Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Lomba!!


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Embun yang berbaring di atas ranjang perlahan mulai di periksa, ada satu perawat yang membantu menyingkap baju atasan Embun dan menurunkan sedikit celananya juga untuk di olesi gel dingin di bagian perut. Seumur hidupnya tentu ini adalah pengalaman pertama bagi Embun dan Keanu.


"Sudah testpack sebelum kemari?" tanya sang dokter sambil terus sedikit menekan perut embun dengan alat Transducer saat melakukan USG.


"Belum, terakhir tiga bulan lalu dan hasilnya negatif, semenjak itu aku tak pernah mencoba melakukan tes lagi" jawab Embun lirih, seringnya kecewa selalu mendapatkan garis satu membuat ia enggan menyentuh barang kecil itu lagi.


"Terakhir menstruasi ingat, kan?"


Embun mengangguk, sejak remaja ia tak pernah lupa bahkan mencatat hal penting tersebut apalagi setelah menikah, kadang telat tiga atau empat hari pun ia langsung tes di rumah meski hasilnya selalu negatif.


"Baiklah, sudah selesai"


Embun langsung di bersihkan dan di bantu lagi merapihkan diri sebelum ia turun dari ranjang untuk kembali duduk di sebelah suaminya.


"Jadi gimana hasilnya, Dok?" tanya Keanu yang di buat semakin penasaran.


"Kalau di lihat dari pemeriksaan USG, selamat ya, Nyonya kali ini sedang mengandung" jawab Sang dokter.


Pernyataan wanita itu membuat pasangan suami istri tersebut sempat diam sejenak mencerna apa yang mereka dengar.


"Maksud dokter, istri saya hamil?" Keanu memastikan dengan kembali bertanya.

__ADS_1


"Iya, Tuan"


"Kamu hamil, Sayang. Kerja keras ku gak sia-sia banjir keringet berdua sama kamu" ucap Keanu yang merasa senang bukan kepalang. Ia mengelus perut rata istrinya dengan perasaan haru sampai matanya berkaca-kaca.


"Iya, Bang. Aku hamil"


Dokter dan para perawat membiarkan pasangan itu menyalurkan rasa bahagia mereka lebih dulu. Saling memeluk dan menciumi wajah sang istri sudah jadi drama umum di ruang pemeriksaan.


"Aku hamil berapa bulan, Dok?" tanya Embun.


"Dari hasil barusan, Nyonya usia kandungan baru menginjak lima minggu. Masih trimester pertama dan itu sangat rawan sekali. Jadi saya minta untuk lebih menjaga diri ya demi keselamatan kalian berdua" pesan Si dokter.


Berhubung ini adalah pengalaman pertama, tentu Embun banyak bertanya dan banyak mendapatkan masukan. Beruntungnya ia bertemu dengan dokter yang mudah di pahami cara bicaranya dan sabar saat berkomunikasi.


"Jika sudah begini, kakek matipn tenang, Nak" ucap Tuan Lee di sela isak tangisnya.


"Kakek jangan bicara begitu, kakek harus yakin jika kakek bisa bermain dengan Cicit-cicitkakek nanti" balas Embun.


"Iya, kek. Aku akan membuat banyak memberi keturunan untuk keluarga ini" timpal Keanu yakin dengan ingin nya selama ini


"Ya, semoga terwujud"


"Ya sudah, aku kemar dulu ya, aku ingin memberi tahu orang-orang di rumah utama tentang kehamilan ini" pamit Embun yang ingin ke kamarnya.

__ADS_1


"Abi dah Umma biar aku yang bicara nanti mereka"


"Iya, Bang" sahut Embun.


Wanita cantik itu kini bergegas menuju kamarnya sendiri berniat melakukan panggilan telepon dengan Mhunnya.


Satu.. dua... tiga... hingga Sepuluh detik Embun masih sangat sabar menunggu panggilan tersambung


"Hallo, Buy. Kenapa?" sapa Biru


"Gak.apa apa, Kok. Phiu dan papAy ada gak??"


"Oh, ada" sahut Biru.


"Lagi apa? Buy kangen mereka"


.


.


.


.

__ADS_1


Lagi lomba Muntah....


__ADS_2