
Sudah seminggu ini Felli dan Tristan tidak bertemu. Felli menyibukkan dirinya dirumah dengan belajar memasak, entah itu makanan, kue, atau semacamnya.
Seperti sekarang ini, Felli sedang sibuk berkutat dengan peralatan dapur, dan lihatlah kondisi dapur sangat berantakan dengan tepung dimana-mana.
"Astaga Felli, kamu lagi ngapain?" Ucap Oma terkejut melihat keadaan dapur bak kapal pecah.
"Felli lagi buat kue kering Oma" jawab Felli sambil mengaduk adonan.
"Kue kering?" Oma menautkan alisnya.
"Iya Oma, sini deh Felli lagi buat ini" ucap Felli menunjukkan buku resepnya.
"Kamu mau buat lidah kucing? Emang bisa?" Tanya Oma.
"Bisa Oma, nanti liat aja deh" ucap Felli percaya diri.
"Kamu itu masak atau apa sih, liat berantakan banget, kasihan nanti bi Tuti bersihinnya" omel sang Oma.
"Oma tinggal naikin aja gajinya, kan gampang" ucap Felli enteng.
"Ck.. kamu ini mudah sekali ngomongnya" decak sang Oma dan pergi dari sana.
"Selanjutnya masukin gula" ucap Felli sambil memperhatikan buku resepnya.
"Terus putih telur dan tepung" lanjut Felli masih fokus dengan adonannya.
"Terus coklat bubuk, lalu aduk sampai rata"
"Perfect" ucap Felli melihat hasil kerjanya.
"Sekarang tinggal oven deh" ucap Felli dan mulai memasukkan adonannya kedalam oven.
Drrrttt... drrrttt... drrrttt....
"Siapa sih yang nelpon?" Gumam Felli dan meraih ponselnya.
"Flora?"
"Hallo Ra, kenapa?" Tanya Felli to the poin.
__ADS_1
"Fell, Lo nanti malem sibuk gak?" Tanya Flora diseberang sana.
"Enggak kok, kenapa?" Tanya balik Felli.
"Nanti malem datang ya ke rumah, kita mau rayain anniversary mama sama papa" ajak Flora.
"Oke deh" ucap Felli.
"Yaudah byeee" ucap Flora menutup telponnya.
"Anniversary" gumam Felli.
Felli memikirkan yang barusan Flora sampaikan. Ia pasti akan bertemu dengan Tristan jika datang diacara itu.
"Udah lama juga gak ketemu sama tuh orang ya" ucap Felli tersenyum simpul.
"Siapa Fell?" Tanya bi Ina yang datang tiba-tiba.
"Bibi ngagetin aja, gimana kalau Felli serangan jantung" ucap Felli mengelus dadanya.
"Lagian kamu ngapain dari tadi bibi perhatian kaya ngomong sama tembok" ujar bi Ina terkekeh.
"Enak aja! Ya gak lah" elak Felli.
"Siapa apanya Bi?" Tanya Felli tak mengerti.
"Siapa yang kamu omongin tadi, bibi denger kamu ngomong 'udah lama gak ketemu' " ucap bi Ina menuruti perkataan Felli tadi.
"Bukan siapa-siapa bi" elak Felli.
"Hayoo siapa loh" ucap bi Ina tersenyum lebar.
"Apaan sih bi, udah deh bibi tungguin adonan Felli, kalau udah mateng bibi panggilin Felli aja. Oke..." Ucap Felli mencium pipi bibinya dan berlalu pergi meninggalkan bi Ina.
"Dasar anak muda" ucap bi Ina terkekeh.
*************************
Dikediaman Vernatha semua orang tengah sibuk menyiapkan acara untuk nanti malam. Tanpa sepengetahuan mama Novi dan papa Irwan tentunya.
__ADS_1
"Mas, bunganya udah siap?" Tanya Flora pada Rey.
"Udah sayang, ini" ucap Rey memperlihatkan buket bunga.
"Cantik ya" ucap Flora mengambil bunga itu.
"Ya, secantik kamu sayang" gombal Rey yang berhasil mendapat cubitan dari Flora.
"Aww... Sakit sayang" ringgis Rey mengusap perutnya yang terasa panas.
"Lagian kamu gombal terus!" Gerutu Flora.
"Aku gak gombal sayang, emang kamu cantik kok" ucap Rey tersenyum.
"Serah deh..." Ucap Flora mengalah.
"Bang..." Panggil Rey menggema.
"Apaan?" Tanya Tristan menghampiri Rey.
"Lo tolongin gue pasang ini" ucap Rey memegang spanduk yang bertuliskan Happy Anniversary yang ke-30.
"Kenapa gue? Denis kan ada, mana tuh anak?" Tanya Tristan yang tak melihat keberadaan adik bungsunya.
"Denis jagain anak gue, udah Lo gak usah ngedumel cepetan bantu, nanti mama sama papa keburu pulang" ucap Rey, karena mama Novi dan papa Irwan sedang berada diluar, dan akan pulang nanti malam.
"Yaudah sini cepetan" ucap Tristan mengambil spanduk itu dan mulai naik kursi bersama Rey.
"Udah pas belum sayang?" Tanya Rey pada Flora.
"Ke kanan dikit" ucap Flora memberi arahan.
"Gini" ucap Rey.
"Ke kiri dikit" ucap Flora.
"Opp, nah pas" ucap Flora.
"Sekarang apa lagi?" Tanya Tristan.
__ADS_1
"Tolong pasang balon balon ini" suruh Rey.
"Dikata ulangtahun apa pake balon segala" protes Tristan.