Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Rasa bersalah


__ADS_3

Drrrtt... Drrrttt... Drrtttt....


Terdengar ponsel Felli berbunyi saat ia sedang mondar mandir didepan ruang UGD. Tertera nama Darwin disana, Felli segera menekan tombol hijau yang ada disana.


"Hallo pah" ucap Felli dengan nada bergetar.


"Fell, kamu dimana? papa cari kemana mana kamu gak ada?" tanya Darwin cemas.


"Felli ada di rumah sakit pah" jawab Felli dengan nada yang masih bergetar.


"Hah! dirumah sakit? kamu kenapa ada disitu? kamu sakit? atau gimana? biar papa kesana sekarang!" ucap Darwin beruntun.


"Felli gapapa pah. tapi Tristan.... "


"Tristan kenapa?" tanya Darwin penasaran.


"Hiks... hiks... hiks... Tristan ditabrak mobil pah" jawab Felli yang tak bisa lagi membendung air matanya.


"Ditabrak mobil?! bagaiama bisa?" tanya Darwin panik.


"Panjang ceritanya pah, sekarang papa ajak om Irwan dan tante Novi kesini" suruh Felli.


"Baiklah... " ucap Darwin dan mematikan sambungan telponnya.


Felli berjalan mendekat kearah pintu, Dia dapat melihat dari kaca beberapa dokter yang sedang berusaha mengobati Tristan. Timbul perasaan bersalah pada dirinya, dia benar-benar tidak menyangka hal semacam ini akan terjadi. Dia masih ingat betul bagaimana Tristan mengungkapkan perasaannya dengan tulus. Ingin rasanya Felli mengatakan bahwa ia juga mencintai Tristan, namun egonya terlalu tinggi hingga menyebabkan Tristan mengalami kecelakaan seperti ini.

__ADS_1


"Tris, kumohon bangunlah. Aku mengaku aku salah maafin aku yang membuatmu seperti ini. Andai kau tau aku juga mencintaimu bahkan sangat mencitaimu" gumam Felli yang terdengar sangat liriih.


Sedangkan Carissa masih duduk mematung dikursi besi yang ada disana. ia tak tahu harus berbuat apa sekarang. Dan sudah dipastikan dia akan mendapat masalah besar sesaat lagi setelah orangtua Tristan datang dan mengetahui bahwa ialah yang menabrak Tristan sebenarnya.


Carissa tidak berniat ingin mencelaki Tristan, dia sudah merelakan adiknya bahagia dengan mantannya. Namun saat ia mendengar Felli datang ke Indonesia membuatnya merasa kesal. Carissa yakin Felli akan dengan mudah merebut Tristan dari adiknya. Maka dari itu Carissa berniat ingin melenyapkan Felli dan bila perlu pergi dari dunia ini.


Kebetulan begitu terjadi, saat Carissa melihat Felli menangis ditengah jalan. dengan semangat empat lima Carissa menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kencang kearah Felli. Namun siapa sangka niat awal ingin mencelakai Felli tapi malah dia menabrak Tristan secara tidak disengaja. Carissa begitu terkejut saat melihat Tristan begitu takut Felli ditabrak mobil hingga dia berani mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang yang dicintainya.


Memikirkan semua itu membuat Carissa frustasi dan bingung bagaimana cara menjelaskannya. kalau ia jujur sudah dipastikan dia akan berada dibalik jeruji besi tak lama lagi. tapi dia juga tidak bisa berbohong karena ada Felli yang melihat semuanya. Dia yakin Felli pasti akan menjelaskan semuanya dengan detail tanpa kurang sedikitpun.


"Ngapain lo natap gue kaya gitu" ucap Felli yang melihat Carissa terus menatap kearahnya.


Carissa langsung memalingkan muka, dia tak mau meladeni ucapan Felli. Dan tak berapa lama papa Irwan dan mama Novi beserta keluarga lainnya datang kerumah sakit.


"Fell, gimana keadaan Tristan?" tanya mama Novi yang begitu cemas akan keadaan putra sulungnya.


"Sebenarnya apa yang membuat Tristan sampai ditabrak mobil seperti ini?" tanya papa Irwan.


"Sebenarnya--"


Belum sempat Felli melanjutkan ucapannya, pintu telah terbuka dan memperlihatkan seorang dokter dan suster yang keluar dari ruangan itu.


"Dok bagaima keadaan putra saya?" tanya mama Novi khawatir.


"Pasien hanya lecet di beberapa bagian tubuhnya, kami sudah mengobatinya tadi. Dan kondisi pasien saat ini bisa dikatakan stabil" jelas sang dokter.

__ADS_1


"Syukurlah" ucap semua lega.


"Apa kami boleh masuk dok?" tanya mama Novi.


"Oh silahkan bu. kalau gitu saya permisi" pamit sang dokter mengundurkan diri dari sana.


Mama Novi dan papa Irwan beserta yang lainnya masuk kedalam, kecuali Felli, Flora, dan Carissa.


"Fell, gimana ceritanya kak Tristan sampai kecelakaan?" tanya Flora.


"Ini semua salah gue Ra" jawab Felli lirih.


"Maksud lo?" tanya Flora menyeritkan keningnya.


"Tristan ditabrak mobil karena nyelamatin gue" jawab Felli menunduk.


Flora ikut duduk disebelah Felli.


"Coba jelasin ke gue giamana ceritanya?" tanya Flora membuat Felli menghela nafas dan menjelaskan semuanya pada Flora.


"Menurut gue, ini bukan salah lo sepenuhnya" ucap Flora setelah mendengar penjelasan Felli.


Flora memandang Carissa yang dari tadi tak banyak bergerak dan termenung.


"Mungkin dia memang ada niat jahat pada kalian" bisik Flora pada Felli.

__ADS_1


"Lo yakin?" tanya Felli juga berbisik.


Flora menganggukkan kepalanya mantab "Dia kan setan yang berwujud manusia" ucap Flora membuat Felli bergedik ngeri membayangkan Carissa menjadi setan yang berwujud manusia.


__ADS_2