Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Panggilah...


__ADS_3

"Sayang, aku pergi dulu ya"


Hanya kalimat itu yang diberikan Keanu pada Embun, sekilas memang sangat menggantung tapi ia tak bisa memberi penjelasan lebih pada gadis kesayangannya. Keanu yang tak pernah memberi tahu apapun tentu bingung harus memulai dari mana menceritakan semua tentangnya.


Ketiganya masuk kedalam mobil yang Keanu kemudikan sedangkan Rendra duduk di sebelah putranya serta Cheryl di belakang. Tak ada pembicaraan apapun setelah Rendra memerintah Keanu membawa kereta besinya ke bandara. Dua pria itu hanya sesekali menoleh kearah wanita tercinta mereka yang terdengar terisak sedih.


Cheryl belum berani menerima semua keadaan, yang ia pikiran kan hanya kemungkinan terburuk tanpa ia percaya semua akan baik-baik saja. Cheryl mengusap perutnya sendiri, jika saja ada satu anak yang lahir dari rahimnya tentu ia tak akan setakut ini. Ia benar-benar tak percaya diri dengan keadaan yang ia alami.


"Umma, jika Umma tak mau kita bisa pulang ya" ucap Keanu saat mobil berhenti di lampu merah.


"Lanjutkan, Nak. Umma tak apa" sahut Cheryl sambil menghapus air matanya.


Rendra hanya bisa memijit pelipisnya yang berdenyut, hal yang sang istri rasakan tentu ia rasakan juga.


.


.


Mobil masuk kearah bandara yang di arahkan oleh Rendra, sampai disana mereka di datangi oleh empat orang berpakaian serba hitam menuju sebuah pintu masuk yang sepertinya tidak bisa di datangi sembarang orang. Rendra berjalan lebih dulu karna ia pernah melewatinya bersama sang calon besan. Sedangkan Keanu mengekor di belakang sambil merengkug tubuh Umma nya.


Keanu dan Cheryl saling pandang saat mereka di minta masuk kedalam pesawat pribadi yang terlihat sangat mewah.


"Rahardian's Group" gumam Keanu saat ia membaca dan memperhatikan logo di badan pesawat.

__ADS_1


Keanu tak bodoh, tentu ia sudah bisa menebak jika burung besi itu pasti milik keluarga sang pujaan hati. Tapi lagi dan lagi ia memilih untuk diam tak banyak bertanya. Di dalam pesawat sama hal nya seperti di dalam mobil tadi. Tak ada kata yang keluar dari mulut ketiganya, bahkan Rendra dan Cheryl memejamkan mata seolah kembali tenggelam pada pikiran mereka masing-masing.


Entah berapa lama waktu yang di tempuh, akhirnya mereka mendarat dengan selamat dan langsung mengikuti kembali orang orang berpakaian serba hitam yang sama. Satu mobil dari tiga mobil yang berjejer mereka naiki.


"Ada apa sih?" bathin Keanu.


Cheryl tak lagi serapuh tadi, tak ada air mata yang menetes di pipi mulusnya yang terlihat sedikit tirus dari biasanya. Sekitar empat puluh menit mereka tiba di sebuah bangunan mewah tiga lantai yang begitu kokoh bak istana.


"Kita sudah sampai, ayo turun" ajak Rendra.


"Abi pernah kemari?" tanya Keanu yang akhirnya tak lagi bisa membendung penasaran.


"Ya" hanya jawaban singkat yang di berikan Rendra karna mereka harus cepat masuk menemui Tuan Lee.


"Kalian sudah di tunggu di kamar Tuan besar, mari ikut saya" ucap salah satu pria berkaca mata yang berusia kurang lebih tujuh puluh tahunan.


Rendra, Keanu dan Cheryl melangkah dengan perasaan yang berbeda. Takjub? tentu, itu yang pertama kali hinggap dihati ketiganya saat melihat betapa semakin mewahnya dalam bangunan tersebut.


Cek lek..


Pintu di buka oleh pria tadi, ia mempersilahkan tiga tamu Tuan besarnya yang sedang di tunggu sedari tadi untuk masuk, dan betapa terkejutnya Keanu saat melihat orang yang sangat di kenalnya ada di sana juga.


"Om---"

__ADS_1


Samudera tersenyum kecil, ia yang berdiri di samping ranjang yang berisi seorang pria baya dengan banyak alat di tubuhnya meminta Keanu untuk segera mendekat.


"Abi..."


"Pergilah, Nak. Temui dia" titah Rendra meski berat bahkan Cheryl menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Keanu kesana dulu ya" izinnya lirih.


Langkah kaki keanu seakan berat menghampiri ranjang tersebut, matanya panas melihat seseorang terkapar lemah dengan mata yang terpejam seolah tak berdaya. Dada telanjang orang itu terdapat banyak kabel yang tak di pahami oleh Keanu sama sekali fungsinya.


"Kamu adalah orang satu-satunya yang ia miliki" ucap Samudera yang bagai petir menggelegar di telinga Keanu.


"Benarkah?" tanya Keanu memastikan tanpa menoleh kearah calon mertuanya.


"Panggilah, ia sedang menunggu hal itu"


.


.


.


Kakek...

__ADS_1


__ADS_2