
Felli bangun dengan mata yang sembab akibat menangis semalaman. Dia melihat tampilannya dicermin begitu berantakan.
"Fell kenapa lo bodoh banget sih? buat apa lo nangisin dia semaleman, sedangkan dia? mungkin sama sekali tak mengingatku" ucap Felli tersenyum getir didepan cermin.
"Oke gue akan datang ke acara lo. setidaknya hanya untuk mengucapkan selamat sebelum kita berpisah" gumam Felli sambil menarik nafas dalam.
Felli berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap siap.
Setelah 15 menit Felli keluar dan mulai berjalan walk in closet. walaupun Felli sempat membawa baju waktu ke Singapura, tapi bajunya disini masih lumayan banyak. ia memilih gaun apa yang cocok untuk dipakai hari ini. dan pilihannya jatuh pada gaun berwarna crem yang terkesan simple namun elegan.
**********
"Pagi semuanya" sapa Felli tersenyum.
"Loh udah rapi aja? mau kemana?" tanya Oma.
"Felli mau ikut papa ke pesta om Irwan" jawab Felli menarik kursi untuk duduk.
"Kamu beneran mau ikut?" Tanya Darwin yang dapat anggukan dari Felli.
"Tristan dan Christina itu teman Felli pah. jadi Felli ingin ikut hadir dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka" jawab Felli menjelaskan.
"Oh gitu.... "
"Apa kamu bilang? Tristan mau nikah?" ucap bi ina kaget mendengar ucapan Felli barusan.
Felli menangguk sebagai jawaban.
"Tapi Fell dia-"
"Udah gapapa bi" ucap Felli yang sudah mengetahui pikiran bibinya.
"Emang ada apa?" Tanya Darwin.
"Gapapa pah" jawab Felli berkilah.
****************
Felli dan Darwin sudah hadir di kediaman Vernatha. Ya pernikahan Tristan memang dilaksanakan dirumah tepatnya di taman belakang.
__ADS_1
Felli melihat ada beberapa tamu yang telah hadir, mungkin itu hanya keluarga dan para saudara Tristan saja. Tapi Felli tidak menemukan keberadaan Tristan. Dan ia juga melihat sekitar rumah nampak telah dihias dengan rapi.
"Hay Win, terimakasih udah datang" ucap papa Irwan berjabat tangan pada Darwin.
"Sama sama Ir" jawab Darwin tersebut.
"Hay Om" sapa Felli tersenyum.
Papa Irwan terkejut melihat siapa yang datang bersama Darwin. Ia sama sekali tak mengenal Felli karena penampilan Felli sangat berbeda hari ini.
"Loh Felli" ucap papa Irwan kaget.
"Kamu kenal dengan putriku?" tanya Darwin.
"Putrimu?" ucap papa Irwan menyeritkan keningnya.
"Iya, Felli putriku" jawab Darwin membuat papa Irwan tak percaya.
"Jadi kamu orangtua Felli?" tanya papa Irwan yang langsung dapat anggukan dari Darwin.
"Apa kabar om?" tanya Felli tersenyum.
"Oh ya dimana pengantinnya?" Tanya Felli.
"Lagi dikamar siap siap" jawab papa Irwan.
Papa Irwan pun menuntun mereka untuk menuju taman belakang dimana tempat acara dilaksanakan.
"Silahkan duduk" ujar papa Irwan mempersilahkan.
"Terimakasih Ir" ucap Darwin dan duduk bersama Felli.
"Sama sama"
Tak lama kemudian muncullah Christina sebagai mempelai wanita yang sudah didandan secantik mungkin, beberapa orang menuntunnya untuk duduk dikursi yang telah disediakan.
Christina terkejut melihat Felli yang juga datang ke acaranya, tapi dia juga bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Felli. ia seakan menyapa Felli tanpa suara.
Felli yang mengerti pun langsung tersenyum sebagai jawaban.
__ADS_1
Tak berselang berapa lama, muncullah Tristan yang diiringi oleh papa Irwan, mama Novi, Rey, Denis dan Flora serta keluarga yang lainnya.
Deg.
Tristan terpaku saat melihat Felli yang hadir diacara pernikahannya. Ia seakan tak percaya jika itu adalah Felli yang ia cari dan rindukan selama ini. beberapa kali Tristan mengerjapkan matanya untuk memastikan jika itu memang Felli atau bukan. namun matanya tak salah, itu memang Felli yang sedang duduk bersama salah satu rekan kerjanya yaitu Darwin.
Felli yang melihat Tristan melihatnya pun tersenyum. untuk saat ini ia berusaha kuat di depan banyak orang terutama Tristan. Felli sekaan tak masalah dengan semua ini. Ia mencoba tetap tegar dan tersenyum walaupun sulit.
"Bang kenapa berhenti?" Tanya Rey pada Tristan yang tiba-tiba berhenti.
Tristan tak mengidahkan ucapan Rey, ia masih fokus memandang Felli. membuat Rey juga yang lainnya menoleh kearah yang Tristan lihat.
"Felli" ucap Rey dan Flora secara bersamaan.
"Loh kok Felli bisa ada disini?" Tanya Denis melihat Felli yang muncul tiba tiba setelah sekian lama menghilang tanpa kabar.
Mama Novi pun tak kalah terkejut melihat salah satu tamunya. Ia juga merasakan perasaan yang sama seperti papa Irwan. Mama Novi merasa bersalah karena telah menyakiti hati Felli, mama Novi cukup paham dengan kedekatan Felli dan Tristan.
"Silahkan mempelai pria. untuk duduk di sebelah mempelai wanita" ucap MC membuyarkan lamunan mereka.
"Ayo bang, jalan" ucap Rey membuat Tristan berjalan pelan sambil tetap memandang Felli.
Tristan duduk dikursi samping Christina. tapi pandangannya tak beralih dari Felli. Itu membuktikan bahwa Tristan benar-benar jatuh cinta sekaligus rindu pada Felli.
"Mas, aku samperin Felli dulu ya" pamit Flora yang diangguki Rey.
"Fell.... " panggil Flora menghampiri Felli.
"Eh Ra" ucap Felli tersenyum pada Flora.
"Fell, lo gapapa?" tanya Flora.
"Emang gue kenapa?" tanya Felli balik.
"Lo gak masalah dengan semua ini?" tanya Flora pelan.
"Gapapa kok Ra, lo tau kan cinta itu tidak bisa dipaksakan. jika kakak ipar lo memang udah cinta sama Christina yaudah gue gak masalah" ucap Felli tersenyum simpul. Felli memang pandai menyembunyikan perasaannya sekaan tak ada masalah apa apa. padahal Flora tau Felli sangat sakit hati melihat semua ini.
"Saudara Tristan apakah sudah siap?" ucap penghulu membuyarkan percakapan mereka, dan saat itu juga semua mata tertuju pada Tristan.
__ADS_1