
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cek lek
Rendra menoleh saat mendengar pintu ruangannya terbuka, ada istri tercintanya datang membawa tiga paperbag di tangannya.
"Dapet, Umma?" tanya pria paruh baya itu sambil membuka kaca mata yang bertengger di batang hidung mancungnya.
"Apa sih?! tumbenan banget minta macem-macem begini, Bi?" oceh Cheryl, ia langsung menghempaskan bokongnya di sofa panjang di pojok ruangan.
"Enak aja gitu siang siang gini makan es pisang ijo, lontong isi oncom" sahut Rendra, ia menghampiri istrinya sembari melihat bungkusan yang di bawa barusan.
"Es pisang ijo banyak, tapi nyari lontongnya susah, Bi. Kalau isi kentang, daging sama ayam banyak. MashaAllah, kirain di dunia halu gak ada oncom!" tukasnya masih kesal.
Rendra malah tertawa, ia selalu senang jika melihat bidadari hatinya itu mengomel karna ada perasaan ingin menggigit bibir ranum itu yang terus berbicara tanpa jeda. Rendra mengambil piring, ia siapkan semua makanan di atas meja kayu depan sofa yang di duduki ia dan sang istri.
"Kamu cape, kan? di luar panas ya? sini aku suapin es nya" tawar Rendra yang sudah menyodorkan sendok berisi potongan pisang hijau kedepan mulut wanita kesayangan putranya itu.
Cheryl langsung membuka mulutnya, sensasi dingin dan manis membuatnya sedikit tenang tak sekesal barusan yang seolah otaknya mendidih karna harus berkeliling mencari apa yang di inginkan suaminya.
"Enak?"
"Iya, tau gitu beli banyak ya. Aku pikir kan cuma buat Abi aja" sahut Cheryl sambil mengunyah.
"Gak apa-apa, Abi udah kenyang kok liat Umma makan"
__ADS_1
Kening Cheryl langsung mengkerut, ia pikir-pikir tingkah suamiku semakin lama semakin aneh, lebih lembut dan perhatian namun sering menjengkelkan. Contohnya hari ini, Ia yang sudah bahagia karna selesai melakukan aktivitas di dapur harus memutar otak saat Rendra meminta di bawakan makanan, tapi bukan makanan rumah hasil masakannya Sendiri. Dengan sepeda motor akhirnya wanita itu mencari apa yang di inginkan pria sabarnya itu. Dari satu pasar ke pasar lain, termasuk kedai pinggir jalan selama ia fokus mencari.
"Sudah habis, sekarang makan lontongnya ya. Aku siramin kuah sambel kacangnya dulu ya"
Masih dengan kedua tangan Rendra, ia begitu cekatan membuka satu persatu makanan terbungkus daun pisang itu keatas piring lalu di campur dengan sebungkus sambal berwarna coklat.
"Pedes gak?" tanya Rendra saat Cheryl sudah menikmatinya.
"Enggak, ini manis kok. Tapi isi lontongnya nih kayanya yang pedes. jadi cocok banget rasanya. " jawabnya dengan mulut penuh.
Rendra hanya manggut-manggut, tak ada sedikit pun terbersit dalam dirinya ingin mencicipi makanan yang di pesan, padahal sebelummya ia sangat ingin tapi setelah melihat Cheryl begitu sangat lahap menikmati rasa lapar itu pun menguap begitu saja.
Mereka terus mengobrol, menceritakan banyak. hal termsuk anak dan menantu yang tumben sekali belum pulang dari kota A.
"Tapi aku kangen, Bi" keluh si wanita bertubuh mungil tersebut.
"Nunu punya tiga rumah sekarang, kita bukan satu satunya tempatnya pulang, Sayang"
Dan Cheryl hanya mengangguk paham, ia masih ingat betul bagaimana tak rela nya ia saat itu ketika mendengar putra satu-satunya yang ia urus sepenuh hati mengatakan sedang jatuh cinta.
"Kita doakan saja mereka bahagia ya"
"Iya, Bi."
"Es sama lontongnya habis, kamu hebat loh, Umma" kekeh Rendra yang langsung mencium pipi sang istri.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rendra, Cheryl pun langsung melihat kearah piring yang sudah kosong isinya, dan itu tandanya semua makanan sudah pindah ke perutnya.
"Enggak, Bi. Aku gak mungkin habisin semua"
"Tapi kenyataannya habis kan?" ledek Rendra lagi yang kemudian bangun dari duduk.
"Yuk, pulang" ajak Pria tinggi tampan itu.
"Pulang?" tanya Cheryl.
.
.
.
.
Iya, saatnya kamu cari pahala dariku, Sayang.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Si Umma di kerjain calon cucu, pernah galak sih sama Emaknya 😂😂😂
Sungkem dulu gih sana 🤭🤭
__ADS_1