Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Rindu...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gelas yang masih di tangan Lexa jatuh begitu saja ke lantai saat ia mendengar alasan dari Keanu, Direktur Ar Media Group yang selama ini sudah menguasai hati dan pikirannya.


Keanu yang kaget langsung bangun dan mendekat, ia membawa gadis itu ke sofa untuk di tenangkan.


"Harusnya aku kuat, karna hari ini pasti terjadi" lirihnya saat sudah di duduk di sofa.


"Maaf, aku tak bermaksud melukai hatimu. Aku hanya jujur mengatakan apa yang kamu tanyakan barusan" jawab Keanu yang kini jadi serba salah.


" Tak apa, memang aku yang terlalu terbawa perasaan. Maaf "


Keanu menarik tangan asistennya itu yang terasa begitu dingin, ia tahu jika Lexa menaruh hati padanya dan Keanu tak merasa terganggu akan hal itu, Lexa berbeda dengan gadis lainnya termasuk Rista yang terlalu memaksa. Selama bertahun-tahun bersama dan banyak menghabiskan waktu di kantor tak di pungkiri ada rasa nyaman di hati Keanu karna Lexa tak sesumbar dengan perasaannya. Perhatiannya wajar dan normal, terlebih jika dalam urusan pekerjaan mereka sangat profesional. Tapi berbeda dengan kali ini yang mungkin terasa mendadak bagi gadis itu.


"Akan ku doakan semua yang terbaik untukmu, aku turut bahagia akhirnya kalian bisa bersama dalam waktu dekat ini. Jangan hiraukan perasaan ku dan biarkan ini jadi urusanku juga ya" ucap Lexa dengan senyum sedikit di paksakan.

__ADS_1


"Terima kasih banyak atas pengertian dan rasa sabar mu. Aku benar-benar tak bisa berpaling darinya meski kurasa perasaan mu cukup kuat pada ku. Percaya lah, Tuhan sedang menyiapkan jodoh terbaik untukmu di lain waktu dan tempat"


.


.


.


Lain Keanu, lain juga dengan Embun. Ia seperti bisa merasakan apa yang sedang terjadi dengan sandaran hatinya di sana, karna sejak siang ia selalu uring-uringan tak jelas. Jika keanu sudah bilang akan bekerja tentu ia tak berani untuk mengganggu dan itu tak berubah sampai detik ini tak perduli saat masih menjadi kurir atau justru kini yang sudah menjabat sebagai Direktur.


"Buy, kenapa sih?" tanya Biru, ia menghampiri putri cantiknya yang melamun sendiri.


"Nunggu tiga tahun kuat, masa segini aja udah cemberut sih" goda Biru.


Embun menoleh, lalu berhambur memeluk Mhiunya karna dirasa benar yang di katakan wanita itu, tapi sungguh kali ini rasanya sungguh berbeda. Embun sampai bosan mengecek ponselnya sampai ia berniat menghancurkan benda pipih tersebut.

__ADS_1


"Dari pada melamun, mending kamu hubungi Onty Senja untuk baju yang akan kita pakai di acara lamaran kamu nanti. Sudah di pilih kan?"


"Sudah, Mhiu. Nanti coba ku telepon Onty Senja ya. kita juga belum kesana. Ini mendadak loh aku harap bisa selesai di waktu yang tepat" jawab Embun.


"Keanu belum memastikan harinya, kan?"


"Belum, ia lihat kesehatan kakek dulu dan beberapa pekerjaannya. Doakan semua lancar ya, Mhiu"


"Tentu, sayang. Kebahagiaanmu yang paling utama bagi kami. Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu pilih nanti ya" pesan Biru yang di jawab anggukan kepala oleh putri sulungnya.


"Iya, Mhiu. Aku mantap kan hatiku padanya. Tapi rindu ini menyiksaku" lirihnya kesal sendiri.


.


.

__ADS_1


.


Rindu bukan di ciptakan oleh jarak, namun oleh perasaan. Jika kamu merindukannya itu bukan karna kalian jauh tapi karna dia sudah ada di hatimu...


__ADS_2