
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Aaron Lee Bin Marshal Lee dengan putri kandung saya Embun RaLiana Rahardian Wijaya binti Samudera ErRainerly Rahardian Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai"
"Saya Terima nikah dan kawinnya Embun RaLiana Rahardian Wijaya binti Samudera ErRainerly Rahardian Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" dengan sekali tarikan napas akhirnya Keanu bisa mengucapkan ijab kabul secara lantang tanpa ada kesalahan apapun.
"Bagaimana saksi, Sah?" tanya pak penghulu yang di jawab anggukan kepala.
Alhamdulillah...
Semua doa pun segera dipanjatkan, dengan kedua tangan menadah seluruh keluarga dan saksi meng Aamiin kan apa yang sedang di minta pada sang Maha Kuasa.
Tetesan air mata menjadi saksi bagaimana lega dan berat menyatu dalam satu waktu. Lega karna niat baik mereka bisa terlaksana dengan lancar dan berat karna harus melepas si sulung dan si tunggal.
"Tanggung jawab Embun sekarang sudah pindah ke kamu, tolong jaga dia" pesan Samudera saat laki-laki yang sudah berani ingin mempersunting anak perempuannya itu memohon doa restu.
"Pasti, Phiu. Aku akan menjaga lahir bathinnya"
"Jika sudah tak suka padanya, pulangkan dia secara baik-baik ya" sambung Air, ia adalah sosok yang pasti akan sangat kehilangan karna Embun yang paling dekat dengannya.
__ADS_1
"Aku akan selalu menggenggam tangannya dalam keadaan apapun, Pay"
Doa dan restu sudah mereka dapatkan, kini saatnya makan siang bersama. Tak ada acara mewah karna resepsi pernikahan akan di selenggarakan pekan depan di hotel milik Rahardian Group.
Rumah utama yang sejak pagi ramai oleh tamu dan kerabat kini tinggal keluarga inti di ruang tamu.
"Saking sibuknya aku sampe lupa gombalin kamu pake Hiu" bisik Keanu saat akhirnya ia bisa bicara berdua dengan wanita yang kini sudah bisa di sebutnya istri.
"Baguslah, kesian loh mak Othor di protes terus gegara gak ganti ganti gombalannya" ledek Embun.
"Eh, kemarin udah ganti loh, si belalang sama si kupu-kupu" jawab Keanu semakin merapatkan tubuhnya.
"Cuma satu macem, gak banyak. Kamu cantik, Queen"
"Queen?!" ucap Embun kaget dengan panggilan si mantan kurir tersebut.
"Iya, Ratu hidup dan hatiku, Sayang"
"Aaaaah....jadi pengen peluk" kekeh Embun dengan kedua pipi yang merah merona menahan malu dan terharu.
__ADS_1
Ia langsung masuk berhambur kedalam pelukan Keanu tak perduli banyak pasang mata memperhatikan tingkah menggemaskan mereka.
"Iiiiiih.... peluk peluk mulu, kasian sama Bum dong, Hiks" protes Rain sambil mencubit kecil-kecil kakak iparnya.
Rain sampai menangis satu hari satu malam saat orangtuanya sudah menentukan tanggal pernikahan saudaranya itu. Ia takut jika Embun di bawa oleh Keanu kerumahnya. Ia tak ingin kesepian karna akan kehilangan sumber dana cash. Sebab pemuda tampan itu masih saja merengek minta uang meski ia sendiri kaya raya sebelum si Tutut berhasil mencetaknya di dalam sawah sang istri.
"Apa sih? enak loh peluk peluk, abis ini mau cium cium" ledek Embun yang malah mengeratkan pelukan, dan itu tentu membuat Keanu menang banyak.
"Dasar pasangan Jahara!"
Rain meninggalkan kedua kakaknya itu menuju Phiu dan Mhiunya, yang memang sedari tadi memperhatikan perdebatan dua anak kesayangannya.
"Apa?" tanya Sam sambil mengusap pipi Rain yang merengut kesal.
.
.
Lamarin calon istri orang dong, buat Bum....
__ADS_1