Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
ada apa dengannya?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ris, Embun mana?" tanya Keanu saat ia datang kembali kerumah Rista.


"Embun pulang, Key. Kenapa?"


"Pulang? kok gak bilang aku ya" balas Keanu bingung. Ia langsung merogoh saku celananya lalu meraih si benda pipih yang ada di dalam sana.


Berkali-kali pria itu menghubungi Embun, nada tunggu yang ia dengar tetap sama yaitu ponsel yang tak aktif.


"Handphonenya mati, Ris"


"Hem, pasti kebiasaan deh ponselnya belum di cash" jawab Rista sambil terkekeh, beberapa tahun bersama tentu ia paham betul dengan tingkah sahabatnya itu.


"Oh, aku hanya takut terjadi apa-apa dengannya"


Rista langsung diam, senyum yang sedari tadi mengembang seketika pusar saat ia melihat jelas raut khawatir di wajah tampan pria yang di cintainya. Keanu mulai gelisah dan tak fokus saat di ajak bicara oleh Rista.


"Aku pulang ya" pamit Keanu sembari bangun dari duduknya di teras.


"Nanti malam gimana? jadikan?" tanya Rista memastikan rencana mereka yang memang akan pergi malam nanti.


"Jadi, nanti aku jemput ya"


"Ok, makasih ya dan hati hati di jalan, sampai ketemu nanti malam" ujar Rista sambil melambaikan tangan, senyumnya kembali terukir di wajah cantiknya.


"Assalamu'alaikum"

__ADS_1


"Waalaikum salam" Rista membalas salam Keanu dengan perasaan luar biasa kagumnya. Pria itu benar-benar sudah memberinya rasa nyaman yang tak pernah ia rasakan.


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang Keanu melajukan sepeda motornya dengan pelan, berbagai pertanyaan singgah di hati dan otaknya yang terus berpikir tentang sikap aneh Embun yang pergi tanpa pamit di tambah ponselnya yang juga tak bisa di hubungi meski berkali-kali di cobanya.


Biar ku tanyakan esok saat bertemu dengannya.


Motor putih Keanu akhirnya terparkir di garasi rumah orang tuanya yang nampak hangat meski sepi. Tak pernah terdengar keributan di dalam sana karna tak adanya sosok anak kecil selain Keanu selama dua puluh tahun ini.


Cek lek..


"Assalamu'alaikum, Umma"


"Waalaikum salam, Nak. Udah pulang?" tanya Cheryl sambil menyodorkan tangan yang ingin di raih putra semata wayangnya tersebut.


"Iya, tapi nanti malam mau pergi lagi"


"Kemana?" tanya Wanita cantik berperwakan mungil tersebut.


"Mau anter Rista, Umma." jelasnya yang langsung duduk di kursi meja makan.


"Oh, Rista. Ajak main kemari, Nu. Umma suka padanya karna baik dan lembut" ujar Cheryl, ia menutup lemari pendingin yang sedang di bersihkan lalu duduk di hadapan Keanu.

__ADS_1


"Semua orang juga baik, cuma kadang prilakunya yang kurang terpuji"


"Sama saja!" jawab Cheryl yang di balas tawa kecil dari Keanu.


Anak dan ibu itu pun mengobrol panjang lebar termasuk menceritakan keseharian mereka sampai Rendra akhirnya datang dan bergabung.


"Umma siapin makan siang dulu ya"


"Udah hampir sore ini sih" cibir Rendra yang langsung membuat istri kecilnya itu berdecak pinggang.


"Dari pada gak di kasih makan sama sekali!"


"Iya deh iya, Umma tuh gak betah ya sehari gak ngomel, ampun deh!" kata Rendra suami baik hati dan penyabar.


"Gak apa-apa, seru loh Bi" kekeh Keanu menimpali.


"Haha, iya sih berasa di kultumin mulu setiap hari"


.


.


.


.


Hem, aku juga lebih suka perempuan yang manja dan pecicilan, Bi

__ADS_1


__ADS_2