
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Jadi ambil libur minggu depan?" tanya Fadhil, teman satu kerjaan Keanu di gudang penyimpanan barang yang siap untuk di antar.
"Jadi, gue mau pergi" sahut Keanu setelah ia meneguk minuman kaleng bersoda nya.
"Kencan ya?" ledek Fadhil lagi sambil terkekeh.
"Haha, entah lah.. Pengennya sih gitu. Tapi gak tau juga sih" Keanu tersenyum kecil, ia juga sedikit menggigit bibir bawahnya.
Fadhil menepuk bahu Keanu yang berkali-kali membuang napas kasar.
"Kenapa? emang bukan pacar lo?" selidik Fadhil yang di jawab anggukan kepala.
"Baru pendekatan?"
"Iya, maunya sih ngedeketin tapi.... "
"Tapi apa?" Fadhil menggeser duduknya karna rasa penasaran.
Selama mereka saling mengenal, baru kali ini Keanu mau membicarakan soal hubungan asmaranya, karna biasanya pria itu hanya tersenyum saat di sindir tentang para wanita yang kadang datang menemui Keanu.
"Tapi gue bingung. Dia bagai langit"
"Tinggi?"
__ADS_1
"Iya, rasanya gue sama dia gak imbang. Gue apa dan dia siapa, Dhil" lirih Keanu.
Alasan itulah yang kadang membuat Keanu berniat menarik diri atau mundur dari posisinya saat ini.
Ia sadar, jika wanita yang sedang menempati hatinya itu bukan tandingannya dalam hal ekonomi.
"Jangan gitu, jodoh gak kenal harta tahta dan kasta."
Keanu hanya tersenyum simpul, entah bisa atau tidak ia meraih gadis pujaaannya itu.
.
.
.
Triiing..
Satu notifikasi masuk ke ponselnya, awal bulan adalah hari dimana semua pencari rezeki bisa bernapas lega karna bisa menikmati hasil jerih payahnya. Begitu juga dengan Keanu, pria itu mengukir senyum saat melihat deretan angka di layar benda pipihnya tersebut.
"Aku akan tepati janjiku, Buy" gumam Keanu pelan sambil kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket. Ia pun melanjutkan lagi pekerjaannya mengantar sisa paket yang masih ada di atas jok motornya.
Sampai semua selesai, Keanu pulang kerumah orangtuanya dengan perasaan senang tak terkira. Ia tak sabar menanti hari esok, hari dimana ia akan menghabiskan waktu bersama gadis yang perlahan semakin jauh masuk kedalam hatinya.
"Makan dulu, Nu" tawar Cheryl, si mungil yang memiliki tingkat rajukan luar biasa pada suaminya.
__ADS_1
"Iya, Umma. Nunu juga berasa laper" jawabnya sambil menarik kursi meja makan.
Ia yang di temani Cheryl langsung menikmati makan malam hingga hidangan habis tak tersisa.
"Nunu ke kamar dulu ya, makasih buat masakan Umma yang paling enak ini" pujinya seperti biasa.
"Sama-Sama, Nak. Istirahat lah"
"Iya, Nunu juga udah transfer ya ke Rekening Umma" bisiknya yang langsung berlalu meninggalkan Cheryl. Ia tak ingin mendengar penolakan dari Ummanya tersebut tentang uang gajinya yang selalu ia sisihkan untuk ibu tercinta.
Didalam kamar yang lumayan cukup luas, Keanu melepas jaket dan kaos yang menempel di tubuh bagian atasnya. Ia membersihkan diri sebelum mengarungi mimpi indahnya malam ini.
"Tunggu aku besok pagi ya. Tapi maaf, aku tak bisa membawamu ke tempat yang mewah, Buy. Entah bisa atau tidak aku membuatmu bahagia tapi aku akan berusaha memberikan kenyamanan tanpa sentuhan." lirih Keanu sambil menatap layar ponselnya yang terdapat foto mereka berdua saat pertama kali bertemu.
Awalnya Keanu merasa terganggu dengan sikap Embun yang terbuka, manja dan pecicilan. Tapi jika tak ada gadis itu ia justru seolah ada yang hilang dalam hari harinya. Jangan kan bertemu, berbalas pesan saja Keanu sudah bisa membayangkan betapa lucunya ekpresi gadis itu.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Makasih buat yang ingetin typo di bab sebelum nya.. maklumah, teteh nulisnya sambil jagain yang sakit 🤭🤭🤭🤭 tapi udah di revisi kok.
Mulai besok GalaAsmara season 2 up ya..
Bukan teteh yang up siang, tapi sistem NT yang lama buat lolos innya.
Makasih yang udah sabar nunggu, klo. yang gak sabar lemparin pake batu aja tuh gerbang si EntOOn 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1