
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cheryl yang baru sampai di rumah langsung duduk di meja makan. Ia meneguk air putih yang diambilnya lebih dulu. Bayangan senyum manis Embun entah kenapa terus terbayang di pelupuk matanya, belum lagi gelak tawa anak-anak yang seakan begitu bahagia dan senang saat duduk bersama mengelilingi seorang gadis yang mereka sebut sebagai ibu peri.
"Dia memang cantik, tak salah jika putraku teramat suka padanya."
Deg..
Hati Cheryl entah kenapa malah berdesir hebat saat kata Putra terucap dari bibirnya barusan. Perasaan mulai aneh seakan ada seseatu yang menimpa keluarganya.
"Ada apa ya? kenapa perasaan ku tak enak begini. Nunu.... ia???"
"Ah, tidak. Dia milikku, meski ia sudah menikah dan memiliki istri aku yakin Nunu tetap akan sayang padaku" ucap pelan Cheryl, ternyata pikiran wanita itu tak terlalu jauh untuk saat ini meski sebenarnya hantaman masalah akan siap menerpa keluarga kecil nan hangat itu nantinya.
Lamunan Cheryl buyar saat pipinya di cium lembut oleh pria tampan yang sedang mengusai pikirannya, siapa lagi jika bukan Sang putra.
"Nu, sudah pulang, Nak?" tanya Cheryl yang sedikit kaget.
"Sudah, tapi Nunu mau langsung kerja" jawabnya sambil menarik kursi, ia yang baru selesai kuliah pagi hanya memiliki waktu beberapa jam saja sebelum melanjutkan pekerjaannya sebagai kurir paket di sebuah aplikasi belanja online.
"Berhentilah, lebih baik kamu bantu Abi di toko, Nu" pinta Cheryl yang entah sudah berapa kali.
__ADS_1
"Abi masih bisa meng-handle semuanya sendiri, lagi pula banyak yang membantu di toko" jawab Keanu yang masih saja enggan meneruskan usaha Abinya, padahal jelas ia adalah harapan satu-satunya Cheryl juga Rendra selama ini.
"Tapi, Nak"
"Nunu masuk kamar dulu ya, oh iya Umma masak apa?" tanya Keanu sebelum ia beranjak dari duduknya.
"Umma belum masak, ini aja baru pulang dari pasar"
"Baru pulang?, Umma ngapain aja di pasar?" tanya Keanu sambil terkekeh.
"Pasti abis berantem sama Abang abang cabe bawang lagi ya" sambung Keanu yang akhirnya mendapat pukulan dari Cheryl.
Keanu malah tertawa, ia yang tahu berapa nominal uang belanja Ummanya selama ini hanya bisa menggeleng kan kepala. Cheryl memang layaknya ibu ibu pada umumnya yang senang berburu barang dengan harga murah.
.
.
.
Cheryl yang di tinggalkan oleh putranya ke kamar mulai bangun dari duduk. Ia merapihkan semua barang belanjaan yang di belinya dari pasar. Cheryl belum mau bercerita tentang dirinya yang melihat Embun pagi tadi. Ia lebih memilih diam dan melanjutkan kegiatannya termasuk membuat semangkuk mie instan dengan telur untuk Keanu sebelum anak itu pergi bekerja.
__ADS_1
Dan benar saja, tiga puluh menit setelahnya Keanu kembali ke dapur. Senyum pun tersungging di bibir merah mudanya saat ia melihat semangkuk Mie diatas meja.
"Sayapnya mana, Umma?" tanya Keanu.
"Masih nempel di ketek ayamnya" jawab Cheryl asal.
Keanu yang tertawa kecil lalu melahap makanannya yang di sajikan oleh Cheryl, tak lupa wanita itu pun menemani hingga semangkuk Mie oun habis tak tersisa.
"Assalamu'alaikum" sapaan dari Rendra membuat anak dan ibu itupun menoleh. Keduanya merauh punggung tangan Rendra secara bergantian.
"Abi sudah pulang? Umma belum masak" ucap Cheryl sedikit panik, kedatangan suaminya sungguh di luar dugaan.
.
.
.
.
Umma, Bisa kita bicara berdua di kamar sekarang?
__ADS_1