
Wedding day Rehan & Echa
Hari ini adalah hari Rehan dan Echa akan melangsungkan pernikahan. Pernikahannya dilaksanakan di hotel Vernatha, itu merupakan hadiah dari Rey untuk asistennya itu, tak hanya itu Rey juga memberikan hadiah berupa mobil mewah yang ditaksir mencapai 15 M. Ballroom telah dihias dengan rapi. Tampak seorang pria yang telah berbalut jas hitam dengan dasi kupu kupu melekat di bajunya. Dia adalah Rehan, calon mempelai laki-laki.
Sementara dikamar lain. Kini Echa sedang berusaha menetralkan detak jantungnya. Jujur saja ia sangat gugup, sedari tadi mamanya selalu memberi semangat, dan itu membuatnya sedikit lebih tenang.
Cek lek.
Flora masuk dengan Felli kedalam kamar yang Echa gunakan untuk berdandan.
"Cha, udah selesai belum? suami lo udah nungguin" celutuk Flora.
"Duh gue gugup Ra. Gimana kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena gue?" tanya Echa lirih.
"Cha, semua orang mau nikah emang gitu. Gue aja gugup. Tapi percayalah ketika kalian sudah sah menjadi suami istri rasa gugup itu akan hilang seketika" tutur Felli.
Echa menarik nafas sedalam mungkin, berusaha mengusir rasa gugupnya. Setelah itu ia menganggukkan kepala pertanda ia sudah siap.
"Nah gitu dong" ucap Flora tersenyum.
"Ayo tamu undangan sudah menunggu dibawah" ajak mama Luna. Yang tak lain adalah mama Echa.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Echa ketika menuruni tangga, diikuti Flora, Felli dan mama Luna dibelakangnya. Terutama Rehan, ia sampai tak berkedip melihat calon istrinya yang begitu cantik bak putri kerajaan hari ini.
"Sono jemput istri lo" suruh Rey, membuyarkan lamunan Rehan. Dan saat itu juga Rehan beranjak untuk menjemput calon istrinya.
Rehan menampilkan senyum tampannya saat sudah berhadapan dengan Echa, tanpa ia ketahui bahwa senyum itu sukses membuat jantung Echa berdegup kencang.
"Ayo" ajak Rehan mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Echa.
Mereka berjalan ke kursi di depan penghulu dan duduk didepan penghulu.
"Saudara Rehan apakah anda siap?" tanya pak penghulu.
"Saudara Rehan Adiwijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adinda Elia Decha binti Leon Prasetya dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
"Saya Terima nikah dan kawinnya Elia Decha binti Leon Prasetya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Rehan tegas dan lantang.
"Bagaimana para saksi?"
"SAHHH" seru semua orang disana.
"Alhamdulillah" ucap semua orang menghela nafas lega.
__ADS_1
"Silahkan saudara Rehan, pasangkan cincin anda pada istrinya dan begitupun Saudari Elia Decha" ucap pak penghulu.
Rehan mengambil kotak merah disana. Dan memakaikan cincin dijari manis Echa. begitupun sebaliknya. Setelah itu Echa mengecup punggung tangan suaminya, dan Rehan mengecup kening istrinya.
Tepuk tangan riuh dari para saksi yang menonton pernikahan Echa dan Rehan. Dan ucapan selamat terus meluncur pada kedua pasangan yang telah sah menjadi sepasang suami istri. Tanpa terasa Echa menitikkan air mata harunya. ia tak menyangka bisa jadi seorang istri secepat ini.
"Kok nangis sayang" ucap Rehan segera menghapus air mata yang mengalir dipipi Echa.
"Gapapa, aku cuma gak nyangka bisa nikah secepat ini" ucap Echa tersenyum.
"Gi, lo kapan nyusul?" tanya Felli pada Gisel yang memperhatikan interaksi antara Rehan dan Echa.
"Fell, lo jangan buat mood gue down deh" cemberut Gisel yang merasa tersinggung.
"Makanya jangan menunggu yang tak pasti" sindir Flora.
"Emangnya gue nunggu siapa?" tanya Gisel.
"Lo kan pernah bermimpi jadi istrinya Jeun Jongkook. Nah itu namanya menunggu yang tak pasti" jawab Flora.
"Lagian nih ya, lo kalau mimpi jangan ketinggalan. Daripada lo ngejar bis yang terus berjalan Lebih baik lo naik ojek" timpal Felli. Sementara yang jadi bahan topik, hanya diam tak menyahut ledekan demi ledekan dari sahabatnya.
__ADS_1