
"Sayang, aku pergi ya"
Embun langsung bangun dari baringnya, baru mau menjawab ucapan Keanu, ternyata sambungan telepon sudah terputus. Rasa khawatir dan bingung pun langsung hinggap di hatinya.
Gadis cantik yang tengah panik itu mencoba berkali-kali menghubungi Keanu tapi hasilnya nihil, Keanu sama sekali tak mengangkat teleponnya dan membaca pesan yang ia kirim juga, tentu ini bukan Keanu yang ia kenal selama ini.
"Pergi kemana sih? apa ini menyangkut Umma?" gumam Embun sambil terus menerka sikap aneh pria yang di cintainya dengan tulus itu, karna rasa yang ia berikan tentu berbeda dengan yang sudah sudah.
Embun turun dari ranjang, ia keluar dari kamar dan langsung mencari sosok pria baya yang mungkin saja bisa menjawab pertanyaannya kini.
Ia mengedarkan pandangan ke seisi lantai bawah rumah utama, tapi tak ada satu pelayanpun yang ia lihat membuat gadis bertubuh tinggi semampai itu menuju dapur.
"Boleh aku bertanya?" suara sang Nona muda Rahardian tentu membuat kaget semua pelayan, ada yang masih sibuk dan juga sedang santai di di jam istirahat mereka yang bergantian.
"Tentu, Nona. Apa yang Anda butuhkan?"
"Apa PapAy dan miMoy ku ada?" tanya Embun.
"Belum, Nona" sahut si pelayan yang datang menghampiri Embun.
"Mhiu dan Rain?"
__ADS_1
"Mereka pergi ke toko kue"
Embun membuang napas kasar, ternyata tak ada siapapun di rumahnya saat ini. Embun pun memilih kembali ke kamarnya dengan langah gontai. Namun, belum sampai tangannya memecet tombol lift, ia di kagetkan dengan suara wanita yang sangat di hafal nya.
"Buy, sayang" seru Hujan yang berjalan sedikit tergesa di sisi suami tampannya.
"Kalian baru pulang? semua pergi, Buy sendirian" adu si cantik yang lalu berhambur memeluk wanita baya yang dulu berstatus kan calon dokter bedah.
"Mhiu mu kemana?"
"Pergi sama Bum-Bum, Phiu juga pergi sejak pagi padahal rencananya kita mau ke kebun binatang. Dan..." Embun menggantung ucapannya.
"Dan apa, Buy?" tanya Air.
Air membuang napas pelan yang membuat Embun sedikit curiga pada Suhunya itu.
"Ada apa?" tanya Embun yang dari tatapan PapAynya sungguh tak biasa.
"Mungkin Keanu sedang bertemu dengan kakeknya sekarang." jawab Air, Embun yang tersentak kaget mengurai pelukan dan mendekat kearah PapAynya.
"Apa Phiu juga?" tanya Embun semakin penasaran yang di jawab anggukan kepala.
__ADS_1
"Mereka tak mengajakku!" cetus nya kesal yang malah membuat Hujan gemas pada cucu kesayangannya itu.
"Biar mereka dulu, ada saatnya kamu bisa bergabung. PapAynya baru dapat kabar pagi tadi. dan Phiun mu lah yang kesana bersama Abi Keanu tapi kenapa Keanu juga kesana ya?" tanya Air lebih ke pada dirinya sendiri.
"Apa keadaan Tuan Lee memburuk?" tanya Hujan.
"Iya, pagi tadi dia drop. Jantungnya semakin lemah padahal pengobatan terbaik sudah beliau lakukan selama ini" sahut Air, jika melihat pria baya itu, bayangan papanya selalu saja terlintas. Bohong jika ia tak merindukan sosok Reza dalam hidupnya apalagi jika ada masalah dalam keluarganya seperti saat ini.
"Kita doakan saja, semoga semua baik-baik. PapAy sudah meminta Phiumu untuk terus memberi kabar apapun yang terjadi disana." ujar Air menenangkan kan sang Ratu Rahardian yang terlihat sangat cemas.
Kata Aamiin pun terucap dari dua wanita cantik di sisi Air, dan dering telepon mengalihkan perhatian mereka.
"Hallo, De" sapa Air saat mengangkat telepon dari Samudera.
.
.
.
.
__ADS_1
Pay... tolong datang dan bawa Embun, cepat!!!