Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Bakso oh bakso


__ADS_3

Karena tidak ingin dirumah, akhirnya Felli memutuskan untuk ikut Tristan pergi ke kantornya. Awalnya Tristan tidak memperbolehkan, tapi karena Felli terus merengek bahkan hampir menangis membuat Tristan tidak bisa mengatakan 'Tidak'.


"Sayang, kamu duduk disitu aja ya, kalau nggak istirahat diruang sana" ucap Tristan menunjuk sebuah ruang khusus untuk beristirahat di ruangannya.


"Hmm... " jawab Felli sambil memainkan ponselnya.


Drrttt... Drrttt... Drrttt...


Ponsel Felli berbunyi, dan ternyata Gisel mengajak video call. Dengan cepat Felli menekan tombol hijau yang ada disana.


"Hallo Gi" sapa Felli.


"Fell, lo kemana aja? katanya mau kuliah?" tanya Gisel to the point.


"Oh ya gue lupa kasih tau. Hari ini gue libur dulu ya" jawab Felli.


"Kenapa? dan btw lo lagi dimana?" tanya Gisel melihat background yang di belakang Felli.


"Gue lagi ada di kantornya Tristan" jawab Felli.


"Wihh lo ya, ngambil libur cuma buat mageran disana" ucap Gisel yang terlihat kesal.


"Gi, gue gak mageran. Memang tadi mau kuliah, tapi..... " Felli mengantung ucapannya.


"Tapi apa?" tanya Gisel penasaran.


"Udah deh nanti besok gue kasih tau" jawab Felli mengulum senyum.


"Yahhh lo sih, jangan buat jiwa kepo gue meronta ronta" sebal Gisel.

__ADS_1


"Udah lo sabar aja. Tunggu berita besok, gue yakin lo juga bakal senang dengernya" ucap Felli.


"Hmmm yaudah deh. Udah gue matiin dulu ya. Tuh pak Rudi udah dateng" ucap Gisel yang di iyakan Felli.


"Siapa?" tanya Tristan melirik Felli.


"Gisel" jawab Felli singkat.


"Tris... " panggil Felli.


"Apa??" tanya Tristan masih fokus pada berkas yang ada ditangannya.


"Laper.... " rengek Felli memayunkan bibirnya.


"Bentar, aku suruh pelayan ambil makanan ya. Atau mau pesen aja?" tawar Tristan. Membuat Felli menggeleng.


"Terus??"


"Enggak!" jawab Tristan tegas.


"Tris..... " renggek Felli cemberut.


"Sayang, bakso disana gak higenis, kita makan di restoran aja ya" tawar Tristan.


"Nggak mau!" jawab Felli memalingkan muka. Membuat Tristan mengusap kasar wajahnya.


"Kamu ini ya, pelit banget sama istri sendiri. Lagian ini juga permintaan anak kamu, dia laper. Ya kan sayang? " ucap Felli mengusap perutnya.


"Yaudah kita pulang aja ya baby. Ayah pelit banget sama kita. Kita minta sama oma aja ya" lanjut Felli berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Oke oke ayo beli" ucap Tristan akhirnya. Membuat Felli mengembangkan senyum kemenangan.


"Huhhhh sabar... sabarrrr.... " batin Tristan. Ia cukup tahu sifat ibu hamil kalau lagi ngidam dan sebisa mungkin ia sabar.


****


"Bang, satu mangkok ya. Pedes dan kerupuknya banyakin. Oh ya jangan lupa kuahnya agak asin dikit ya. Terus kasih sayuran dikit" ucap Felli pada tukang bakso.


"Ya mbak" ucap tukang bakso itu sedikit pusing mendengar rikuest dari Felli.


"Sayang kok satu doang. Untuk aku mana?" tanya Tristan.


"Kalau kamu mau, ya pesen sendiri" jawab Felli tak peduli.


Lagi lagi Tristan hanya bisa sabar dan menahan untuk tidak marah dengan istri tercintanya yang saat ini sedang mengandung anaknya.


"Bang, satu mangkok lagi ya" pesan Tristan pada tukang bakso itu.


"Iya mas" jawab tukang bakso itu membuatkan pesanan mereka.


Tak berselang lama pesanan mereka pun tiba. Felli segera memakannya dengan lahap.


"Sayang pelan pelan, nanti kesedak" peringat Tristan.


"Iya.... " jawab Felli sambil menyeruput es teh nya.


Setelah menghabiskan satu mangkok bakso, Felli bersandar di sandaran kursi yang ada disana.


"Kenyangnya... " ucap Felli sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu ayo balik" ajak Tristan.


"Ntar dulu dong, ini aku masih kenyang banget. Gimana kalau gak bisa jalan?" sewot Felli membuat Tristan hanya bisa menurut.


__ADS_2