Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Rencana para Tuan besar


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kamu sudah bertemu dengan papanya Keanu?" tanya Air saat putra semata wayangnya itu datang ke ruang kerjanya di rumah utama.


Sam hanya mengangguk sekali, ia tarik satu kursi lalu duduk saling berhadapan.


"Sudah, pAy"


"Lalu, apa kamu juga bilang jika Tuan Lee menunggu anak itu datang padanya?" tanya Air lagi sangat penasaran. Jika bukan karna Rain merajuk hari ini tentu ia sudah ikut bersama Samudera bertemu dengan Rendra, tapi cucu laki-lakinya tak kalah penting dari permasalahan sang Ratu Rahardian.


"Sudah, aku pun menegaskan padanya jika hubungan Keanu dan Embun sampai serius aku ingin keluarga kandungnya pun ikut datang untuk meminta Embun secara baik-baik" jelas Sam.


"Tuan Lee bukan orang biasa, Appa mu kenal baik keluarga itu. Tapi masalah mereka punya cucu laki-laki yang hilang tentu papAy baru tahu ini. Mungkin kah ini di sengaja?" ucap Air mulai menerka.


"Entahlah, apa kita buat pertemuan lagi dengan Tuan Lee? kemarin rasanya aku belum puas banyak mengobrol dan mendengar ceritanya" tawar Samudera yang memang belum puas.


"Tunggu sampai kesehatannya membaik. Jangan dulu menggangu Tuan Lee" cegah Air.


Sam pun akhirnya mengangguk pasrah, setidaknya kini ia tahu siapa Keanu sebenarnya meski belum sepenuhnya. Tapi Sam sudah merasa lega karna keluarga kandung Keanu termasuk jajaran keluarga konglomerat di negeri ini meski masih jauh di banding dengan keluarga Rahardian.


.

__ADS_1


.


.


Embun yang berada di kamarnya hanya berguling di atas kasur. Tak ada yang ia lakukan kecuali menunggu pesan dari Keanu. Pria itu hanya sesekali mengabarinya jika sedang berhenti di jalan.


"Abang paketek nganter barangnya jauh jauh kali ya, udah satu jam lebih belum balas chat aku" gumam Embun sedikit kesal. Bahkan untuk mandi saja ia sangat enggan padahal hari beranjak semakin sore.


Tapi saat ia benar-benar sudah tak sabar dering ponsel miliknya pun berbunyi. Embun dengan cepat meraihnya, senyum tersungging di sudut bibir saat melihat nama di layar benda pipihnya.


"Hallo, Bang" sapa Embun.


"Haha, waalaikum salam Abang ganteng maksimal" sahut Embun yang lagi dan lagi selalu lupa dengan sapaan wajib Keanu.


"Umma sakit, keluar nanti malam di tunda lain waktu gak apa-apa ya?" ucap Keanu yang membuat Embun langsung diam.


"Umma sakit? sakit apa? lalu sekarang dimana?" Embun langsung melempar beberapa pertanyaan yang malah menjadikan Keanu gemas padanya.


"Cuma gak enak badan, masih di rumah kok. Ini abang juga mau pulang, lanjutin kerjanya besok lagi"


"Kenapa gak di bawa kerumah sakit? jangan tunggu parah loh, Bang"

__ADS_1


"Tunggu kondisinya dulu. Semoga cepat membaik" balas Keanu penuh harap, ia tentu kaget saat Abinya mengatakan jika Ummnya sakit karna Ia tak sempat berpamitan saat pergi bekerja tadi sebab kedua orangtuanya sedang membicarakan hal penting di dalam kamar.


"Boleh aku menjenguk?" tawar Embun.


"Tentu, aku akan menjemputmu sekarang" jawab Keanu senang dan antusias, ia tak menyangka gadis kesayangannya itu begitu perduli pada orang-tuanya.


"Baiklah, aku mandi dulu ya"


.


.


Sambungan telepon pun terputus, Keanu meletakkan lagi ponselnya ke saku jaket. Ia meraih helm putih lalu memakainya sebelum naik ke atas sepeda motor.


.


.


.


Jemput masa depan dulu ah...

__ADS_1


__ADS_2