Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Kedatangan Samudera.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Antar saya ke alamat ini" titah Sam pada supir perusahaannya sambil memberi secarik kertas saat ia berdiri tepat di depan mobil mewah miliknya.


"Baik, Tuan muda"


Sam masuk setelah di buka kan pintu belakang, di. susul oleh sang supir yang siap mengemudi di tengah jalan yang cukup lumayan ramai lancar karna menjelang jam makan siang.


Sang putra mahkota Rahardian Wijaya itu masih tetap melempar pandangannya ke luar jendela dengan perasaan yang sulit diartikan setelah ia tahu satu rahasia besar.


"Disini, Tuan muda" ucap si supir setelah ia menepikan mobil mewah milik Sang Direktur Utama.


"Sepertinya memang ini tempatnya" jawab Sam yang nampak yakin.


Pria baya pengemudi kendaraan roda empat itu pun langsung keluar lalu membuka pintu bagian belakang untuk mempersilahkan Samudera turun dari kereta besi miliknya.


"Terima kasih" ucap Samudera sopan, ia berjalan santai menuju bangunan dua lantai yang tak lain adalah sebuah toko Mebel.


.


.


.


Samudera yang sudah berdiri di depan bangunan itu langsung di sambut oleh dua orang, satu laki-laki setengah baya dan satu lagi perempuan dewasa.

__ADS_1


"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?"


"Tuan, ingin mencari apa?"


Keduanya begitu ramah dan sopan, seolah sedang melayani seorang tamu padahal kedatangan Samudera tentu karna keperluan lain.


"Saya mencari Tuan Rendra, apa dia disini?" tanya Samudera.


Kedua orang tadi saling pandang dalam sepersekian detik sebelum akhirnya mengangguk secara bersamaan.


"Ada, Tuan. Saya beritahu Pak Rendra dulu jika ada tamu. Tuan bisa duduk di sini sambil menunggu" ucap Pria paruh baya seraya menunjuk kursi sofa khusus tamu dengan ibu jarinya.


"Iya, Terimakasih"


"Pak Rendra ada di dalam, silahkan masuk"


"Terima kasih, Pak"


"Sama-sama, Tuan. Saya permisi" sahutnya dengan kepala sedikit menunduk tanda sopan sebelum pergi.


Sam yang baru masuk satu langakah langsung di di sambut senyum hangat oleh Rendra yang menunggu sembari berdiri di ruangannya.


"Selamat siang, apa saya menganggumu?"


"Selamat siang juga, tentu tidak. Silahkan duduk" balas Rendra yang mempersilahkan tamunya itu untuk duduk di sofa.

__ADS_1


"Perkenalkan, Saya Samudera Rahardian Wijaya" ucap Sam sambil mengulurkan tangan, ia tak perlu menyebutkan nama lengkap yang menurutnya sangat panjang dan lama #Eh.


"Saya Rendra, Saya cukup tahu tentang anda. Tapi jika bertemu tentu baru kali ini. Jika saya boleh tahu, apa alasan anda datang kemari menemui saya?" tanya Rendra mulai penasaran, Tuan muda sekaligus seorang Direktur Utama itu tentu datang bukan hanya membeli furniture yang ia jual. Rendra yakin ada suatu hal penting yang akan di sampai kan Samudera.


"Saya Ayah dari Embun, gadis yang sedang dekat dengan putramu akhir akhir ini" jelas Samudera.


Rendra hanya tersenyum, bohong jika ia tak tahu akan hal itu. Ia yang juga seorang pengusaha yang cukup sukses dalam bidang furniture tentu tahu siapa keluarga Rahardian apalagi Embun yang sudah di gadang gadangkan sejak lahir sebagai Ratu keluarga Konglomerat tersebut.


"Iya, saya tahu. Hubungan keduanya memang cukup sangat dekat." tambah Rendra yang tak memungkiri hal itu.


"Boleh saya beritahu sesuatu padamu?"


"Beritahu? soal apa?" tanya Rendra, bingung.


.


.


.


.


.


Keanu sedang di tunggu oleh kakeknya, Tuan Lee.

__ADS_1


__ADS_2