Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Manjanya Felli


__ADS_3

Pagi harinya Tristan bangun karena merasakan sinar menyilaukan matanya. Ia perlahan membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik istrinya. Kejadian semalam benar-benar membuat Tristan ketagihan, ia bahkan menggempur Felli sampai jam 4 pagi.


Cup.


Tristan menegcup bibir ranum istrinya "Makasih" satu kata yang lolos dari bibir Tristan.


"Eughh..." lenguh Felli saat merasa terganggu. Ia perlahan membuka matanya dan melihat Tristan yang sedang tersenyum kearahnya.


"Pagi sayang" sapa Tristan mencium kening Felli.


"Hmm... " jawab Felli kembali menutup mata dan memeluk Tristan.


"Bangun, udah pagi" ucap Tristan mengelus pucuk kepala Felli dengan lembut.


"Masih ngantuk" jawab Felli sambil merem.


"Yaudah kamu tidur aja lagi, aku mandi dulu" ucap Tristan hendak bangkit tapi dicegah oleh Felli.


"Kenapa sayang?" tanya Tristan.


"Disini aja, jangan tinggalin aku" rengek Felli memohon.


"Tapi kan aku cuma mandi sayang, gak akan kemana mana kok" ucap Tristan mengelus pelan rambut Felli.


"Gak mau... disini aja" rengek Felli memelas. Dan mau tak mau Tristan kembali membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


****


Sementara dikediaman Vernatha, semua orang tengah sarapan pagi dengan Tristan dan Felli yang menjadi topik utamanya.


"Gimana ya Felli semalem?" tanya Flora.


"Pasti lancar dong sayang. Punya bang Tristan itu ukurannya jumbo" jawab Rey. membuat Flora mencubit perut suaminya itu.


"Aww.. sakit sayang" ringis Rey mengelus perutnya yang terasa panas akibat cubitan istrinya.

__ADS_1


"Makanya jangan sembarangan kalau ngomong! disini masih ada anak dibawah umur" ucap Flora.


"Siapa? Marcel kan gak ada disini?" tanya Rey.


"Tuh... " jawab Flora menunjuk Denis dengan dagunya. Membuat orang disana tertawa.


"Sialan lo Ra!" sungut Denis kesal karena dikatakan anak dibawah umur.


"Mommy... " panggil Marcel menghampiri sang mommy.


"Sayang sini yuk" ajak Flora menepuk pahanya, agar Marcel duduk dipangkuannya.


"No son! diperut mommy lagi ada dede bayi. nanti kalau Marcel duduk disana dedenya bisa kesempitan dong" ucap Rey segera mengambil Marcel yang ingin duduk dipangkuan Flora.


"Marcel mau sarapan apa?" tanya mama Novi.


"Tu.. tu... " jawab Marcel menunjukkan roti dan selai blueberry.


"Rey, ambilin anak kamu sarapan" suruh mama Novi. membuat Rey langsung menjalankan perintah.


"Om Tristan lagi pergi sayang" jawab Flora.


"Kenapa Marcel nanyain om Tristan? Om Denis aja gak pernah ditanyain kalau gak dirumah" ucap Denis pura pura ngambek.


"Cieee om Denis cemburu" goda Flora.


*****


Sementara di hotel Vernatha, kini Tristan dan Felli sedang sarapan pagi bersama. Sebenarnya ini sudah terlewat jam sarapan. Namun karena tadi Felli meminta Tristan untuk menemaninya, membuat Tristan menggempur Felli lagi sampai jam 9 pagi.


"Sayang, udah dong. jangan ngambek" bujuk Tristan, karena sedari tadi Felli hanya menekuk wajahnya.


"Kamu sih dibilangin aku udah capek, masih ngeyel!" kesal Felli dengan bibir mengerucut tajam.


"Itu bukan salah aku semua. lagian ngapain kamu ngajak aku buat tidur lagi. Jadi gini kan?" ucap Tristan.

__ADS_1


"Jadi kamu nuduh aku?" tanya Felli tak terima.


"Bukan gitu sayang, tapi.... "


"Oke fiks, mulai besok kamu puasa sampai bulan depan!" ancam Felli dan berjalan ke kasurnya meskipun bagian intimnya masih terasa sakit.


"Sayang jangan gitu dong, masa bulan depan" ucap Tristan memelas dan menghampiri Felli yang tengah cemberut sambil duduk di tepi ranjang.


"Keputusan aku sudah bulat!" ucap Felli hendak bangkit, tapi....


"Aww.... " ringis Felli saat kembali merasakan sakit dibagian intimnya.


"Kenapa?" tanya Tristan dengan cepat menghampiri Felli.


"Sakit... " rengek Felli. Dan dengan sigap Tristan menggendong Felli untuk kembali keranjang.


"Makanya jangan banyak jalan dulu" ucap Tristan mengusap lembut kepala Felli.


"Tris, aku masih laper" ucap Felli memayunkan bibirnya.


"Bentar, aku ambil sarapan kamu" ucap Tristan dan mengambil piring nasi Felli yang tadi ditinggalkannya. Setelah itu ia kembali keranjang.


"Aaaa buka yang lebar" ucap Tristan menyodorkan nasi di depan mulut Felli.


Dengan senang hati Felli menerima suapan Tristan.


"Pengertian banget suami aku" ucap Felli mencubit gemas pipi Tristan.


"Jadi kalau aku pengertian, ada bonus dong" ucap Tristan membuat Felli memutar bola matanya jengah.


"Dasar mesum!"


"Tapi kamu suka kan?" Tristan menaik turunkan alisnya.


"Au ah... aaa lagi" ucap Felli meminta Tristan untuk menyuapkan nasi. Dan dengan senang hati Tristan menyuapkan nasi untuk istrinya.

__ADS_1


__ADS_2