
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sampai di kediaman Lee, Embun dan Keanu langsung masuk menuju kamar sang Tuan besar yang selalu di jaga ketat dua puluh empat jam.
Kedatangan mereka tentu di sambut baik, apalagi Tuan Lee begitu menyayangi Embun seperti cucunya sendiri, sebab karna ia lah kini pria baya itu bisa memeluk Keanu di penghujung usianya.
"Apa kabar, Nak?"
"Baik, Kek. Kakak juga pasti baik, Kan?"
"Semoga, bagaimana dengan keluargamu?" tanya Kakek lagi.
"Semua baik, Kek. Kakek tenang saja, kami semua selalu mendoakanmu" jawab Embun.
Hampir satu jam berbincang, Embun dan Keanu pamit ke kamarnya karna Kakek pun harus kembali beristirahat. Ia tak boleh lelah sedikitpun apalagi ada hal yang membuatnya kepikiran.
.
.
Cek lek
Keanu membuka kamar pribadinya yang tak jauh dari kamar Kakek agar bisa cepat datang jika terjadi sesuatu pada pria baya itu secara mendadak.
"Huft, capek" keluh Embun yang langsung berbaring di tengah ranjang.
Keanu mengulum senyum melihat istrinya yang begitu menggoda dengan posisi terlentang, ia membuka jas dan kemejanya lalu melemparnya sembarang arah.
__ADS_1
Dengan bertelanjang dada, Keanu mulai naik merangkak di atas tubuh Embun yang sangat ia rindukan.
"Abang--"
"Hem, aku merindukanmu" balas Keanu yang langsung ******* habis bibir Embun yang merah muda alami harum dan manis.
Embun melayani suaminya dengan baik, ia pasrahkan segalanya untuk pria yang sedang sibuk mencari kenikmatannya atasnya. Tangan yang di pakai menahannya itu pun kini sudah sangat liat mere mas salah satu daging kenyal kesukaaanya.
"Aku mandi dulu, Bang"
"Habis ini kita mandi bareng, aku udah gak tahan" bisik Keanu yang kemudian menggigit kecil telinga Embun lalu turun kebawah untuk menyesap leher putih jenjangnya hingga meninggalkan bekas kemerahan kecil.
Embun hanya mengangguk, ia biarkan Keanu berlaku sesukanya. Mulai dari membuka baju bagian atas hingga terlihat lah dua bagian yang mampu membuat seorang Keanu lupa diri.
Satu di rem As, dan satunya lagi ia mainkan dengan lidah dan juga mulutnya. Bak bayi kehausan ia terus bermain di atas sana.
"Aku akan acak-acak lubang Buayamu, Buy"
Keanu melebarkan kedua paha Embun, Kenikmatan menuju puncak pelepasan akan ia rasakan beberapa jam lagi setelah berhasil menerobos nya nanti.
Pelan tapi pasti, Buntut Kadal kebanggaaanya itu sedikit demi sedikit masuk tak memberi ampun meski Embun merintih. Rasanya selalu sama seperti saat mereka pertama kali melakukannya.
"Pelan pelan, Bang"
Embun menggigit bibir bawahnya, Entah kenapa ia selalu merasa sakit saat daging tak bertulang itu masuk kedalam lubang buayanya.
"Tahan ya, Cantik"
__ADS_1
Permainan pun di mulai, Keanu menjalankan aksinya dengan pelan di awal namun perlahan justru tak terkendali, Embun yang merasa sakit dan nikmat hanya bisa mencengkram bahu atau punggung suaminya. Desa han dan lenguh an saling bersahutan di kamar luas tersebut. Rindu dan nafsu bercampur jadi satu, mereka seolah berlomba untuk sampai lebih dulu di puncak kenikmatan untuk menggapai pelepasan.
"Bang--"
"Lepasin sayang, Ayo" bisik Keanu saat melihat bidadari dunianya terpejam sambil menggigit bibir bawahnya sendiri, bagi Keanu itu adalah ekspresi tercantik dan terseksi Embun yang bisa ia lihat justru setelah menikah.
"Bang, Awas aku---"
.
.
.
.
Oeeeeeek....
Huaaaaaaa.... kadalku 😍😍😍
Sarung mana sarung, 🙄🙄
nyeh uwa uwa mu keliatan tuuuuuuh 😂😂
Bini kenapa, Bang? keringet lo bau ya ampe muntah gitu 🤭🤭🤭
__ADS_1