Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
ArMedia..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Patrick!!" seru ketiganya berbarengan, mereka tak menyangka otak jahil Rain sampai ke sana.


Embun langsung mencibir dan pergi kearah kamarnya di lantai dua. Ada hal yang mengganjal dalam hatinya sejak tadi yang sampai membuat dadanya sesak dan pikirannya tak fokus.


Cek lek..


Pintu kamar bercat putih itu di buka Embun dengan pelan, tubuhnya lemas namun di paksa untuk tetap bergerak. Malam yang beranjak semakin larut membuatnya memilih berbaring lebih dulu diatas ranjang sebelum ia membersihkan diri.


"Parfummya ada disana, lagi dan lagi aku selalu mencium harum itu" gumam Embun dengan mata menatap langit-langit kamarnya.


Napasnya begitu pelan, menandakan hatinya lelah menunggu. Menungggu sesuatu yang ia rindukan selama tiga tahun tapi enggan mencari tahu meski itu sangat mudah baginya.


Embun memilih diam tak banyak perduli, ia yang di janjikan dua tahun ternyata sudah lebih dari itu. Sedangkan ia sudah bosan ber traveling keliling negara dan kota selama kurang lebih satu tahun ini sejak ia lulus kuliah. Ia masih enggan mengurus perusahaan dengan alasan tak ingin uangnya semakin banyak padahal hanya demi mengalihkan pusat otaknya dari si mantan kurir paket tampannya itu.


.


.


.


"Buy, pagi ini jam sepuluh ke kantor ya" titah Sam pada putrinya yang masih memakai piyama bermotif buaya berwarna hijau.


"Ngapain?" tanyanya santai sambil menyuap roti bakar buatan Biru.


"Tidooooor" timpal Rain sambil tertawa.


"Berisik!" oceh Embun, ia memukuli lengan adiknya berkali-kali sampai Biru harus melerai dua anaknya itu.

__ADS_1


"Sudah, cepat sarapan!"


Rain yang masih terkekeh terus saja menggoda kakaknya, sedang Embun ingin rasanya menggigit pria tampan yang baru beranjak dewasa tersebut.


"Gantiin Phiu sebentar, karna Phiu ada pertemuan di luar"


"Hem, kalo inget ya" jawab Embun.


"Jangan gitu, Phiu ngarep kamu datang loh, Buy" pinta Sam sedikit memohon.


"Kak Buy minta di sogok tuh Phiu" ledek Rain lagi.


"Enak aja, uang kakak masih banyak" cetus Embun dengan menjulurkan lidahnya.


"Berarti papAy gak usah kasih uang jajan lagi dong" ucap Air yang langsung membuat kedua mata lentik Embun membulat.


Sarapan dengan sedikit perdebatan sudah biasa terjadi kecuali diantara Embun atau Rain tak ada, tapi jika keduanya ada sudah tentu akan menjadi ramai dengan saling ledek dan memukul.


.


.


Jam sepuluh yang di minta Samudra kini tinggal lima menit lagi. Embun turun dari mobil mewah nya yang ia hentikan di lobby kantor.


Ia yang berjalan dengan sedikit tergesa hanya tersenyum simpul pada siapapun yang menyapa.


Dan kini ia bisa bernapas lega saat sudah berada di dalam kotak besi khusus para petinggi perusahaan. Ia jengah jika harus berbasa-basi dengan para dewan direksi kantor yang tentu hanya ingin mencari perhatiannya saja.


Triiing...

__ADS_1


Pintu lift terbuka iapun lekas keluar dari sana, Embun tersenyum senang saat melihat orang yang tentunya sangat ia kenal.


"Uncle Gala---" panggil Embun pada sepupu Phiu nya.


Gala yang. merasa namanya di panggil sontak menoleh ke belakang dan langsung merentangkan tangan.


"Tumben ke kantor, ada apa?" tanya Gala pada Embun yang memang sangat jarang datang.


"Di suruh Phiu, katanya ada pertemuan jadi aku suruh dateng mungkin cuma jagain ruang semedi sang Presiden Direkur" kekeh Embun yang langsung di cubit pipinya oleh Gala.


"Iya, Phiu mu ada kerja sama lagi dengan Ar Media Group" jelas Gala membuat Embun diam, sebab ia tahu perusahaan siapa yang di maksud oleh Gala.


"Kenapa? Direktur Ar Media Group bukannya pacarmu?" pancing Gala yang di jawab gelengan kepala oleh Embun.


.


.


.


.


Dia satu-satunya sosok paling istimewa namun tak bisa ku sebut sebagai miliku di depan orang-orang.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂



yang mau Bum2 ada lapak sendiri, hari ini udah launching ya.. yuk kepoin lapaknya disana jangan lupa like dan komennya sekalian sama yang di paijo juga ya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2