Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Bukan Hiu.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Selesai dengan urusan pekerjaaan di kantor, Keanu pun langsung pulang ke kediaman Tuan Lee. Ia akan memastikan sendiri kesehatan sang kakek yang harus benar-benar stabil, karna acara lamaran akan di langsung kan di akhir pekan dan itu tandanya tiga hari dari sekarang.


"Sudah beres semua?" tanya kekek.


"Sudah, Lexa dan yang lainnya akan meng-handle perusahaan untuk satu minggu kedepan tanpaku"


"Lexa tahu kamu akan melamar Embun? bagaimana tanggapannya?" tanya kakek lagi dengan tatapan sendu yang menghiasi wajah keriputnya.


"Aku melukai hatinya, Kek. Maaf" ujar Keanu lirih.


"Dia pasti paham, Lexa gadis yang baik. Biar kakek nanti yang bicara padanya" ucap Tuan Lee sedikit menenangkan.


Lexa, ia yang sejak remaja ikut dengan Tuan Lee tentu bukan di anggap orang lain lagi. Ia tumbuh menjadi pribadi yang tak banyak bicara dan juga agresif, sampai pada suatu hari kakek malah berjanji pada dirinya sendiri akan menjodohkan gadis itu dengan cucunya jika bisa di temukan dalam waktu cepat. Tapi sayang, keturunan yang di carinya itu ternyata sudah memiliki pilihan hati sendiri yang sepertinya tak bisa di ganggu gugat lagi.


"Aku sudah memberi pengertian, dan ku rasa ia paham. Lexa tak pernah mengganggu hubungan ku dengan Embun, perasaannya ia simpan begitu rapih selama ini" ucap Keanu yang merasa malu sendiri sudah mengecewakan gadis sebaik Lexa.


"Fokuskan saja pada niatmu. Kakek percaya Lexa akan mendapat jodoh yang lebih baik dari yang kini ia cintai" balas Kakek.


"Aamiin kek"


.

__ADS_1


.


.


Kepulangan Keanu kerumah orangtuanya tentu di sambut baik oleh Umma, karna Abinya sudah berangkat ke toko sejak pagi. Wanita itu sudah tak sabar ingin banyak mendengar banyak cerita dari sang putra.


"Apa gak apa-apa, kita cuma datang berempat kerumah utama?" tanya Cheryl.


"Emang kenapa? Umma mau bawa rombongan satu komplek?" kekeh Keanu.


"Kita gak punya keluarga besar, jadi gak ada yang anter kamu buat acara lamaran, Nu"


"Gada yang anter tapi banyak yang nyaksiin kok Umma. Umma tenang aja ya" ucap Keanu yang langsung merangkul bahu wanita yang selama ini sudah mengurusnya dengan sangat baik sejak bayi.


"Kapan kakekmu kesini?"


"Umma harus siapkan kamar"


"Gak usah, keluarga Rahardian udah siapkan kamar di hotel mereka"


"Kenapa gak disini aja?" tanya Cheryl.


"Kakek kan sedang sakit, peralatan medisnya pun lumayan banyak, belum lagi beliau akan membawa orang-orang kepercayaannya. Jadi lebih baik disana, Kakek lebih nyaman karna dekat dengan rumah sakit juga. Doakan saja ya Umma"

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu saja."


"Nunu mau ke kamar dulu ya, Mau telepon Embun sebentar" pamit Keanu yang di setujui oleh Cheryl.


Wanita itu menatap punggung Keanu dengan banyak rasa dalam dadanya, kadang masih saja tak ikhlas jika kasih sayang sang putra ternyata sudah terbagi rata. Tapi ia bisa apa, bukankah hidup terus berputar dan berlanjut. Cheryl tak bisa terus egois meski merasa waktu begitu cepat berlalu.


Ceklek


Keanu membuka pintu kamarnya yang kini jarang ia tempati sejak tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Rumahnya kini ada dua, dan jika sudah menikah mungkin akan bertambah lagi menjadi tiga.


Keanu melepas jaket yang membalut tubuh tingginya, ia merogoh ponsel yang tersimpan di saku celana panjangnya.


Satu nama paling spesial pun segera ia tekan untuk melakukan panggilan telepon.


"Hallo Bang" sapa Embun.


.


.


.


***Belalang, kupu-kupu...

__ADS_1


Hai, sayang, I miss you***!!



__ADS_2