
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Nu, keluar yuk. Kita jalan-jalan" ajak Rendra pada putranya saat merasa jenuh hanya mendengar mantu dan istrinya bergosip ria.
"Kemana?"
"Pak Rt, sekalian kasih kue yang kamu bawa, bagi-bagi rejeki, Nu" jawab pria tampan soleh tersebut.
"Tapi, Abi gak akan maksa Pak Rt buat makan depan Abi, kan?" Belum apa-apa Keanu sudah menaruh curiga lebih dulu, padahal semua itu juga penyebabnya tak lain dari semburan si buntut kadalnya ke dalam lobang buaya.
"Enggak, abis kasih kita pulang lagi"
Keduanya pun beranjak dari sofa, lalu pergi ke dapur mengambil satu kotak kue bolu lapis yang rasa nikmatnya tak di ragukan lagi. Sedangkan Embun dan Cheryl nampaknya tak sadar jika para suami mereka pergi padahal Keanu sempat pamit saat melewati ruang tengah tempat mereka berbincang tadi.
.
.
Rendra menepuk bahu Keanu tiga kali, ia sedang bernostalgia bagaiamana dulu mereka sering jalan berdua seperti ini saat putranya masih balita hanya untuk sekedar berjalan jalan. Dan di sepanjang jalan itulah ia tak henti menyapa dan di sapa oleh para tetangga khususnya para Ibu-ibu karna bagi mereka Rendra dan Keanu adalah ajang cuci mata gratis. Nunu akan menjadi pusat perhatian karna ketampanannya, pipi bulat kemerahan adalah target utama bagi yang sangat gemas padanya.
Tingkah para tetangga itulah yang membuat Cheryl jarang keluar hingga kini. Wanita itu tak pernah suka putranya di sentuh siapapun apalagi sampai menangis karna cubitan atau ciuman yang berlebihan.
"Abi kenapa?" tanya Keanu saat ia merasa Abinya terus mengukir senyum.
"Gak apa-apa, Abi cuma lagi inget saat dulu jalan-jalan sama kamu yang masih kecil, waktu cepat berlalu ya. Abi baru sadar tangan yang dulu Abi tuntun dalam hitungan hari akan menuntun anaknya sendiri kelak. Abi bangga padamu, jadilah ayah yang bagai pahlawan bagi buah hatimu ya"
"Tentu, Abi adalah panutanku." jawab Keanu tak kalah menatap Rendra dengan kebanggan.
__ADS_1
"Kelak nanti bukan kamu yang abi ajak jalan-jalan, tapi cucu Abi, boleh 'kan?"
"Boleh dong, yang lama sekalian biar nunu santai proses bikin laginys"
#Eh--
Sampai di rumah pak RT, keduanya langsung memberi salam sambil menekan bel di depan pagar. Hingga hampir lima menit seorang pria dengan perut buncit nya itu keluar.
"Assalamu'alaikum, Pak Rt"
"Waalaikum salam, mari masuk pak Rendra dan Nak Keanu. Wah sudah lumayan lama nih saya gak jumpa sama si calon ayah" ucap Pak RT sambil mempersilahkan dua tamunya itu.
"Iya, Pak terakhir kita bertemu rasanya ketika tasyakuran istri saya empat bulanan"
"Sepertinya, lalu sudah berapa bulan sekarang?" tanya pak Rt lagi.
"Aamiin" sahut ketiganya Berbarengan.
Rendra akhirnya memberitahu maksud dan tujuan ia dan Sang putra datang ke rumah Pak Rt, tak lain hanya ingin bersilaturahmi saja sambil membawakan sedikit buah tangan untuk keluarga. Niat baik itu di sambut baik juga oleh si pria baya berkumis yang tak henti tertawa senang. Ia tak lupa meminta istrinya menyiapkan minuman untuk teman mereka berbincang.
"Silahkan di cicipi Pak kue nya, di jamin enak dan legit" ucap Rendra saat kue yang ia bawa di suguhkan kembali.
"Oh, iya. Mari di makan bersama"
Pak Rt mengambil satu potong kue dan langsung melahap nya, dan benar saja ini lebih dari kata enak baginya.
Rendra yang senang merasa ada kepuasan sendiri saat melihat orang lain mengunyah, jadi tak salah jika kini ia sedang senyum senyum sendiri menatap kearah pak Rt.
__ADS_1
'Abi ingkar janji' bathin Keanu.
Satu jam berselang, keduanya langsung berpamitan untuk pulang tapi belum juga memberi salam, Rendra malah mendekati sebuah pohon tepat di depan rumah pak Rt.
"Pak, lagi panen mangga ya?"
"Ah, iya. Pak Rendra mau? ada beberapa buah di dalam biar saya ambilkan" ucap Pak Rt.
"Gak usah, Pak. Kalau ngambil sendiri boleh?"
"Pak Rendra mau manjat?" tanya pak RT tak percaya.
.
.
.
.
Oh bukan, Biar anak saya yang naik. Katanya dia kepingin ngerujak di pohonnya langsung . Iya, kan Nu???
***Biasa aja dong bang liatinnya, 😆
Abi lo emang minta di sleding***.
__ADS_1