
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Seperti yang di perintahkan oleh dokter keluarga semalam, Pasangan Embun dan Keanu pun langsung datang ke rumah sakit menemui Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Embun yang tampak cemas terus di tenangkan oleh Keanu yang terus menggenggam tangannya.
"Gada yang harus kamu takutin, Sayang"
"Tapi kenapa harus di periksa sama dokter kandung? apa karna aku--"
"Jangan dulu membuat kesimpulan, kita pernah beberapa kali kecewa. Kali ini kita serahin semua hasilnya sama dokter ya" ucap Keanu.
Beberapa bulan menikah, tentu pasangan itu sangat mengharapkan kehadiran sang buah hati terutama Keanu yang sangat mendamba hal tersebut, menjadi anak tunggal di dua keluarga membuatnya ingin memiliki banyak keturunan setelah menikah nanti. Tapi sayang, Mak Othor yang cantik paripurna kesayangan gajah dan tututnya ini belum meridhai karna takut jika harus semakin TUA.
#GakUsahKetawa!!
"Maaf, aku belum bisa wujudin maumu, Bang"
"Gak usah minta maaf terus, yang penting kan kita selalu usaha" jawab Keanu sambil mencium kening dan dua pipi Embun secara bergantian yang kemudian berlanjut pada bibirnya sekilas.
Dirasa sudah jauh lebih tenang, Keduanya turun dari mobil mewah Keanu. Melangkah bersama menuju ruang dokter yang sudah membuat janji dengan mereka.
"Selamat siang, Nyonya dan Tuan. Silahkan masuk kalian Sudah di tunggu oleh dokter Dewi" sambut seorang perawat di depan pintu
"Terimakasih, Suster" sahut keduanya bersamaan.
Embun dan Keanu duduk di kursi tepat di depan seorang wanita paruh baya berkacamata, ia memakai pakaian khas kedokteran.
"Selamat siang, boleh tau keluhannya nyonya?"
"Kemarin sempat pusing dan mual, Dok" jawab Embun.
__ADS_1
"Hari ini, bagaimana?" tanya dokter.
"Aku gak rasain apa-apa, hanya terbangun di jam dua pagi dan sampai sekarang belum mau tidur lagi" jelas wanita itu sedikit heran sendiri.
"Baiklah, kita periksa dulu ya"
Embun hanya mengangguk, ia bangun dari duduk dan bergegas menuju sebuah ranjang untuk di periksa. Setelah berbaring matanya justru menatap langit-langit ruangan tersebut karna mendadak bayangan dua pria kesayangannya itu terlintas begitu saja.
Embun pasti akan tersenyum kecil andai saja ia tahu apa yang terjadi pada malam itu pada Biaya dan Tututnya.
.
.
Rumah utama 02.00
Tap.. tap... tap...
"Belum tidur?" tanya Air pada putra semata wayangnya.
"Laper"
"Sama" jawab Sang Tuan besar Rahardian sambil terkekeh.
Air yang merasa lapar akhirnya keluar dari kamarnya berniat membuat mie instan tanpa membangunkan Hujan. Tapi siapa sangka jika anaknya juga melakukan hal yang sama dengannya.
"PAy, bikin dua dong. Aku mau" Pinta Sam sambil menaik turunkan alisnya.
"Bikin sendiri"
"Sekalian, ya ampun!" keluh Sam masih memohon.
__ADS_1
Mau tak mau akhirnya mie instan miliknya, Air berikan pada sang putra sedangkan ia membuatnya lagi. Sam bertepuk tangan kecil karna semangkuk mie kini sudah tepat di depannya.
"Dede makannya tungguin PapAy ya"
"Gak usah, makan aja duluan" sahut Air dengan tangan sibuk memotong sayuran dan sosis.
"Tapi mau makan berdua, pAy"
"Iya, tunggu sebentar lagi mateng" jawab Air sambil memindahkan mie nya kedalam mangkuk beling yang berukuran lumayan besar karna ia memasukkan beberapa toping agar kenyang.
"Ish, mantap banget ini"
"Iya, makannya pelan-pelan jangan lupa baca doa biar gak di bantuin saiton" balas Air.
Keduanya malah tertawa bersama, dan setelah itu mulai menikmati makan malam menjelang subuh mereka. Tapi baru satu suapan hal lain pun terjadi, perut dua pria tampan itu seolah menolak secara bersama.
Oeeeeeek....
Air dan Sam bangun dan berlari kearah wastafel untuk mengeluarkan isi perut mereka yang mendadak mual. Tanpa mereka sadar ada sosok lain yang sedang tertawa melihat hal tersebut.
.
.
.
Emang enak, pada kena KARMA..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Gajah gue gentayangan oey 🤭🤭🤭🤭
__ADS_1