Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Flora pingsan


__ADS_3

Setelah selesai mengunjungi restoran Vabio. Kini saatnya Vabio bertemu dengan keluarga Felli. Sebenarnya Vabio sudah tau kalau Felli tidak punya orangtua, itulah yang membuatnya selalu ingin menemani dan menjaga Felli.


"Fell, besok jalan mau gak?" Tawar Vabio sambil fokus menyetir.


"Boleh, lagian kita udah lama gak jalan" jawab Felli.


"Eh iya gimana kuliah Kamu?" Tanya Vabio.


"Lancar kok" jawab Felli.


Tak terasa mobil yang dikendarai mereka telah sampai didepan rumah Felli.


"Vabio..." Pekik bi Ina terkejut melihat kedatangan Vabio.


"Apa kabar bi?" Tanya Vabio menyalami bi Ina.


"Kabar baik nak, kamu makin ganteng aja" puji bi Ina.


"Ah bibi bisa saja, oh ya dimana Oma?" Tanya Vabio.


"Ada kok, bentar bibi panggilin" ucap bi Ina hendak melangkah, namun sang Oma telah lebih dulu muncul dibalik pintu.


"Nak Vabio.." girang sang Oma tersenyum senang.


"Oma apa kabar?" Tanya Vabio menyalami sang Oma.


"Baik kok Alhamdulillah, kamu kenapa datang ke indo?" Tanya sang Oma.


"Aku netap disini Oma" jawab Vabio tersenyum.

__ADS_1


"Ayo masuk!" Ajak bi Ina.


"Udah lama gak kerumah Lo Fell" ucap Vabio memegang tangan Felli.


"Lo kangen sama rumah gue ya hihihi" ucap Felli cekikikan.


"Ya, lebih tepatnya orangnya" jawab Vabio tersenyum.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat dan mendengar interaksi antara mereka.


"Siapa dia?" Gumam Tristan penasaran.


Yups, dia adalah Tristan. Tadi Tristan habis dari minimarket didepan rumah Felli, ia tak sengaja melihat Felli keluar dari mobil Vabio, dan itu membuatnya penasaran sampai mengintip interaksi antara mereka.


"Kok kaya gak asing ya? Masa pacar Felli sih? Gak mungkin!" Ucap Tristan tak rela jika Vabio adalah pacar Felli.


*************************


"Non, non Flora kenapa?" Tanya bi Yuyun melihat Flora.


"Gapapa bi cuma sedikit pusing aja" jawab Flora memejamkan matanya.


"Non, lebih baik non Flora kekamar aja istrirahat, ntar bibi bikin sarapan buat den Marcel" ujar bi Yuyun khawatir.


"Yaudah bi aku kekamar dulu ya" ucap Flora dan baru beberapa langkah dari dapur ia mendadak pingsan.


Brukk.


"Ya Allah non Flora!!!" Pekik bi Yuyun histeris.

__ADS_1


"Non, bangun non" bi Yuyun menepuk pipi Flora.


"Nyonya.... Tuan Rey...." Teriak bi Yuyun menggema.


"Ada apa bi?" Tanya mama Novi.


"Astaghfirullah Flora!!!!" Pekik mama Novi dan langsung menghampiri Flora.


"Ada apa ini bi?" Tanya mama Novi khawatir.


"Saya gak tau nyah, non Flora bilang tadi pusing, terus bibi suruh kekamar eh tiba-tiba aja non Flora pingsan" jelas bi Yuyun.


"Reyyy...." Teriak mama Novi.


"Ada apaan sih mah teriak teriak!" Ucap Rey menghampiri mama Novi.


"Ya ampun sayang!!!" Pekik Rey dan langsung menuju ke arah Flora.


"Mah Flora kenapa?" Tanya Rey khawatir.


"Flora pingsan, cepat kamu bawa kekamar dan panggil dokter" suruh mama Novi dan dengan sigap Rey menggendong Flora kekamar.


Rey membaringkan Flora dikasur dan menghubungi dokter Tina.


"Mah sebenarnya ada apa ini?" Tanya Rey cemas.


"Tadi Flora pusing katanya, terus tiba-tiba aja dia pingsan. Mama juga gak tau kenapa" ucap mama Novi mengelus rambut Flora.


"Mungkin Flora kecapeen mah ngurusin Marcel, dan dia juga kurang tidur belakangan ini dan nafsu makannya berkurang" jelas Rey yang sudah kalang kabut tak karuan.

__ADS_1


"Makanya ada istri tuh dijaga! Jangan sibuk kerja mulu!" Semprot mama Novi menyalahkan Rey.


"Udah dong mah, marahnya nanti aja ya, Rey pusing nih" ucap Rey frustasi.


__ADS_2