Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Di sepertiga malamku


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kok diem?" tanya Keanu dengan kedua alis bertautan saat Embun belum memberi jawaban.


"Emang harus di tanya?"


"Ya iyalah, mau enggak?" tanya Keanu lagi, pria itu gemas karna saking penasarannya.


"Mau aja apa mau banget ya???" Embun malah menggoda yang malah membuat tubuhnya di tarik oleh Keanu untuk di peluk.


Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut langsung merasa lega karna bisa menyaksikan dan mendengarnya secara langsung.


"Jadwal kan pernikahan kalian secepatnya" ucap Tuan Lee, kini semua pasang mata beralih pada pria baya tersebut.


"Mereka masih kuliah" sahut Samudera.


"Tak apa? Cucuku bisa menjalankan perusahaan di sela waktu kuliahnya. Kalian jangan khawatir Embun tak di nafkahi" jelas Tuan Lee.


"Bukan masalah itu, kami percaya Keanu pria yang bertanggung jawab, tapi ada tanggung jawab lain juga yang sedang mereka jalani saat ini" timpal Air.


"Maaf, tapi saya setuju dengan ucapan Tuan Air dan Samudera" kini Rendra angkat bicara, sedangkan Cherly hanya mengangguk kan kepala.


Tuan Lee terdiam, ia bukan tak paham akan maksudnya tapi jika boleh egois ia hanya ingin menyaksikan apa yang jadi keinginan terakhirnya selama ini. Sebuah pernikahan cucu satu-satunya yang ia cari rindukan selama dua puluh tahun.


"Kek, bagaimana jika Aku dan Embun bertunangan saja dulu." tawar Keanu yang kembali duduk di sisi ranjang . Ia mencoba merayu dan bernegosiasi.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika hidup kakek tak lama lagi? kakek sudah tak sanggup menahan sakitnya"


"Baiklah, tapi setidaknya menunggu kakek jauh lebih baik ya. Aku tak mau pernikahan yang akan ku lakukan sekali seumur hidup justru di laksanakan di rumah sakit. Bagaimana?"


"Kakek setuju, kakek akan sembuh untuk melihat mu menikah dalam jangka waktu dekat ini"


.


,


.


Pertemuan pun berakhir dengan pamitnya semua orang termasuk Keanu. Ia berjanji akan datang lagi setelah semua urusan selesai. Mereka pulang ke ibu kota dengan menggunakan pesawat pribadi milik Rahardian Wijaya lagi.


"Sama-sama. Kita lalui ini bersama" sahut Samudera, ia menerima uluran tangan dan memeluk calon besannya.


"Ugh, co cweet. Jadi pengen ikutan dipeluk." bisik Embun pada Keanu.


"Ngode mulu nih Buaya, sini- sini. Tapi jangan minta di lepas ya" Keanu tentu langsung menarik tubuh Embun untuk ia peluk, tapi deheman dari kedua pria dewasa itu membuat mereka mengurai pelukan.


"Sampai bertemu lagi nanti"


"Hati-hati di jalan"


Embun berjalan paling akhir, ia Sesekali menoleh kearah Keanu yang berdiri tepat di sisi mobilnya. Sepertinya ia akan pergi stelah melihat Embun dan keluarganya benar-benar sudah menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Braak..


Keanu menutup pintu mobilnya dengan pelan tapi ternyata masih menyisakan bunyi yang cukup keras. Ia duduk di balik kemudi sedangkan orangtuanya di belakang seperti awal mereka berangkat. Cheryl yang tak banyak bicara hanya sesekali menjawab apa yang di tanya suaminya. Keanu sedang benar-benar tak bisa menebak isi hati dan pikiran wanita itu.


"Nu, apa kami bahagia?" tanya Cheryl tiba-tiba, Keanu sontak melirik Ummanya lewat kaca spion atas.


"Iya, Umma. Aku bahagia."


"Karna bertemu kakekmu?" tanya Cheryl lagi dengan kepala masih bersandar di dada bidang sang suami.


"Salah satunya, Umma." sahut Keanu sambil tersenyum simpul.


"Lalu, apa karna lamaran mendadak tadi?"


Keanu langsung mengangguk, mengiyakan ucapan Ummanya yang tak lagi menangis. Dari sorot matanya terlihat wanita itu kini lebih tegar dan kuat.


.


.


.


.


Tak ada kebahagiaan yang paling sempurna selain benar-benar di jodohkan dengan orang yang namanya selalu ku sebut dalam doa di sepertiga malamku, Umma...

__ADS_1


__ADS_2