
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Alhamdulillah...
Satu kata lolos begitu saja dari semua orang yang ada di ruang makan saat hidangan habis tak tersisa di atas meja.
Keanu mengusap pipi Embun dengan sangat lembut sambil tersenyum simpul. Matanya benar-benar memancarkan binaran cinta luar biasa untuk gadis yang kini sudah membuat lidahnya puas dan perutnya kenyang.
"Lain kali bikin lagi ya" pinta Keanu, sudah jatuh kini ia semakin jatuh dalam buaian cinta sang Ratu Rahardian.
"Jangan cuma Nunu, tapi Abi juga buatkan ya. Yang banyak sekalian, iya kan, Umma" ucap Rendra sambil menoleh kearah istrinya yang duduk bersandar di kursi meja makan sembari mengusap perutnya sendiri.
"Boleh, masakan yang lain juga kayanya patut di coba" sahit Cheryl.
Keanu berhambur memeluk Pria kebanggaannya itu, Jika Rendra sudah memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Abi itu pertanda ia sudah memberi lampu hijau pada gadis yang di bawa putranya.
"Lain kali aku buatkan lagi"
.
.
Hingga petang menjelang, Keanu berpamitan pada kedua orang tuanya untuk mengantar Embun pulang. Pasangan yang belum meresmikan hubungan mereka itu pun meraih lalu mencium punggung tangan Umma dan Abinya secara bergantian.
"Pakai helm dan jaketnya dulu. Anginnya kencang" ucap Keanu sambil memakaikan dua benda tersebut di tubuh Embun.
"Terima kasih, kadal." goda Embun.
"Haha, dasar Buaya Betina. Jangan macam macam sebelum kita halal, Paham!"
__ADS_1
Keduanya naik keatas sepeda motor milik Keanu, ia melajukan kendaraan itu dengan pelan karna tak ingin waktu kebersamaan mereka berlalu begitu saja. Sadar diri jika esok Keanu sudah melakukan aktivitas seperti biasa, mulai dari kuliah sampai bekerja mengantar paket.
*****
07.45.
Embun yang belum turun akhirnya di datangin oleh Biru. Wanita itu khawatir karna sang putri belum juga terlihat padahal Phiu dan adiknya sudah dari tadi berangkat ke kantor dan sekolah.
Tok.. tok... tok...
"Buy... sayang" teriak Biru sambil menggedor pintu kamar anak perempuannya.
Tetap tak Jawaban meski sudah lebih dari sepuluh menit Biru berdiri di depan benda bercat putih tersebut. Ia pun berinisiatif untuk meminta kunci cadangan pada pelayan rumah utama.
"Terimakasih" ucap Biru saat kunci sudah di tangannya.
"Sama-sama, Nyonya. Saya permisi"
Cek lek
Pintu terbuka, Biru masuk kedalam kamar anaknya sambil terus berjalan kearah ranjang.
"Sayang, bangun! sudah siang. Kamu kuliah gak?"
"Hem, Nanti Mhiu. Ngantuk" jawabnya dengan gumaman pelan.
Embun enggan sekali bangun karna ia baru saja tertidur usai subuh menjelang sehabis mengobrol lepas dengan Keanu membahas banyak hal.
"Sayang, setidaknya bangun dan sarapan"
__ADS_1
"Masih kenyang, Mhiu"
"Makan apa?" tanya Biru bingung sampai kedua alisnya mengkerut.
"Makan cinta" sahut Embun sambil tertawa.
Biru yang gemas akhirnya mencubit pipi anak perempuannya itu sampai Embun meringis sakit.
"Ayo bangun. Mhiu temani sarapan ya"
"Hem, Iya. Aku mandi dulu kalau begitu" ucap Embun yang akhirnya pasrah dengan perintah Mhiu nya yang tak akan mau beranjak pergi sebelum Embun menurut.
Embun yang baru menurunkan satu kakinya harus menoleh saat ponselnya berdering di atas nakas.
Seulas senyum terlihat di ujung bibirnya yang merah muda alami.
"Hallo, Abang paketek" sapa Embun dengan hati berbunga-bunga terdengar begitu menggemaskan di telinga Keanu.
.
.
.
.
Ya ampun...
Masih pagi sudah selucu ini, siangan dikit kayanya aku makin sayang.
__ADS_1