennggang Room Chat Genk cetar jarang sekali aktif jika bukan Shena yang memulai obrolan, gadis itu memang tak tahu tentang masalah yang sedang di hadapi dua sahabatnya, sebuah cinta segitiga yang cukup melelahkan.


"Bahkan dia belum menghubungiku, padahal sudah berjanji" gumam Embun yang akhirnya meletakan si benda pipih mahalnya itu keatas nakas sembari mematikan lampu.


Tapi, baru saja ia terpejam sering ponsel membuatnta harus kembali membuka mata.


Calon pacar😍


Embun tersenyum lebar, dengan cepat ia menggeser si layar benda pipih untuk segera mengangkat telepon dari Keanu.


"Hallo, Bang"


"Waalaikum salam, Buy" sindir Keanu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum abang Paketek yang gantengnya maksimal gak perlu di liat dari ujung monas pake sedotan" ujar Embun sambil terkekeh, begitu pun dengan Keanu.


"Apa abang mengganggumu? maaf abang malah baru menghubungimu selarut ini" kata Keanu yang sebenarnya tak enak hati, tapi rasa rindu ternyata mengalahkan segalanya.


"Tak apa, apa orangtua abang masih disana?" tanya Embun.


"Sudah pulang, begitupun dengan Rista" sahut Keanu jujur padahal Embun sama sekali tak menyinggung soal sahabatnya itu.


"Sendiri dong, mau ditemenin gak?" goda Embun.


"Jika tak ingin, mana mungkin aku meneleponmu, Buy. Tapi jika kamu lelah tak apa. Aku tak akan memaksamu".


" Hem, mau banget di bikin lelah sama Abang "


Tawa kecil keduanya pun begitu renyah terdengar, obrolan pun mengalir begitu saja dengan berbagai topik pembahasan, Mulai dari yang penting sampai hal tak jelas mereka bincangkan.


"Sudah malam, tidurlah" kata Keanu berniat mengakhiri sambungan telepon.


"Hem, baiklah. Abang juga harus istirahat ya agar lekas cepat sembuh, karena....."


"Karena apa?" tanya Keanu saat Embun menggantung ucapannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Karna kamu akan menjadi alasan mandi wajib ku...


__ADS_2