Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Sudah ku duga


__ADS_3

" Kamu bukan putra Kami, Nu" tegas Rendra dengan mata terpejam, tentu ia tak ingin melihat eksperi Keanu yang pastinya kecewa.


"Huft, aku sudah menduga hal itu sejak lama" jawab Keanu setelah ia membuang napas kasar dan beratnya.


"Maksud mu?" tanya Rendra dan Cheryl berbarengan.


"Golongan darah kita berbeda, tapi aku masih mencoba menyangkalnya selama ini. Aku masih berbesar hati dan berdoa itu semua salah dan keliru karna hal tersebut sering juga terjadi. Tapi, hari ini Abi justru mematahkan harapanku" lirih Keanu yang berbicara sambil menunduk.


"Nunu, sayangnya Umma ya"


Cheryl mengurai pelukan, ia tentang kan tangannya agar putranya masuk ke dalam dekapan. Melihat hal tersebut Keanu tentu langsung berhambur memeluk dan tangis keduanya pun pecah.


"Umma jangan sedih ya, Nunu akan minta sama Tuhan kalau Surga-Nya Nunu cuma Umma. Meski wanita lain yang bertarung nyawa melahirkan Nunu tapi Umma yang udah urus Nunu sampai detik ini. Nunu akan tetap jadi anak Umma, kan?" ucap Keanu di sela isak tangisnya.


"Tak peduli kamu lahir dari rahim siapa, Umma akan menganggap mu selalu putra Umma selagi kamu tak meragukanmu kasih sayang Umma"

__ADS_1


Keanu tersenyum kecil, ia hapus air mata yang membasahi pipi kedua orangtua yang selama ini mengurusnya penuh cinta.


"Aku tak akan kemana mana, aku tak pernah berniat mencari tahu siapa aku sebenarnya. Nunu yang ada di hadapan kalian tetap Nunu yang sama meski darah kita berbeda." tegas pria tampan itu.


Ketiganya saling menguatkan, saling menghapus air mata dan saling tersenyum meski luka tetap terlihat di wajah mereka. Keanu begitu menikmati belaian yang orangtuanya berikan padanya yang serasa semakin menghangatkan hatinya.


"Tapi kakekmu ingin bertemu, Nak" ucap Rendra, alis Keany pun kini mengerut.


"Abi tahu keluarga ku, orangtua ku?" tanya Keanu.


Meski ia tak pernah mencari tahu, tapi saat tahu keluarganya ada tentu ia senang dan itu tak bisa ia sembunyikan.


"Ya, tapi Abi tak tahu banyak. Hanya bertemu dengan kakekmu. Biar dia yang cerita kan semuanya padamu, Nak"


Keanu mengangguk paham, perasaan lega menyelimuti hatinya seraya berjanji untuk sama sekali tak meninggalkan Abi dan Ummanya apapun yang terjadi.

__ADS_1


Sementara di rumah utama, Embun menangis sesegukan dalam dekapan papAynya. Pria baya itu tak henti menenangkan cucu perempuan kesayangannya itu.


"Kami pernah ada di posisimu. Semua ini juga pernah terjadi di keluarga Rahardian, Buy"


Embun mendongak, ia memang tak pernah tahu hal itu selama ini. Gadis itu berpikir keluarganya tak pernah merasakan hal berat sepereti Keanu dan dirinya.


"Maksud papAy apa?"


"Posisimu saat ini sama seperti Onty Chaca, papAy yakin kamu akan lebih kuat darinya. Keanu pasti butuh kamu, mungkin dia tak akan meminta bantuan apapun tapi Keanu butuh di dengarkan, ia butuh pelukanmu, Buy"


Embun mengangguk paham, semenjak ia bertemu Phiu dan Abi di kantor pikiran Embun tak pernah tenang. Tak jarang ia melamun saat kuliah karna rasa takut semua akan terbongkar. Embun tak bisa membayangkan berada di posisi Keanu saat ini.


"Apa mereka sama seperti ku dan Keanu?" tanya Embun yang di jawab anggukan kepala oleh Air.


"Ya, dan itu rasanya sangat sakit. Amma sampai menangis berhari hari. Mungkin itu juga yang kini di rasakan oleh Umma Keanu" balas Air masih mengusap kepala cucunya.

__ADS_1


Boleh aku ke sana? tak hanya Keanu yang butuh aku, Umma nya juga butuh sandaran kan, pAy?


__ADS_2