Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Ar...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


Keanu membuka pintu kamar perawatan Tuan Lee, ia biarkan Embun yang masuk lebih dulu ke dalam baru ia mengekor di belakang.


Embun berhambur memeluk Samudera karna Biru sedang mengusap kepala sang adik di sofa, dari raut wajah Rain, ia yakin bocah tampan itu pasti sedang merajuk kesal ingin pulang.


"Kakekmu tadi sadar, dia mencarimu" jelas Rendra yang menarik kursi agar putranya kembali duduk di sisi ranjang.


"Iya, kah? Maaf, aku lama" jawabnya penuh sesal.


Rendra dan Cheryl bersamaan mengusap punggung Keanu yang kini tubuhnya sudah duduk menghadap satu-satunya orang yang memiliki ikatan darah yang sama dengannya. Pasangan suami istri itu tak banyak berkata dan bertanya apalagi saat anak itu meminta izin untuk keluar bersama Embun. Mereka paham, Keanu kini sudah beranjak dewasa. Ia memiliki hati lain tempat ia bercerita kecuali orang tua.


"Kakek, ini aku" bisik pelan Keanu berharap pria baya itu membuka matanya.


"Kek, bukankah kakek mencariku, aku sudah datang menemui dan memanggilmu"


Wajah yang tadi sudah bisa sedikit tertawa lepas kembali murung, ikatan bathin ternyata tak bisa di hindari.


"Kakek tahu, aku sering merasakan sesak di dada tiba tiba tanpa tahu penyebabnya. Apa mungkin itu semua ada kaitannya dengan sakitmu?" terka Keanu yang seolah baru sadar dengan yang sering ia alami selama ini.


Ar...


Suara pelan terdengar dari mulut Tuan Lee, tapi matanya masih tertutup rapat, Keanu langsung bangun dan mengamati wajah pria yang sedikit terlihat pucat namun tetap memancarkan wibawa.

__ADS_1


Ar...


"Kek, ini aku. Cucumu, ayo buka matamu dan lihat aku" bisik Keanu, bahkan tubuhnya sedikit membungkuk agar suaranya bisa tepat di telinga pria baya tersebut.


Semua yang ada di sana tentu khawatir, sampai Air menekan tombol darurat di sisi brankar. Hanya pria itu yang sejak datang tak jauh dari Tuan Lee.


Embun yang masih dalam pelukan Samudera pun kembali meneteskan air mata terharu dan sedih, ia tahu jika Keanu sedang menguatkan hatinya sendiri.


"Gak apa-apa, gak usah sedih ya" bisik Sam menenangkan putri sulungnya.


Ar...


Hanya kata itu yang terus keluar, dan tak ada yang paham maksudnya hingga ada seorang pria berjas hitam datang mendekat.


"Ar adalah panggilah dari Tuan besar untuk Tuan Muda saat masih bayi" jelas pria tersebut yang tak lain adalah orang kepercayaan keluarga Lee selama ini.


"Bagaimana, Dok?" tanya Keanu yang tak bisa menutupi rasa khawatirnya saat pria berkacamata itu memasukkan kembali alat periksa nya ke saku jas yang berwarna putih khas kedokteran.


"Keadaannya jauh lebih baik, jantungnya sudah kembali normal. Tuan Lee sudah melewati masa kritisnya"


Alhamdulillah..


Semua orang mengucapkan syukur karna lega mendengar kabar baik tersebut.


"Kakek, ayo bangun"

__ADS_1


Satu detik...


Lima detik..


Delapan detik.


"Ar..." pangggil pria baya itu lagi dengan mata sedikit terbuka.


"Iya, kek. Ini Ar--" sahut Keanu dengan suara tercekat karna bagaimana pun ia belum terbiasa dengan sebutan itu.


Tuan Lee sedikit menoleh meski itu sangat sulit bagi dirinya yang masih lemah.


"Ar..."


"Iya, ini Ar, Kek"


"Cucuku, Ar..." panggil Tuan Lee lagi semakin lirih seakan ada rasa sesuatu dalam dada dan kerongkongannya.


Keanu hanya mengangguk, air matanya jatuh lagi dan langsung mencium pipi pria paruh baya tersebut lumayan lama karna hatinya terguncang hebat seolah ingin menumpahkan rasa sesaknya yang tertahan sedari tadi.


"Kakek janji harus sembuh, Aku sudah datang untukmu. Tolong jangan begini lagi" lirih Keanu, entah kenapa ia sangat tak suka melihat keadaan orang yang di sebut kakek itu terbaring lemah.


"Tentu, Nak. Kakek akan sembuh demi kamu. Demi melihat mu menikah" jawab Tuan Lee.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Like komennya Yuk jangan lupa sebelum ke bab selanjutnya 😘😘😘😘


__ADS_2