Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Undangan


__ADS_3

Saat ini Darwin dan papa Irwan sedang melakukan meeting di sebuah cafe. ya tidak hanya dengan Tristan. Darwin pun juga akrab dengan papa Irwan.


"Jadi menurutmu bagaimana?" Tanya Darwin memperlihatkan laptopnya yang berisi tentang perkembangan kerjasama perusahaan mereka.


"Cukup bagus Win, aku suka kerjamu" ucap papa Irwan memperhatikan laptop.


"Oh ya ini undangan untukmu" ucap papa Irwan menyerahkan sebuah undangan.


"Undangan apa Ir?" tanya Darwin dan membaca surat undangan itu.


"Bacalah.. " ucap papa Irwan menyeruput kopinya.


Darwin pun mulai membuka dan membaca undangan itu dengan detail.



"Ah jadi Tristan mau nikah?" ucap Darwin setelah memperhatikan undangan itu.


Papa Irwan mengangguk sebagai jawaban. "kamu boleh ajak semua anggota keluarga untuk meramaikan pesta besok" ucap papa Irwan.


"Pasti Ir" ucap Darwin tersenyum.


****************

__ADS_1


Sedangkan dikediaman Vernatha kini sedang terjadi drama antara mama Novi dan Tristan.


"Mah, mama yang bener aja dong. masa mama mau nikahin aku dengan orang yang gak aku kenal!" sungut Tristan kesal yang tiba-tiba mendapat kabar bahwa ia akan menikah besok pagi. dan parahnya diapun tidak tau dengan siapa dia akan dinikahkan.


"Mama udah bilang sama kamu. kalau kamu gak mau cari pasangan maka mama yang akan cariin buat kamu" ucap mama Novi.


Saat itu mama Novi memang sempat mengatakan pada Tristan jika ia tidak mau mencari pasangan, maka. fiks Tristan akan ia jodohkan dengan salah satu anak temannya.


Awalnya Tristan kira itu hanya teguran biasa dari mama Novi. karena mama Novi memang sering mengancam Tristan untuk dijodohkan. tapi kali ini mama Novi tidaklah bercanda dengan ucapanya waktu itu.


"Tristan kalau dalam dua bulan ini kamu gak punya pacar. maka fiks kamu akan mama jodohin sama anak teman mama"


Itulah ancaman mama Novi yang dilontarkan pada Tristan.


"Keputusan mama sudah bulat gak bisa diganggu gugat!" ucap mama Novi kekeuh.


"Mah, mama kira pernikahan adalah sebuah permainan?" ucap Tristan mencebik kesal.


"Mama gak pernah bilang gitu" ucap mama Novi.


"Tapi mah, Tristan bukan anak kecil lagi yang harus diatur atur. Tristan sudah dewasa, biar Tristan yang memilih jalan hidup sendiri" jelas Tristan.


"Iya, tapi sampai kapan? sampai mama mati kamu baru mau cari pasangan!" sungut mama Novi membuat Tristan mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Tristan berlalu pergi ke kamarnya, ia tak ingin berdebat lagi dengan mamanya yang tak akan ada habisnya. mau sekeras apapun Tristan menolak keputusan mama Novi sudah bulat. ia tak bisa berlari lagi jika besok memang harus dinikahkan.


Tristan berjalan menuju balkon kamarnya. melihat pemandangan kota malam yang sangat menenangkan.


"Fell, bolehkah aku berharap kalau yang dijodohkan denganku adalah kamu?" gumam Tristan lirih.


"Jika benar yang dijodohkan denganku adalah kamu. maka aku tidak akan menolak. aku pasti sangat bahagia Fell"


"Bolehkah aku berharap besok akan bisa melihatmu sebelum aku menjadi milik orang lain" ucap Tristan yang tak henti hentinya bergumam.


****


Darwin pulang sudah larut malam. dilihatnya keadaan rumah nampak sepi. itu artinya semua orang sudah tidur. Ia meletakkan undangan yang diberikan papa Irwan di meja ruang tamu. dan kembali membuka laptopnya karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Segini dulu ya, part berikutnya mungkin akan menguras air mata kalian. jadi siapkan tisu🤣🤣


__ADS_2