
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dari siang, sore hingga menjelang makan malam Keanu yang di tunggu oleh Embun tak juga datang. Ponsel di tangan gadis itu tak sedetikpun ia lepas karna berharap si abang tukang mengabarinya.
"Buy, makan dulu yuk" ajak Biru yang menemui putrinya di teras depan.
"Hem, tapi... "
"Makan dulu, sayang. Nanti kalau Keanu datang dia pasti mengabarimu" rayu Biru lagi, ia paham betul apa yang sedang di rasakan Embun saat ini sama seperti dirinya yang sering di buat resah jika Sang suami terlalu sibuk di kantor.
Perut yang memang lumayan lapar ia rasakan membuat Embun akhirnya mengangguk. Ia masuk bersama wanita yang sudah berjuang melahirkannya dua puluh tahun silam tersebut.
.
.
Rasa tak enak di mulut membuat Embun akhirnya tak menghabiskan makan malamnya, ia malah ingat saat kencan pertamanya menikmati bebek goreng di kedai pinggir jalan langganannya.
Berkali-kali di goda Rain, Embun tetap diam tak banyak menimpali suasana ruang makan berubah drastis menjadi dingin.
"Buaya betina Rahardian kalau patah hati serem ya, sampe diam seribu bahasa begini. Udah kaya nunggu bom mau meledak" ledek si bungsu.
"Eh.. kamu????"
Belum sempat Embun meneruskan ucapannya tiba-tiba Seorang ART datang ke ruang makan.
__ADS_1
"Mohon maaf, mengganggu tapi ada tamu Nona muda Embun sedang menunggu di teras"
"Aku kesana" Embun langsung bangun lalu bergegas ke tempat yang di katakan ART barusan. Kini semua keluarga hanya bisa tersenyum kecil melihat kelakuan sang Ratu Buaya Betina.
.
.
.
Bingung memulai obrolan, keduanya hanya diam tanpa saling bicara kecuali saat mengucapkan salam. Embun terus memainkan kuku panjangnya yang terawat indah sedangkan Keanu hanya sesekali melirik kearah gadis cantik yang terlihat sangat gelisah.
"Maaf"
"Maaf sudah datang selarut ini. Abang menganggu mu istirahatmu ya" ujar Keanu merasa menyesal datang saat langit sudah gelap.
"Lebih baik mengganggu istirahatku, di banding mengganggu pikiranku seperti ini, Bang"
"Benarkah?" tanya Keanu, senyumnya terasa berkali-kali lipat manisnya.
Embun hanya bisa mengangguk, ia balas senyuman Keanu dengan senyum terbaiknya.
"Paket Abang banyak, Abang harus selesaikan semuanya dulu baru bisa ke sini. Ini sengaja Abang pilih paket terakhir yang satu arah dengan jalan rumahmu, Buy" jelas Keanu. Jika boleh jujur, ia pun merasa gelisah saat harus berada di jalan ketika bekerja tapi ia harus tetap ingat jika keselematan tetap yang paling penting.
"Ta apa, yang penting Abang sudah mau datang saja aku sudah senang" kata Embun yang memang kini sedikit lebih lega.
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Keanu, meski ia sudah bisa menebak.
"Aku ingin minta maaf tentang kejadian malam itu. Tapi aku berani bersumpah demi apapun jika Rival bukan calon suami ku." jelas Embun.
"Tapi dia pacarmu kan? disini aku yang seharusnya meminta maaf karna mengacaukan hubungan kalian. Jika aku tahu, tentu tak mungkin aku datang dan mengajak mu untuk keluar" jawab Keanu masih dengan nada tenang namun penuh sesal.
"Ya, aku memang salah tak jujur padamu jika aku punya pacar. Aku benar-benar minta maaf."
"Ya sudah, jangan di ulang lagi ya. Aku tak akan mengganggu hubungan kalian" lirih Keanu, hatinya pecah tapi harus di paksa untuk tersenyum.
"Enggak, Bang. Beri aku waktu satu bulan untuk memutuskan pacarku itu, gimana?" tawar Embun dengan binar mata penuh harap.
"Satu bulan? Hem... lama ya" ledek Keanu yang kini malah terkekeh.
"Iya, soalnya kan banyak, Bang. Bukan cuma satu dua tiga" sahut Embun pelan.
"Bukan satu dua tiga, lalu berapa?"
.
.
.
Sembilan...
__ADS_1