Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Flashback


__ADS_3

Setelah acara makan siang selesai mereka semua berkumpul diruang tamu.


"Mah sebenarnya apa yang membuat kak Tristan dan mantannya itu putus?" Tanya Flora yang sudah sangat penasaran dari tadi.


"Begini...." Mama Novi pun menghela nafas dan mulai menceritakannya.


Flashback on


Keluarga Vernatha sudah siap siap pergi kerumah Carissa hari ini Tristan akan melamar Carissa untuk menjadi istrinya.


Dengan senyum yang terus mengembang, Tristan akhirnya sampai didepan rumah Carissa.


"Wah besanku ternyata sudah datang" sambut Faisal.


"Apa kabar pak Faisal?" Ucap papa Irwan tersenyum ramah.


"Baik pa Irwan ayo silahkan masuk!" Ajak Faisal mempersilahkan.


"Dimana calon menantuku?" Tanya mama Novi.


"Sebentar saya panggilin" ucap Faisal hendak beranjak namun Carissa telah datang terlebih dahulu dengan raut wajah yang sulit dijelaskan.


"Nah ini dia" ucap Faisal dan menyuruh anaknya untuk duduk disebelahnya.


"Bisa kita mulai sekarang?" Tanya mama Novi yang dapat anggukan dari mereka semua.


"Jadi kedatangan saya kesini, ingin melamar putri anda untuk jadi menantu saya" ucap papa Irwan membuka pembicaraan.


Papa Irwan memberi kode pada Tristan.


Tristan yang mengerti langsung bertekuk lutut dihadapan Carissa dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"Carissa Belvania maukah kamu menjadi istriku, dan menjadi ibu untuk anak anak ku kelak?" Ucap Tristan seraya membuka kotak itu dihadapan Carissa.

__ADS_1


Carissa tampak bingung, ia sudah terjebak dalam permainan cintanya sendiri.


"Ma-maaf ta-tapi saya tidak bisa" ucap Carissa terbata gugup.


Duarrrrr


Bagai tertusuk seribu jarum, Tristan tak percaya apa yang didengarnya barusan. Seseorang yang telah ia kenal sangat mencintai dan menyayanginya kini menolaknya mentah-mentah disaat ia melamarnya. Itu membuat Tristan sangat malu bercampur kesal.


"Apa yang kau katakan Carissa!" Sentak Faisal emosi.


"Car, apa kau tidak salah bicara?" Tanya mama Novi menahan emosinya.


"Maaf semuanya, tapi saya tidak bisa menerima lamaran Tristan, karena saya akan segera menikah dengan Moon" ucap Carissa menunduk.


Jleb.


Kali ini Tristan benar-benar tidak menyangka dengan apa yang didengarnya. Dan apa dia bilang menikah dengan Moon? Ayolah apa Carissa tidak tahu bahwa Moon adalah sepupu Tristan?


"Tristan..." Teriak mama Novi.


"Mah biar Rey kejar bang Tristan" ucap Rey dan segera pergi mengejar Tristan.


"Pak Faisal saya sangat kecewa atas perlakuan putri anda" ucap papa Irwan datar.


"Maafkan saya pak Irwan, tapi saya juga tidak tau apa apa kalau Carissa akan menikah dengan Moon" ucap Faisal yang sudah merasa tertampar atas kelakuan putrinya sendiri.


Mama Novi pun langsung ambruk tak sadarkan diri, beruntung Denis dengan sigap menangkap tubuh mamanya.


"Mama!" Ucap Denis menepuk pipi mamanya.


"Denis ayo kita kerumah sakit!" Ajak papa Irwan dan segera pergi dari sana.


Plakkkkk

__ADS_1


Satu tamparan mendarat sempurna dipipi mulus Carissa.


"Papa benar benar kecewa padamu!" Bentak Faisal dan meninggalkan Carissa yang terus menangis diruang tamu.


Flashback off.


Flora yang mendengar cerita mama Novi pun ikut sedih, ia tak menyangka kakak iparnya itu memiliki nasib percintaan yang begitu menyakitkan.


"Terus bagaimana? Apa Carissa sudah menikah dengan Moon?" Tanya Flora pada mama Novi.


"Menurut info yang saya dapat, setelah mba Carissa dan tuan Moon menikah, tuan Moon mengajak Mba Carissa untuk pergi ke negara Y. Dan sekarang mba Carissa sudah bercerai dengan tuan Moon sekitar 6 bulan yang lalu, karena tuan Moon menikahi mba Carissa hanya untuk membalas dendam pada pak Faisal yang sudah menghancurkan perusahaannya" jelas Gio yang sudah mendapatkan informasi mengenai Carissa.


"Hahahaha ternyata dia sudah menerima karmanya" ucap Tristan tertawa sinis.


"Tris, mama punya rencana agar Carissa pergi dari kantormu besok" ucap mama Novi tersenyum penuh arti.


"Apa mah?" Tanya Tristan penasaran.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


Belum sempat mama Novi menjawab, ponsel Felli sudah berbunyi.


"Sebentar Tante saya angkat telpon dulu" ucap Felli dan segera menjauh dari sana lalu mengangkat telponnya.


Setelah beberapa menit, Felli kembali.


"Maaf semuanya sepertinya saya harus pulang, ada urusan penting yang harus saya kerjakan" ucap Felli tersenyum.


"Baiklah dianter Tristan ya" ucap mama Novi.


"Ah tidak apa-apa Tante, saya naik taksi saja" tolak Felli tak enak.


"Tidak apa apa Fell. Tristan antarkan Felli pulang" suruh mama Novi, mau tak mau Tristan pun mengantarkan Felli pulang, karena Felli tak menggunakan mobil kesini.

__ADS_1


__ADS_2