
Malam harinya semua telah hadir dikediaman Vernatha. Termasuk Felli, Gisel, dan Echa.
Felli mengenakan dress berwarna maron dengan sedikit mutiara dibagian lengannya, dan rambut yang dicurly serta make up natural yang membuat kesan Felli semakin cantik.
Tap... Tap... Tap...
Terdengar langkah kaki mendekati pintu masuk.
Ceklek.
"SURPRISE......" teriak mereka semua yang ada disana.
"Ada apa ini?" Tanya mama Novi terkejut melihat seisi ruangan telah dihias dengan rapi.
"Selamat anniversary mama dan papa, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Tetap jadi orangtua yang terbaik buat kami" ucap Rey dengan membawa kue dengan lilin angka 30.
Mama Novi menitikkan air mata harunya, melihat betapa anaknya peduli dengannya. Dia sendiri saja hampir lupa kalau ini adalah hari jadinya.
"Ya ampun kalian repot banget nyiapin ini semua" ucap papa Irwan dan meniup lilinnya bersama mama Novi.
Tepuk tangan riuh dari semua orang disana.
"Happy anniversary mama sama papa, langgeng terus ya" ucap Flora memeluk mama Novi.
"Makasih sayang" ucap mama Novi membalas pelukan menantunya.
"Pah, nih buat mama" bisik Tristan memberikan buket bunga.
Papa Irwan pun mengambil bunga itu dan mendekat kearah mama Novi.
"Untuk istri tercintaku" ucap papa Irwan berlutut dihadapan mama Novi.
"Owhh so sweet" ucap Flora baper dengan kelakukan mertuanya.
__ADS_1
"Makasih suamiku" ucap mama Novi menerima buket bunga tersebut.
"Potong kue dong" sahut Denis.
"Oh ya hampir lupa" ucap mama Novi dan mengambil pisau untuk memotong kuenya.
Suapan pertama diberikan kepada suaminya, kedua untuk Tristan si putra sulungnya, ketiga untuk Rey, keempat untuk Denis sang putra bungsunya dan suapan kelima untuk menantu kesayangannya Flora.
"Tante happy anniversary" ucap Felli, Gisel dan Echa mendekati mama Novi.
"Makasih sayang" ucap mama Novi memeluk ketiga gadis cantik itu.
"Semoga pernikahan Tante langgeng sampai maut memisahkan" ucap Felli melepaskan pelukannya.
"Aamiin" jawab mama Novi tersenyum.
Setelah acara selesai, Flora dan ketiga sahabatnya berkumpul ditaman belakang, sementara Marcel sudah tidur dikamar.
"Fell, Lo kemana aja sih, kok gak pernah keluar lagi?" Tanya Gisel. Pasalnya setiap mereka mengajak Felli keluar, Felli selalu menolak dengan alasan sibuk.
"Masak?" Flora menautkan alisnya.
"Masak apa?" Tanya Echa.
"Apa aja, makanan, kue, dan lain lain" jawab Felli santai.
"Kalau kalian mau kerumah aja, gue bakal bikin kue kok, sekalian kalian cobain gimana rasanya" ucap Felli.
"Oke deh, kapan kapan ya" ucap Gisel yang diangguki Felli.
"Ra, toilet mana? Gue kebelet nih" tanya Felli.
"Dibelakang Lo jalan aja, ntar ketemu kok" jawab Flora dan Felli langsung beranjak menuju toilet.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusannya ditoilet, Felli keluar dan melihat jam dipergelangan tangan.
"Jam 9, lebih baik gue pulang aja" gumam Felli dan mengecek tasnya untuk mencari kunci mobilnya.
"Loh kok gak ada" ucap Felli yang tak menemukan kunci mobilnya.
"Duh mana ya?"
"Lo cari ini" ucap Tristan memberikan kunci mobil Felli.
Deg.
Felli terkejut dengan kedatangan Tristan secara tiba-tiba.
"Makasih ya tuan" ucap Felli lalu mengambil kunci mobilnya.
Felli hendak melangkah pergi tapi Tristan mencekal tangannya.
"Kenapa tuan?" Tanya Felli bingung.
"Lo mau kemana?" Tanya balik Tristan.
"Mau balik, ini udah malem masa Felli nginep dirumah tuan" jawab Felli yang mulai cerewet.
"Gue anter" ucap Tristan.
"Gak usah tuan, gue bawa mobil kok, tenang aja" ucap Felli santai.
"Lagian tuan disini aja, nikmati pestanya dulu. Besok gak ada lagi loh pesta kaya gini. Bye bye tuan" ucap Felli melambaikan tangannya dan menuju taman untuk pamit pada sahabatnya.
"Kenapa juga gue mau nganterin dia? Emang dia siapa gue coba? Haisss" gumam Tristan dan berlalu menuju kamarnya.
"Oh jadi yang buat Abang aneh itu karena si Felli, tapi ada hubungan apa ya mereka?" batin Denis yang sedari tadi mengintip interaksi antara Tristan dan Felli.
__ADS_1
"Guys gue balik ya, udah malem ini" pamit Felli ketika tiba ditaman belakang.
"Hati hati ya" ucap Flora yang diangguki Felli.