
Malam harinya Felli menonton drakor dikamarnya, Tristan belum pulang, itulah yang membuat Felli khawatir. Sudah dari tadi ia menelpon suaminya, mengirimkan pesan. Namun tak ada jawaban.
"Duh Tristan mana sih?" gumam Felli cemas. ia tak bisa fokus menonton.
"Atau jangan jangan terjadi sesuatu?" lanjut Felli.
Drrttt.... Drrtttt... Drrtttt....
Bunyi ponsel Felli berdering, tertera nama Tristan disana. Membuatnya menyungingkan senyumnya dan memencet tombol hijau yang ada disana.
"Hallo Tris" ucap Felli.
"Sayang, aku pulang telat ya. Kamu tidur duluan aja" jawab Tristan diseberang sana.
"Kamu lembur?"
"Bisa dibilang begitu"
"Kok kamu daritadi gak bisa dihubungi, aku chat juga gak dibales. Kemana aja kamu?" tanya Felli mulai kesal.
"Maaf sayang, tadi aku ada rapat penting. Jadi HP aku di silent" jawab Tristan.
"Hmm yaudah" jawab Felli dan langsung mematikan telponnya sepihak. Sementara Tristan hanya menghela nafas panjang.
***
Pukul 12 malam, Tristan baru pulang ke rumahnya. suasana rumah tampak sepi menandakan penghuninya sudah tidur semua. Ia berjalan ke kamarnya. Dan membuka pintu secara perlahan.
Ceklek.
__ADS_1
Tristan mendapati Felli yang tengah tertidur dengan posisi tengkurap. Ia mendekat kearah ranjang, dan membenarkan posisi tidur Felli. Ia takut jika Felli terus tidur seperti itu. Maka calon anaknya tidak nyaman nanti.
Cup.
Tristan mengecup kening Felli dan setelah itu pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan mandinya Tristan naik keranjang secara perlahan agar tidak membangunkan Felli. Ia berbaring dan memeluk Felli dari belakang.
"Tris... " gumam Felli dengan mata yang masih terpejam.
"Iya sayang. Aku disini" Tristan mengeratkan pelukannya pada Felli. Sepertinya istrinya itu sedang mengigau pikir Tristan.
*****
Pagi harinya Felli merasakan ada sebuah tangan kekar memeluknya, ia membalikkan tubuhnya dan tersenyum saat mendapati Tristan tertidur sambil memeluknya. Cukup lama Felli memandang wajah Tristan, sampai akhirnya Tristan terbangun saat sinar matahari mengusik tidurnya.
"Pagi Tris" sapa Felli dengan senyuman manisnya.
"Jam berapa pulang semalem?" tanya Felli.
"Jam 12" jawab Tristan.
"Ya ampun Tris, badan kamu panas banget" ucap Felli panik saat ia mengusap wajah tampan Tristan yang ternyata sangat panas.
"Aku gapapa sayang, cuma butuh istirahat aja" jawab Tristan.
"Kamu sih pake sok sok-an lembur, jadi gini kan" omel Felli berdecak. Sementara Tristan hanya menampilkan senyum simpul nya.
"Aku telpon dokter ya" ucap Felli hendak mengambil HP nya diatas nakas. Namun Tristan langsung menarik tangannya sehingga Felli terjatuh diatas tubuh Tristan.
"Gak perlu" jawab Tristan memeluk Felli.
__ADS_1
"Tapi kamu lagi sakit loh Tris, kalau gak diobatin entar makin parah dan.... "
"Gak perlu sayang" potong Tristan cepat.
"Ihh kamu ngeyel banget sih" kesal Felli cemberut.
"Udah gak usah cemberut gitu, jadi jelek nantinya" ucap Tristan terkekeh.
"Emang selama ini aku jelek?" tanya Felli memayunkan bibirnya, membuat Tristan bertambah gemas.
"Enggak, kamu selalu cantik" jawab Tristan mengecup kedua pipi Felli.
"Kamu beneran gak perlu dokter?" tanya Felli. Yang dijawab gelengan kepala dari Tristan.
"Yaudah aku ambil sarapan ya?"
"Sayang, jangan tinggalin aku" ucap Tristan menahan tangan Felli, saat si empunya hendak beranjak.
"Astaga Tris, aku cuma ambil sarapan doang" ucap Felli salut dengan suaminya yang mendadak manja seperti ini.
"Tapi aku mau sarapan kamu" jawab Tristan menyeringai dan langsung membaringkan tubuh Felli setelah itu menindih tubuh Felli.
"Tris, kamu itu sakit loh"
"Aku kuat kalau soal ini" jawab Tristan.
"Ikss... Nyebelin!" ucap Felli cemberut. Dan seketika Tristan langsung membungkam bibir ranum Felli dengan bibirnya membuat si empunya membulatkan matanya.
"Kamu yang menggodaku sayang" bisik Tristan.
__ADS_1