Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Dramanya


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Appa, dede kangen!" kalimat itu lolos begitu saja dari mulut Samudera, tak perduli berapa umurnya ia tetap akan memanggil dirinya sendiri dengan sebutan dede di hadapan pria kebanggannya tersebut.


Dalam satu hari setidaknya ia selalu meluangkan waktu enam puluh menit berada di tempat peristirahatan terakhir Appa dan Ammanya yang memang berada di rumah utama. Ia akan banyak menceritakan banyak hal disana sampai semua perasaannya lega.


"Bee, mau hujan masuk yuk" ajak Biru yang tiba-tiba datang. Sam pun langsung mendongakkan wajahnya ke atas dan benar saja jika langit sedikit mendung padahal baru jam sebelas siang.


"Iya, tunggu sebentar. Aku pamit dulu" jawab Sam yang hanya di jawab anggukan kepala oleh istrinya yang masuk lebih dulu. Siapapun tak ada yang berani mengusik Sam sam ia berada di tempat itu.


"Dede masuk ya, nanti kita cerita lagi"


Sam bangun dan berjalan pelan masuk kerumah utama lewat pintu samping. Langkahnya terhenti saat ia melihat putri sulungnya yang baru turun dari tangga.


"Mau kemana, Bul?" tanya Sam.


"Kan Buy udah bilang semalam, kalau Buy mau ke toko buku" jawab si cantik yang rambutnya di gerai indah hampir sepinggang.


"Phiu lupa, hati hati di jalan. Lakukan tugasmu dengan baik ya, Sayang" pesan Sam yang membuat putrinya tertawa senang.


Tugas yang di maksud pria itu adalah menghabiskan uangnya. Sam tahu jika putrinya tak akan sanggup melakukan hal tersebut.


.

__ADS_1


.


.


Embun yang pergi menaiki mobil mewahnya terus menembus jalan ibu kota yang mulai ramai lancar karna hampir jam makan siang. Kendaraan mewah itupun kini sudah memasuki area parkir bangunan besar tepat di pusat kota.


Sebelum turun dari mobilnya, Embun mengirim pesan lebih dulu pada kedua sahabatnya yaitu Shena dan Rista.


Ya, hari ini mereka pergi bertiga karna tujuan yang sama. Embun tentu tak ingin melewatkan kesempatan ini karna rasanya sudah sangat lama mereka tak menghabiskan waktu bersama.


*Shena.


[ Gue udah di dalem, Rista juga baru nyampe ]


Lantai dua adalah tujuan gadis cantik alami itu. Dengan langkag tergesa ia masuk dan mencari sosok dua sahabatnya di antara rak rak buku yang menjulang tinggi.


"Buy---- sini!" teriak Shena sambil melambaikan tangan, ia berjingkrak senang tapi Rista tetap nampak acuh padanya.


Embun jalan mendekat, memeluk dua gadis itu seperti biasa secara bergantian padahal ketiganya kerap bertemu setiap hari di kampus.


"Dapet bukunya?" tanya Embun, ia yang datang terlambat tentu belum mencari apa yang ia cari.


"Udah nih, gue juga ambilin buat lo satu. Lo mau apalagi?" tanya Shena sambil menyerahkan satu buku besar dan tebal pada Embun.

__ADS_1


"Apa ya? gue mau cari komik deh" jawabnya sambil berlalu.


"Eh, tunggu! gue mau cari novel juga nih. Mau yang bikin baper apa ya?" ucap Shena yang berjalan beriringan dengan Embun. Saat keduanya lurus Rista juga belok ke arah Kanan.


"Ris, lo mau kemana?"


"Aku kesini ya, ke tempat buku masakan" jawab Rista.


"Oh, lo mau jadi referensi baru ya buat usaha lo?" balas Shena antusia, ia tentu senang jika temannya sukses dalam usaha.


"Bukan, aku mau bikinin makanan varian baru buat Umma, Abi juga Key" jawab Rista dengan senyum penuh arti lalu pergi begitu saja.


"Tingkahnya makin ngeselin, labrak gih" titah Shena yang sangat kesal.


.


.


.


.


Biarin aja, gue mau pura-pura gak liat karna penasaran sejago apa dia mainin DRAMAnya..

__ADS_1


__ADS_2