
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tiga tahun berlalu, Keanu tak pernah menampakan lagi dirinya di hadapan Embun setelah hari itu, hari dimana ia pamit dengan senyum yang sampai detik ini masih begitu jelas di pelupuk mata Embun.
Semua kenangan mereka simpan dengan rapih di relung hati masing-masing. Tak saling mencari tahu adalah alasan mengapa sampai detik ini keduanya begitu dalam memendam rasa rindu.
Keanu, pria tampan yang memilih pergi ke kota A untuk tinggal bersama sang kakek itu kini bukan lagi seorang mahasiswa, ia sudah lulus dari Universitas barunya dengan nilai terbaik yang pastinya membanggakan keluarga. Kini tanggung jawabnya jauh lebih besar saat Tuan Lee sudah menyerahkan secara penuh perusahaan padanya. Gelar Direktur Utama pun kini sudah jelas ada di atas meja kerjanya dalam ruangan yang begitu mewah.
"Selamat pagi, Tuan" sapa ramah Lexa, asistennya yang selama ini begitu setia mendampingi Keanu dalam keadaan apapun.
"Siang, Xa. Jadwal ku padat gak hari ini?" tanya Keanu sambil membuka satu kancing jas hitamnya saat duduk di kursi kebesaran.
"Lumayan, Tuan. Tapi saya bisa menunda pertemuan di jam tiga sore nanti jika anda ingin pulang cepat"
"Hem, boleh. Aku ingin makan malam dirumah" jawab Keanu, matanya kini sudah mulai fokus pada layar laptop yang sudah di nyalakan. Jangan tanya berapa berkas yang akan ia tanda tangani karna semua seolah tak pernah berkurang jumlahnya.
Lexa dan Keanu mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing meski masih sesekali berbincang hal lain, termasuk kemana mereka akan makan siang nanti. Selama ini hanya Lexa satu-satunya teman yang dekat dengan Keanu.
.
.
__ADS_1
Sementara di kota lain seorang gadis cantik baru saja mengerjap dari mimpi indahnya. Tangannya mulai merayap keatas nakas untuk mencari ponsel miliknya.
"Huft, hari ini jadwal padat merayap" keluhnya saat membaca semua pesan dari temannya.
Embun turun dari ranjang dan mulai membersihkan diri. Jangan harap ia akan sarapan pagi bersama keluarganya karna sudah pasti mereka sudah beraktivitas masing masing.
Dress berwarna putih gading kini sudah membalut tubuh langsing gadis berusia dua puluh tiga tahun tersebut. Cantik, itulah kalimat yang akan keluar dari mulut semua orang yang melihat nya. Wajah manis Embun tak pernah membuat orang bosan memandangnya.
"Saatnya bersenang senang" ucapnya di depan cermin besar dalam kamar.
Embun keluar dengan high heels yang menjadi alas kaki jenjangnya yang putih bersih tanpa cacat sama sekali.
"Mau kemana lagi, Buy?" tanya Biru pada anak gadisnya.
"Banyak Mhiu, gak cukup lima menit But cerita mau kemana aja hari ini" jawab Embun sambil terkekeh.
Biru hanya bisa membuang napas pelan, Wanita cantik itu sudah bosan memarahi sang putri yang semakin hari semakin jarang dirumah. Ada saja yang gadis itu lakukan di luar sana mulai dari hanya sekedar jalan-jalan atau melakukan bakti sosialnya.
"Jangan pulang malam ya, Phiu pesan buat kamu ke kantor habis makan siang nanti"
"Ngapain?" tanya Embun santai.
__ADS_1
"Sayang, Phiu dan papAy kan udah kasih perusahaan ke kamu, kapan mulai kerja?"
"Ini juga Buy mau kerja, Mhiu"
"Kerja apa? masa mau ke kantor pakai baju begini sih?"
.
.
.
Kerja habisin uang, Mhiu..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂***
Slow up ya 🙏🙏..
Lagi ngumpulin mood habis keguguran 😭..
Minta doanya, keh 😇😇
__ADS_1